Cerimedo Terjerat Chat Baru soal Rencana Melenyapkan Sang Kekasih

Kasus Fernando Cerimedo, mantan penasihat Presiden Javier Milei yang kini ditahan di Bolivia, kembali memasuki babak baru. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, pub

Aug 21, 2026 - 07:18
0 0
Cerimedo Terjerat Chat Baru soal Rencana Melenyapkan Sang Kekasih

Kasus Fernando Cerimedo, mantan penasihat Presiden Javier Milei yang kini ditahan di Bolivia, kembali memasuki babak baru. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, publik dihebohkan dengan beredarnya percakapan chat terbaru antara Cerimedo dan kekasihnya, Nadia Beller, yang dinilai semakin memperberat posisi hukum tersangka dalam kasus percobaan pembunuhan tersebut.

Pengacara Beller, Jerjes Justiniano, mengungkap bahwa salah satu pesan yang ditemukan di ponsel Cerimedo memuat kalimat tentang "mencari cara untuk melenyapkan" Nadia, perempuan yang baru saja selamat dari percobaan pembunuhan di Bolivia. Namun, tim pembela Cerimedo dengan cepat meredam pemberitaan itu dengan merelatifkan validitas chat tersebut sebagai alat bukti.

Kronologi: Dari Penahanan hingga Munculnya Chat Baru

Bocornya percakapan ini menjadi babak teranyar dari rangkaian peristiwa yang telah menyita perhatian publik Argentina dan Bolivia sejak beberapa pekan terakhir. Berikut kronologi lengkapnya:

  1. Cerimedo ditahan di Bolivia atas tuduhan merencanakan serangan dan mengarahkan penyergapan dari jarak jauh untuk membunuh Nadia Beller.
  2. Nadia Beller selamat dari percobaan pembunuhan yang menargetkan nyawanya di Bolivia.
  3. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, pengacara Beller, Jerjes Justiniano, mengungkap isi chat dari ponsel Cerimedo yang menyebut rencana melenyapkan korban.
  4. Tim pembela Cerimedo menanggapi dengan mempertanyakan keabsahan dan validitas chat sebagai alat bukti.

Isi Pesan yang Diungkap Pengacara Korban

Justiniano menjelaskan bahwa pesan tersebut diyakini dikirim oleh Cerimedo kepada orang lain, bukan ditujukan langsung kepada Beller. Menurut keterangannya, isi pesan itu telah menjadi bagian dari elemen-elemen yang dimasukkan ke dalam penyelidikan. Kalimat dalam chat tersebut, sebagaimana dikutip dari harian El Deber, berbunyi:

"Nadia ha llegado muy lejos (...) yo creo que hay que buscar la forma de eliminarla" — "Nadia sudah melangkah terlalu jauh (...) saya rasa kita perlu mencari cara untuk melenyapkannya."

Pengacara korban menegaskan bahwa kutipan tersebut benar-benar berasal dari perangkat Cerimedo. "Itu dikatakan langsung oleh Cerimedo. Itu ada di telepon Cerimedo. Itu ada di dalam hasil pemeriksaan," ujarnya, merujuk pada hasil pericia atau pemeriksaan forensik yang dilakukan Kepolisian Bolivia terhadap ponsel mantan penasihat presiden tersebut.

Perdebatan Keabsahan Alat Bukti

Di sisi lain, tim pembela Cerimedo menilai chat tersebut tidak dapat begitu saja dijadikan dasar hukum. Mereka merelatifkan validitas probatoris dari percakapan yang beredar, dengan argumen bahwa konteks dan keaslian pesan masih perlu diverifikasi lebih lanjut sebelum bisa digunakan sebagai alat bukti yang sah di pengadilan. Pertanyaan soal kapan pesan dikirim, kepada siapa, dan dalam konteks percakapan seperti apa, menjadi titik yang menurut pembela masih menyisakan banyak celah.

Perdebatan lain juga muncul soal asal-usul penyebaran chat tersebut. Gambar tangkapan layar yang beredar menyebut bahwa percakapan itu diduga disebarluaskan oleh Kementerian Kejaksaan (Ministerio Público Fiscal), namun pihak pembela membantah klaim tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari lembaga kejaksaan terkait kebenaran dugaan tersebut.

Latar: Tuduhan Serangan Terencana

Kasus ini bermula dari tuduhan bahwa Cerimedo merencanakan serangan dan mengarahkan penyergapan dari jarak jauh untuk membunuh Nadia Beller. Sebelumnya, pemberitaan menyebut bahwa Cerimedo diduga menyusun rencana serangan secara matang dan memimpin jalannya penyergapan terhadap korban di Bolivia, yang akhirnya berhasil diselamatkan. Berbagai bukti, termasuk rekaman dan keterangan saksi, disebut telah memperkuat dakwaan jaksa terhadap mantan penasihat presiden tersebut.

Posisi Cerimedo sebagai mantan penasihat Javier Milei membuat kasus ini menjadi perhatian luas di lingkaran politik Argentina. Meski demikian, proses hukum berjalan di Bolivia, dan otoritas setempat disebut terus melakukan pendalaman penyelidikan, termasuk pemeriksaan terhadap perangkat elektronik milik tersangka.

Poin Kunci Kasus Cerimedo

  • Cerimedo ditahan di Bolivia dan didakwa atas percobaan pembunuhan terhadap Nadia Beller.
  • Chat baru yang diungkap pengacara korban memuat kalimat "mencari cara untuk melenyapkan" Beller.
  • Pesan diduga dikirim Cerimedo kepada pihak lain dan menjadi bagian hasil pemeriksaan forensik polisi.
  • Pembela Cerimedo merelatifkan validitas chat dan membantah kabar soal sumber penyebarannya.

Dengan beredarnya chat baru ini, tekanan terhadap tim pembela semakin besar. Namun, pertarungan hukum dipastikan masih panjang: keabsahan bukti, kredibilitas saksi, dan prosedur penyidikan akan diuji di pengadilan. Publik kini menanti langkah selanjutnya dari jaksa penuntut dan bagaimana pengadilan Bolivia menilai kekuatan alat bukti yang diajukan dalam kasus yang mengejutkan ini.

[SOCIAL_TWEET]: Chat baru menyeret Cerimedo: pesan di ponselnya disebut berisi rencana "melenyapkan" Nadia Beller. Pembela meragukan keabsahannya. #Cerimedo #Bolivia[SOCIAL_TG]: Chat baru Cerimedo terungkap — pengacara korban sebut pesan di ponsel tersangka berisi rencana melenyapkan Nadia Beller; pembela membantah validitas bukti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User