Gabriel Rolón dan Maria Antonietta Ungkap Rahasia Bahagia dan Umur Panjang

JAKARTA — Pertanyaan tentang apa arti hidup yang bahagia dan panjang umur kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat global. Dua figur dari l

Aug 21, 2026 - 07:21
0 0
Gabriel Rolón dan Maria Antonietta Ungkap Rahasia Bahagia dan Umur Panjang

JAKARTA — Pertanyaan tentang apa arti hidup yang bahagia dan panjang umur kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat global. Dua figur dari latar berbeda baru-baru ini memberikan perspektif menarik. Di Argentina, psikoanalis ternama Gabriel Rolón membedah mitos-mitos kebahagiaan modern dalam wawancara eksklusif dengan kanal berita LN+. Di sisi lain, dari Pulau Sardinia, Italia, perempuan supercentenaria Maria Antonietta yang kini menginjak usia 101 tahun mengungkap rahasia umur panjangnya tanpa mengonsumsi obat-obatan, melalui wawancara dengan kanal YouTube Proggetto Happiness.

Menariknya, meski berasal dari dunia yang berbeda, keduanya menyampaikan pesan yang nyaris sejalan: kebahagiaan dan kesehatan yang bertahan lama bukanlah hasil dari solusi instan, melainkan buah dari kesadaran, keberanian, dan kerja nyata yang dijalani dalam keseharian.

Gabriel Rolón: Kebahagiaan Harus Dibangun di Masa Kini

Dalam wawancaranya dengan LN+, Gabriel Rolón, yang dikenal luas melalui karya-karyanya tentang psikoanalisis dan kemanusiaan, menyoroti kecenderungan masyarakat modern yang mengejar kepuasan secepat mungkin. Menurutnya, budaya kontemporer terlalu menekankan hasil instan sehingga manusia kehilangan kemampuan untuk berdiam dalam momen yang sedang berlangsung.

"Kita harus membangun kebahagiaan di masa kini, dalam keabadian 'di sini dan saat ini', meskipun kebahagiaan itu tidak sempurna," tegas Rolón.

Pernyataan ini menjadi inti refleksinya tentang bagaimana manusia seharusnya menyikapi hidup. Ia mengingatkan bahwa selalu ada luka dan kehilangan yang menyertai perjalanan hidup, dan tidak ada kebahagiaan yang bebas dari noda. Namun, justru di situlah letak keberanian manusia: kemampuan untuk tetap membangun kebahagiaan meski sadar akan ketidaksempurnaan.

Memori: Ruang Misterius Tempat Menyimpan yang Hilang

Rolón juga memberikan perhatian khusus pada peran kenangan dalam kehidupan emosional manusia. Bagi psikoanalis yang kerap meneliti dinamika batin ini, ingatan bukan sekadar rekaman masa lalu, melainkan ruang yang sangat pribadi dan penuh teka-teki. Ia menjelaskan bahwa ingatan adalah tempat di mana manusia menyimpan segala sesuatu yang telah hilang dari genggamannya, agar hal itu tidak dibawa pergi oleh kematian untuk selamanya.

"Kenangan adalah tempat yang sangat istimewa dan misterius, karena di sanalah kita menyimpan hal-hal yang telah kita hilangkan agar tidak dibawa mati untuk selama-lamanya," ujarnya.

Namun, Rolón mengingatkan bahwa kenangan juga menyimpan paradoks. Mengenang momen bahagia di masa lalu, kata dia, kerap terasa menyakitkan karena pada saat yang sama manusia menyadari bahwa momen itu telah berlalu. Rasa sakit yang muncul justru lebih kuat daripada kebahagiaan yang terekam dalam memori.

"Selalu ada luka, selalu ada kehadiran yang hilang di samping kita, yang dari suatu sudut membuat kita tersentuh lewat sebuah kenangan. Tetapi karena rasa sakit lebih kuat daripada kebahagiaan, mengingat momen bahagia justru terasa sedikit menyakitkan," jelasnya.

Dari situlah ia menegaskan perlunya keberanian untuk membangun kembali dunia setelah kehilangan. Menghadirkan kembali makna atas apa yang telah pergi merupakan proses resignifikasi yang menuntut kecerdasan emosional dan keberanian besar.

"Kita harus sangat berani dan sangat cerdas untuk membangun dunia yang merangkul kebahagiaan yang tidak sempurna," tambahnya.

Kritik Tajam atas Budaya Solusi Instan

Pada bagian lain wawancara, Rolón menyampaikan peringatan keras terhadap kecenderungan masyarakat mencari solusi magis dan instan atas persoalan hidup. Menurutnya, jebakan ini justru menjauhkan manusia dari tanggung jawab yang sesungguhnya. Rolón merinci beberapa poin penting dalam kritiknya:

  1. Manusia modern kerap tergoda pada janji kebahagiaan cepat yang ditawarkan berbagai produk, tren, dan gaya hidup, padahal kebahagiaan sejati membutuhkan proses.
  2. Menghindari rasa sakit dengan cara instan hanya menunda pekerjaan emosional yang harus dihadapi, sehingga luka batin semakin dalam.
  3. Kebahagiaan menuntut tanggung jawab pribadi yang besar, bukan sekadar menunggu keadaan berubah.
"Menjadi bahagia berarti memikul tanggung jawab yang sangat besar," ujar Rolón.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kebahagiaan bukanlah hak yang datang dengan sendirinya, melainkan sebuah pilihan dan komitmen yang harus diperjuangkan setiap hari, termasuk ketika hidup sedang tidak berpihak.

