Pramono Minta Penertiban Pedagang Luar Pasar Kramat Jati

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas menyusul insiden kecelakaan fatal yang terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Peristiwa yang dipicu oleh kondisi jalan yang l...

Aug 21, 2026 - 09:11
0 0
Pramono Minta Penertiban Pedagang Luar Pasar Kramat Jati

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengambil langkah tegas menyusul insiden kecelakaan fatal yang terjadi di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Peristiwa yang dipicu oleh kondisi jalan yang licin tersebut mendorong kepala daerah untuk segera menginstruksikan penataan ulang terhadap para pedagang yang beroperasi di luar area pasar.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Kondisi jalan yang berlumuran minyak atau sisa aktivitas bongkar muat di sekitar pasar dinilai menjadi penyebab utama tergelincirnya kendaraan. Kejadian nahas itu membuat sejumlah pihak menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas perdagangan yang berada di luar batas resmi pasar.

Instruksi Penertiban

Pramono meminta jajarannya, termasuk Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta aparat kewilayahan, untuk segera melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang menempati bahu jalan di sekitar Pasar Kramat Jati. Penertiban ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya sekaligus mencegah terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Ia juga mengingatkan agar proses penertiban dilakukan secara humanis, dengan tetap memberikan pemahaman kepada para pedagang mengenai pentingnya menjaga ketertiban di ruang publik.

Kronologi Kejadian

Kecelakaan yang menjadi pemicu instruksi tersebut terjadi beberapa hari lalu di jalan yang berada tepat di depan Pasar Kramat Jati. Menurut keterangan sejumlah saksi, kendaraan yang melintas kehilangan kendali setelah ban kehilangan daya cengkeram akibat permukaan jalan yang licin. Kondisi itu diduga kuat dipicu oleh tumpahan cairan yang berasal dari aktivitas pedagang, seperti minyak goreng bekas maupun air limbah yang dibuang sembarangan.

Dampaknya, beberapa kendaraan mengalami tabrakan beruntun dan sejumlah orang dilaporkan menjadi korban. Petugas kepolisian dan tim medis sempat kewalahan menangani situasi di lokasi kejadian. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.

Jalanan Licin di Sekitar Pasar Jadi Sorotan

Persoalan jalan licin di sekitar pasar sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah pedagang yang berjualan di luar area resmi sering kali membuang sisa air, minyak, atau bahan lain ke badan jalan tanpa memikirkan dampaknya bagi pengguna jalan. Kondisi ini diperparah dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi di kawasan Pasar Kramat Jati, yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan grosir terbesar di Jakarta.

Para pengguna jalan pun mengaku kerap merasa khawatir saat melintasi kawasan tersebut, terutama ketika hujan turun. Permukaan jalan yang sudah licin akan semakin berbahaya saat basah, sehingga risiko kecelakaan meningkat berkali-kali lipat. Banyak warga berharap pemerintah tidak hanya menertibkan pedagang, tetapi juga membersihkan tumpahan minyak secara rutin agar jalan tetap aman dilalui.

Penataan dan Solusi Jangka Panjang

Selain penertiban, Pramono juga meminta adanya langkah lanjutan berupa penataan kawasan pasar secara menyeluruh. Ia menilai, masalah pedagang di luar pasar tidak bisa diselesaikan hanya dengan penggusuran. Dibutuhkan solusi jangka panjang, seperti penyediaan lokasi berjualan yang layak, pengaturan jam bongkar muat, serta perawatan rutin terhadap kebersihan jalan di sekitar pasar.

Pemerintah kota diharapkan mampu berkoordinasi dengan pengelola pasar dan komunitas pedagang agar proses penataan berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik. Pendekatan persuasif dan dialogis dinilai lebih efektif dibandingkan tindakan represif yang berpotensi memicu gejolak di lapangan.

Harapan Masyarakat

Masyarakat sekitar menyambut positif langkah yang diambil oleh Pramono. Mereka berharap penertiban dapat dilakukan secara konsisten, bukan sekadar operasi sesaat yang hanya aktif ketika ada peristiwa besar. Warga juga meminta agar pemerintah menyediakan alternatif lokasi usaha bagi pedagang yang terkena dampak penertiban, sehingga mereka tetap bisa mencari nafkah tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan.

Di sisi lain, para pedagang berharap komunikasi yang baik dengan pemerintah dapat terus terjalin. Mereka mengaku tidak keberatan ditata selama ada kejelasan mengenai tempat baru dan tidak ada tindakan kekerasan dalam prosesnya. Sebagian dari mereka bahkan mengusulkan adanya sosialisasi terlebih dahulu sebelum penertiban dilaksanakan, agar semua pihak memahami aturan yang berlaku.

Penutup

Instruksi penertiban yang dikeluarkan Pramono Anung menjadi pengingat bahwa keselamatan publik adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, pedagang, dan masyarakat harus bahu-membahu menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Jika penataan dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, kawasan Pasar Kramat Jati tidak hanya akan menjadi pusat ekonomi yang ramai, tetapi juga ruang publik yang aman bagi semua orang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User