Asteroid Apophis Seukuran Menara Eiffel Melintas Dekat Bumi pada April 2029

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi bahwa asteroid raksasa 99942 Apophis akan melakukan lintasan terdekatnya dengan Bumi p

Aug 21, 2026 - 07:24
0 0
Asteroid Apophis Seukuran Menara Eiffel Melintas Dekat Bumi pada April 2029

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi bahwa asteroid raksasa 99942 Apophis akan melakukan lintasan terdekatnya dengan Bumi pada 13 April 2029. Batu angkasa yang kerap dijuluki sebagai "dewa kekacauan" itu diperkirakan akan melintas pada jarak sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi — jauh lebih dekat dibandingkan posisi satelit geostasioner yang mengorbit pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer.

Apophis mengambil nama dari Apep, dewa ular dalam mitologi Mesir kuno yang melambangkan kekacauan. Berdasarkan data resmi NASA, asteroid ini memiliki diameter rata-rata 340 meter dengan panjang sumbu longitudinal mencapai 450 meter. Ukuran tersebut sebanding dengan tinggi Menara Eiffel di Paris, Prancis, sehingga kemunculannya dipastikan menyedot perhatian publik dunia. Para astronom menyebut Apophis sebagai peninggalan tata surya primitif, yakni material sisa dari proses pembentukan planet-planet miliaran tahun yang lalu.

Kronologi Menuju Lintasan Bersejarah 2029

Perjalanan panjang asteroid ini menuju titik terdekatnya dengan Bumi telah menjadi perhatian komunitas ilmiah selama lebih dari dua dekade. Berikut kronologi peristiwa penting yang berkaitan dengan Apophis:

  1. 2004 — Apophis pertama kali ditemukan para astronom di Observatorium Kitt Peak, Arizona, Amerika Serikat. Penemuan ini langsung memicu diskusi di kalangan ilmuwan karena perhitungan awal lintasannya sempat dianggap berpotensi membahayakan Bumi.
  2. 2004–2013 — Pengamatan lanjutan berhasil mempersempit perhitungan orbit. Kekhawatiran awal mengenai kemungkinan tabrakan pada 2029 maupun 2036 akhirnya dianulir setelah data orbit yang lebih akurat diperoleh.
  3. 2021 — Antena radio raksasa Goldstone di California dan Green Bank di Virginia Barat kembali mengamati Apophis untuk memperbarui data orbitnya. Hasil pengamatan membuat NASA semakin yakin asteroid ini tidak akan menabrak Bumi dalam waktu dekat.
  4. 13 April 2029 — Apophis melintas pada jarak sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi. Lintasan ini diprediksi dapat diamati dengan mata telanjang dari sebagian besar belahan bumi timur, mencakup wilayah Asia, Afrika, dan sebagian Eropa.
  5. Setelah 2029 — NASA menegaskan tidak ada risiko tabrakan dengan Bumi maupun dengan satelit-satelit yang mengorbit, setidaknya dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.

Menurut data resmi NASA, pendekatan ini merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah manusia yang tercatat. Objek berukuran raksasa seperti Apophis belum pernah melintas sedekat ini dengan Bumi disertai pemberitahuan ilmiah terlebih dahulu, sehingga momen 2029 dinilai sebagai peluang emas bagi dunia penelitian antariksa.

NASA Pastikan Tidak Ada Ancaman

Meskipun kerap diasosiasikan dengan julukan "dewa kekacauan", NASA bersikap tegas bahwa tidak ada alasan untuk panik. Agensi antariksa Amerika Serikat itu secara kategoris membantah adanya risiko dampak bagi Bumi maupun bagi satelit yang berada di orbit Bumi.

"Tidak ada risiko tabrakan bagi Bumi dan tidak ada risiko bagi satelit-satelit di orbit, setidaknya dalam 100 tahun ke depan," demikian penegasan resmi NASA.

Para ilmuwan meyakini tarikan gravitasi Bumi saat lintasan 2029 akan sedikit mengubah orbit dan kemungkinan permukaan asteroid tersebut. Kondisi ini memberi peluang langka untuk mengamati bagaimana benda langit purba bereaksi terhadap gaya gravitasi sebuah planet besar. NASA bahkan telah menyiapkan misi lanjutan bernama OSIRIS-APEX untuk mengikuti dan meneliti Apophis setelah lintasan bersejarah tersebut.

Julukan "Dewa Kekacauan" dan Fakta di Baliknya

Nama Apophis sempat menjadi bahan pemberitaan yang menegangkan ketika pertama kali ditemukan, karena julukan "dewa kekacauan" yang melekat padanya. Media global kala itu ramai memberitakan potensi tabrakan, sebelum data orbit yang lebih presisi akhirnya memastikan lintasan asteroid ini aman bagi planet Bumi. Julukan tersebut kini justru menjadi pengingat betapa cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dalam mengubah narasi ketakutan menjadi kesempatan penelitian.

Poin Penting yang Perlu Diketahui

  • Apophis akan melintas pada 13 April 2029 pada jarak sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi, lebih dekat daripada orbit satelit geostasioner.
  • Ukuran asteroid ini sebanding dengan Menara Eiffel, dengan diameter rata-rata 340 meter dan panjang hingga 450 meter.
  • NASA memastikan tidak ada risiko tabrakan dengan Bumi maupun satelit di orbit, setidaknya dalam 100 tahun ke depan.
  • Lintasan ini diprediksi dapat disaksikan dengan mata telanjang dari sebagian wilayah Asia, Afrika, dan Eropa.
  • Momen 2029 dinilai sebagai kesempatan ilmiah langka untuk mempelajari asteroid purba sisa pembentukan tata surya.

Dengan seluruh data yang telah diverifikasi para ilmuwan, masyarakat dunia tidak perlu khawatir. Sebaliknya, 13 April 2029 akan menjadi panggung bagi salah satu pertunjukan langit paling spektakuler dalam sejarah peradaban manusia modern.

[SOCIAL_TWEET]: 🚀 Asteroid raksasa Apophis seukuran Menara Eiffel akan melintas hanya 32.000 km dari Bumi pada 13 April 2029. NASA pastikan aman! 🌍 #Apophis #NASA #Astronomi[SOCIAL_TG]: ⚠️ ASTEROID SEUKURAN MENARA EIFFEL AKAN LINTASI BUMI — Apophis melintas pada jarak 32.000 km dari Bumi pada 13 April 2029. NASA: tidak ada ancaman dalam 100 tahun ke depan. Baca selengkapnya di Patokan.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User