Maria Antonietta: 101 Tahun Tanpa Obat

Pesan senada datang dari belahan dunia lain. Maria Antonietta, perempuan Italia yang kini berusia 101 tahun, mengaku tidak pernah mengonsumsi obat-obatan seumur hidupnya. Ia tinggal di Pulau Sardinia, kawasan yang oleh peneliti National Geographic, Dan Buettner, dijuluki sebagai "Zona Biru" (Blue Zone) — wilayah dengan konsentrasi penduduk berusia panjang tertinggi di dunia.

Dalam wawancara untuk kanal YouTube Proggetto Happiness yang tayang sekitar sebulan lalu, Maria Antonietta membagikan kisah hidupnya. Ia mengaku makan apa saja dan tidak pilih-pilih makanan, dengan satu pengecualian: kentang mentah. Kesederhanaan inilah yang oleh para peneliti dianggap sebagai salah satu kunci umur panjangnya.

Rahasia Panjang Umur: Kerja Fisik, Pola Makan Sederhana, dan Keluarga

Melalui wawancara dengan para warga setempat, tim Proggetto Happiness mengungkap bahwa umur panjang Maria Antonietta dan warga Sardinia lainnya tidak hanya ditentukan oleh genetika. Ada faktor-faktor yang justru lebih menentukan dan dapat ditiru oleh siapa pun:

  • Gaya hidup yang rendah hati dan sederhana, jauh dari tekanan konsumsi modern.
  • Pekerjaan fisik yang dilakukan secara alami sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan olahraga yang dipaksakan.
  • Pola makan dasar dan bersahaja, tanpa kelebihan, namun tetap bergizi.
  • Sikap tangguh dan resilien dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.
  • Kohesi keluarga yang kuat, di mana para lansia tetap terlibat, dihargai, dan dirawat di dalam lingkungan rumah, bukan diasingkan.

Faktor terakhir dinilai sebagai penentu utama. Dalam masyarakat Sardinia, para orang tua tidak dipisahkan dari kehidupan keluarga. Mereka tetap menjadi bagian penting dari rumah tangga, dihormati, dan dilibatkan dalam aktivitas sehari-hari. Kehangatan sosial inilah yang diduga menjadi benteng kesehatan mental dan fisik di usia lanjut.

Dua Jalan, Satu Kesimpulan

Jika dicermati, pemikiran Gabriel Rolón dan kisah Maria Antonietta bertemu pada satu titik: hidup yang baik dibangun dari praktik harian yang sadar, bukan dari janji-janji cepat. Rolón menyebutnya sebagai keberanian membangun kebahagiaan yang tidak sempurna di masa kini, sementara Maria Antonietta membuktikannya lewat rutinitas sederhana yang dijalaninya selama lebih dari satu abad.

Keduanya juga menegaskan pentingnya relasi. Bagi Rolón, kenangan tentang orang-orang yang telah tiada adalah ruang berharga yang tetap menghangatkan. Bagi Maria Antonietta, kehadiran keluarga yang utuh adalah pilar utama panjang umur. Manusia, pada akhirnya, adalah makhluk yang bertumbuh dalam ikatan — baik ikatan dengan masa lalu maupun dengan orang-orang di sekitarnya.

Pesan ini relevan bagi masyarakat Indonesia yang juga tengah menghadapi tekanan hidup modern: kecepatan, konsumerisme, dan keinginan akan hasil instan. Alih-alih mencari jalan pintas, mungkin sudah waktunya kita meniru dua figur ini — berdiam dalam masa kini, merawat kenangan, menjaga tubuh lewat kerja dan makanan sederhana, serta memeluk keluarga lebih erat. Kebahagiaan dan umur panjang, pada akhirnya, adalah proyek yang dirawat setiap hari, bukan hadiah yang datang tiba-tiba.

[SOCIAL_TWEET]: Gabriel Rolón: kebahagiaan harus dibangun di masa kini meski tak sempurna. Maria Antonietta, 101 tahun, buktikan umur panjang tanpa obat. #Kebahagiaan #UmurPanjang #BlueZone #Psikologi[SOCIAL_TG]: 🧠 Psikolog Gabriel Rolón: kebahagiaan sejati harus dibangun di masa kini, meski tidak sempurna. 🇮🇹 Maria Antonietta, 101 tahun dari Zona Biru Sardinia, mengaku tak pernah minum obat seumur hidup. Dua cerita, satu kesimpulan: hidup yang baik dirawat setiap hari. Simak ulasan lengkapnya di Patokan.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User