TPS Liar Cilincing Ditinjau, Pengelolaan Sampah Berbasis RDF Disorot

Jajaran kepolisian sektor bersama pemerintah kecamatan menggelar peninjauan lapangan ke sejumlah titik tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan...

Aug 12, 2026 - 07:21
0 0
TPS Liar Cilincing Ditinjau, Pengelolaan Sampah Berbasis RDF Disorot

Jajaran kepolisian sektor bersama pemerintah kecamatan menggelar peninjauan lapangan ke sejumlah titik tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan respons atas meningkatnya keluhan masyarakat mengenai tumpukan sampah yang kian menggunung dan tidak tertangani secara optimal.

Keberadaan TPS liar di kawasan padat penduduk seperti Cilincing memang menjadi persoalan menahun yang belum kunjung terselesaikan. Sampah rumah tangga maupun limbah dari aktivitas warga kerap dibuang sembarangan di lahan kosong, pinggir jalan, hingga bantaran saluran air. Kondisi tersebut tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu berbagai penyakit serta penyumbatan aliran air yang berujung pada genangan dan banjir.

Kondisi TPS Liar di Lapangan

Dalam peninjauan tersebut, petugas menemukan sejumlah titik pembuangan ilegal yang dipenuhi beragam jenis sampah, mulai dari plastik, sisa makanan, hingga material bangunan. Volume sampah di beberapa lokasi bahkan sudah meluber ke badan jalan sehingga mengganggu kenyamanan warga yang melintas.

Petugas gabungan mencatat setiap titik yang menjadi sorotan untuk kemudian ditindaklanjuti dengan langkah penertiban. Selain itu, aparat juga mengimbau warga sekitar agar tidak lagi membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan fasilitas pembuangan resmi yang telah disediakan pemerintah daerah.

Permasalahan TPS liar tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah yang dibiarkan terbuka dapat menjadi sarang lalat, tikus, dan nyamuk pembawa penyakit. Risiko pencemaran tanah dan sumber air juga mengintai apabila persoalan ini terus dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius.

Pengelolaan Sampah Berbasis RDF Jadi Perhatian

Salah satu fokus utama dalam peninjauan kali ini adalah penerapan pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel atau RDF. Teknologi ini memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri, termasuk sebagai substitusi batu bara di pabrik semen maupun pembangkit listrik.

Konsep RDF dinilai relevan untuk diterapkan di wilayah seperti Cilincing mengingat volume sampah yang dihasilkan setiap harinya cukup besar. Dengan pengolahan yang tepat, sampah yang selama ini hanya menjadi beban lingkungan dapat diubah menjadi sumber energi bernilai ekonomis.

Proses pengolahan RDF sendiri meliputi pemilahan, pencacahan, pengeringan, hingga pemadatan sampah menjadi bentuk padat. Hasil akhirnya berupa bahan bakar yang memiliki nilai kalor cukup tinggi dan jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan praktik pembakaran sampah secara terbuka yang masih kerap ditemui.

Penerapan teknologi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada tempat pemrosesan akhir (TPA) yang kapasitasnya kian terbatas. Apabila sampah dapat diolah di tingkat kawasan, beban TPA akan berkurang signifikan sekaligus memangkas biaya pengangkutan yang selama ini cukup besar.

Sinergi Lintas Instansi dan Peran Warga

Penanganan persoalan sampah di Cilincing menuntut kolaborasi seluruh pihak, mulai dari aparat keamanan, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga masyarakat itu sendiri. Dalam peninjauan ini, seluruh unsur terkait sepakat untuk memperkuat pengawasan terhadap titik-titik rawan pembuangan ilegal.

Langkah penegakan aturan juga disiapkan bagi pihak yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Sanksi yang tegas diharapkan menimbulkan efek jera sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kepentingan bersama.

Di sisi lain, edukasi kepada warga terus digencarkan. Masyarakat diajak memilah sampah sejak dari rumah sehingga material yang masih bernilai dapat didaur ulang, sedangkan sisanya diolah menjadi bahan baku RDF. Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan program pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ke depan, hasil peninjauan ini akan menjadi bahan perumusan langkah konkret, termasuk rencana penyediaan fasilitas pengolahan sampah skala kawasan. Dengan komitmen bersama, kawasan Cilincing diharapkan bebas dari TPS liar dan beralih menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, bersih, serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User