Wamendagri: Pembinaan dan Regulasi Keuangan Kunci Cegah Korupsi Daerah

JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyoroti pentingnya integritas sebagai modal utama bagi kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menilai kepercayaan pu...

Aug 21, 2026 - 08:20
0 0
Wamendagri: Pembinaan dan Regulasi Keuangan Kunci Cegah Korupsi Daerah

JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menyoroti pentingnya integritas sebagai modal utama bagi kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia menilai kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan sangat bergantung pada sejauh mana para pemimpin daerah mampu menjaga perilaku dan keputusan mereka dari praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum.

Pernyataan itu disampaikan di tengah derasnya arus pemberantasan korupsi yang dalam beberapa tahun terakhir menyasar sejumlah kepala daerah dan pejabat di berbagai provinsi maupun kabupaten/kota. Menurut Wamendagri, mencegah korupsi jauh lebih baik daripada menindak pelakunya setelah perbuatan itu terjadi. Karena itu, penguatan karakter, pemahaman aturan, dan integritas aparatur sejak dini menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda.

Integritas Bukan Sekadar Janji Politik

Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa integritas tidak cukup diucapkan dalam janji kampanye atau seremoni pelantikan. Nilai itu harus tercermin dalam setiap kebijakan, mulai dari penyusunan anggaran, pengadaan barang dan jasa, hingga cara seorang pemimpin memperlakukan uang publik. Ketika integritas melemah, celah penyalahgunaan wewenang semakin terbuka dan pada akhirnya masyarakatlah yang menanggung kerugiannya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kepala daerah memegang kendali atas anggaran yang jumlahnya tidak sedikit. Dengan kewenangan sebesar itu, godaan untuk menyalahgunakan jabatan selalu hadir dalam berbagai bentuk, baik yang kasat mata maupun yang terselubung. Di sinilah peran integritas menjadi penyeimbang, menjaga agar setiap keputusan tetap berpijak pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok tertentu.

Pemahaman Regulasi Keuangan Jadi Kunci

Selain integritas, Wamendagri juga menyoroti pemahaman terhadap regulasi keuangan sebagai kunci penting lain dalam mencegah korupsi di daerah. Sebagian besar temuan penyimpangan yang diungkap aparat penegak hukum, menurutnya, sering kali berakar pada lemahnya pemahaman aparatur terhadap aturan pengelolaan keuangan negara dan daerah.

Ketika regulasi dipahami secara utuh, proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan anggaran dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, ketidaktahuan atau pengabaian terhadap aturan kerap menjadi pintu masuk bagi praktik yang merugikan kas daerah. Oleh karena itu, pendalaman regulasi keuangan harus menjadi bagian dari penguatan kapasitas yang berlangsung berkelanjutan, bukan kegiatan sekali jalan.

Tak hanya kepala daerah, pemahaman regulasi juga wajib dimiliki oleh para pejabat pengelola keuangan seperti sekretaris daerah, kepala badan keuangan, hingga bendahara. Mereka berada di garda terdepan dalam setiap transaksi anggaran. Jika satu mata rantai saja abai terhadap aturan, risiko penyimpangan pun ikut membesar.

Pembinaan Berkelanjutan bagi Aparatur Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri menekankan perlunya pembinaan yang terus-menerus bagi kepala daerah dan jajaran aparaturnya. Pembinaan tidak boleh berhenti pada masa orientasi awal jabatan, melainkan harus berlangsung sepanjang periode kepemimpinan agar pemahaman terhadap peraturan yang terus berkembang selalu mutakhir.

Ia berharap pembinaan tersebut mampu menumbuhkan budaya taat aturan di lingkungan pemerintahan daerah. Dengan budaya yang sehat, integritas tidak lagi menjadi slogan belaka, melainkan kebiasaan yang dijaga bersama oleh seluruh elemen birokrasi, mulai dari pimpinan tertinggi hingga staf pelaksana di lapangan.

Wamendagri juga mengingatkan bahwa publik kini semakin kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat setiap kebijakan mudah diperiksa, dibandingkan, dan diperdebatkan oleh masyarakat. Kondisi ini menuntut kepala daerah untuk semakin hati-hati, transparan, dan terbuka dalam setiap langkahnya.

Wamendagri juga menyebut pentingnya pendampingan dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Dalam Negeri, dalam memberikan arahan teknis terkait tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah. Pendampingan ini diharapkan berjalan sinergis dengan lembaga pengawas lain sehingga tidak ada ruang gelap yang luput dari pengawasan.

Harapan bagi Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Penegasan Wamendagri ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan korupsi bukan semata tugas aparat penegak hukum. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pengawas, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga kebersihan penyelenggaraan pemerintahan dari hulu hingga hilir.

Dengan integritas yang kokoh dan pemahaman regulasi yang memadai, pemerintahan daerah diharapkan mampu melayani masyarakat secara lebih optimal dan tepat sasaran. Pada akhirnya, seluruh upaya ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian, sinergi antara penguatan integritas, pendalaman regulasi, dan pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu menekan angka pelanggaran di lingkungan pemerintahan daerah. Publik pun dapat menaruh harapan lebih besar terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh para pemimpinnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User