Neng Eem Buka Forum Bakohumas MPR, Serukan Sinergi Humas Pemerintah
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, membuka secara resmi Forum Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) MPR. Dalam kesempata...
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, membuka secara resmi Forum Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) MPR. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa peran kehumasan pemerintah menjadi garda terdepan dalam membangun jembatan komunikasi yang sehat antara penyelenggara negara dan rakyatnya.
Menurut Neng Eem, komunikasi publik yang dikelola dengan baik akan menghadirkan pemahaman yang utuh di tengah masyarakat mengenai berbagai kebijakan dan program pemerintah. Sebaliknya, komunikasi yang lemah berpotensi menimbulkan salah tafsir hingga memicu ketidakpercayaan publik terhadap lembaga negara.
Humas Sebagai Penghubung Pemerintah dan Rakyat
Neng Eem menilai kehumasan pemerintah tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Di tengah derasnya arus informasi digital, humas memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pesan-pesan kelembagaan tersampaikan secara akurat, cepat, dan mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.
Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi para praktisi humas saat ini semakin kompleks. Peredaran hoaks, disinformasi, dan narasi-narasi menyesatkan di ruang digital menuntut aparatur kehumasan bekerja lebih cerdas dan responsif. Karena itu, sinergi antarhumas lembaga negara menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar formalitas.
Forum Bakohumas MPR, lanjutnya, merupakan wadah strategis untuk menyamakan persepsi dan langkah para pengelola komunikasi publik. Melalui forum ini, seluruh unsur kehumasan dapat bertukar pengalaman, merumuskan strategi bersama, serta memperkuat kapasitas dalam menghadapi dinamika informasi yang terus berubah.
Menyambut Sidang Tahunan MPR
Lebih lanjut, Neng Eem mengaitkan pentingnya penguatan kehumasan dengan agenda besar kenegaraan yang akan digelar, yakni Sidang Tahunan MPR. Momen tersebut, kata dia, menjadi panggung penting bagi lembaga-lembaga negara untuk menyampaikan capaian kinerja sekaligus pertanggungjawaban kepada rakyat.
Ia berharap seluruh informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR dapat dikomunikasikan secara luas dan menarik. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mengetahui jalannya acara, tetapi juga memahami makna serta substansi dari forum tertinggi permusyawaratan rakyat tersebut.
Sinergi komunikasi pemerintah, tegas Neng Eem, harus berjalan lintas lembaga dan kementerian. Pesan yang disampaikan kepada publik perlu selaras sehingga tidak menimbulkan kebingungan. Ia mencontohkan, narasi mengenai capaian pembangunan dan arah kebijakan negara idealnya disampaikan dengan bahasa yang seragam namun tetap mudah dicerna.
Harapan untuk Kehumasan yang Lebih Adaptif
Pada kesempatan yang sama, Neng Eem juga mendorong para praktisi humas pemerintah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan media sosial, konten kreatif, dan pendekatan storytelling dinilai mampu mendekatkan lembaga negara dengan generasi muda yang menjadi pengguna terbesar platform digital.
Ia menambahkan, humas yang adaptif akan mampu membaca kebutuhan informasi masyarakat secara tepat. Tidak cukup hanya menyebarkan rilis resmi, humas dituntut hadir dalam percakapan publik, menjawab keresahan, dan meluruskan informasi yang keliru dengan cara yang humanis.
Menutup arahannya, Neng Eem menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Forum Bakohumas MPR yang telah berkomitmen memperkuat kolaborasi. Ia optimistis, dengan kebersamaan dan semangat sinergi, komunikasi pemerintah akan semakin efektif menjangkau rakyat.
Forum Bakohumas MPR sendiri diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang melahirkan rekomendasi konkret bagi perbaikan tata kelola komunikasi publik. Dengan humas yang solid dan terkoordinasi, pesan-pesan kebangsaan dari lembaga negara diyakini akan sampai kepada masyarakat secara utuh, jernih, dan bermakna.
Comments (0)