Sakit Hati Dimarahi Nakhoda, ABK Bakar Kapal di Perairan Aru Maluku

Tragedi kebakaran kapal penangkap cumi mengguncang perairan Kepulauan Aru, Maluku, setelah seorang anak buah kapal (ABK) diduga dengan sengaja membakar kapal tempatnya bekerja. Aksi nekat tersebut did...

Aug 09, 2026 - 13:09
0 0
Sakit Hati Dimarahi Nakhoda, ABK Bakar Kapal di Perairan Aru Maluku

Tragedi kebakaran kapal penangkap cumi mengguncang perairan Kepulauan Aru, Maluku, setelah seorang anak buah kapal (ABK) diduga dengan sengaja membakar kapal tempatnya bekerja. Aksi nekat tersebut diduga dipicu rasa sakit hati sang ABK usai mendapat teguran keras dari nakhoda kapal.

Peristiwa nahas ini terjadi ketika kapal tengah berada di kawasan perairan Aru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku yang emosi setelah dimarahi nakhoda kemudian menyulut api yang dengan cepat membesar dan melalap sebagian besar badan kapal. Kobaran api yang tak terkendali membuat seluruh awak kapal panik dan berupaya menyelamatkan diri dengan cara masing-masing.

Situasi di atas kapal saat kejadian digambarkan sangat mencekam. Api yang menjalar cepat disertai kepulan asap tebal membuat para ABK berhamburan mencari jalan keluar. Sebagian dari mereka bahkan nekat melompat ke laut demi menghindari kobaran api yang semakin membesar.

Puluhan Orang Selamat, Satu Masih Dicari

Dari total 33 orang yang berada di atas kapal saat kejadian, sebanyak 32 orang dilaporkan berhasil selamat dari kobaran api. Namun, satu orang hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan keberadaannya.

Para korban selamat telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis serta pendampingan. Sebagian dari mereka mengalami luka-luka akibat kepanikan saat berusaha keluar dari kapal yang terbakar, meski tidak ada laporan korban jiwa selain satu orang yang masih hilang.

Tim gabungan dari search and rescue (SAR), kepolisian, serta unsur maritim setempat langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap korban hilang. Proses pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan mempertimbangkan arah arus dan kondisi cuaca di perairan tersebut.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah armada laut yang menyisir radius tertentu dari titik lokasi kebakaran. Petugas juga berkoordinasi dengan nelayan sekitar agar turut membantu memantau apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Motif Sakit Hati Diduga Jadi Pemicu

Dugaan sementara, aksi pembakaran ini dilatarbelakangi motif pribadi. Pelaku disebut tidak terima ketika ditegur oleh nakhoda terkait pekerjaannya di atas kapal. Alih-alih menyelesaikan persoalan secara baik-baik, pelaku justru melampiaskan amarahnya dengan cara yang membahayakan nyawa puluhan orang.

Insiden ini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan kerja di sektor perikanan tangkap. Hubungan antara nakhoda dan ABK di atas kapal kerap diwarnai ketegangan mengingat kondisi kerja yang berat, jauh dari keluarga, serta tekanan untuk memenuhi target hasil tangkapan.

Polisi Turun Tangan Mengusut Kasus

Aparat kepolisian setempat telah mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik tengah mendalami kronologi lengkap peristiwa, termasuk meminta keterangan dari para saksi yang merupakan sesama ABK maupun nakhoda kapal.

Pelaku terancam dijerat dengan pasal berlapis terkait perbuatan yang mengakibatkan kebakaran serta membahayakan keselamatan orang banyak. Ancaman hukumannya tidak main-main mengingat dampak yang ditimbulkan sangat besar, baik dari sisi korban maupun kerugian materiel.

Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk menginventarisasi kerugian akibat kebakaran tersebut. Kapal penangkap cumi yang menjadi sumber mata pencaharian puluhan ABK itu mengalami kerusakan parah dan dipastikan tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.

Perhatian pada Keselamatan Kerja di Laut

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden di sektor perikanan yang melibatkan konflik internal antara awak kapal. Kalangan pemerhati kelautan menilai pentingnya manajemen konflik dan pembinaan psikologis bagi para pekerja di atas kapal yang kerap menghadapi tekanan tinggi selama berlayar.

Pemerintah daerah setempat menyampaikan keprihatinan atas peristiwa ini dan meminta seluruh pihak terkait meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap awak kapal. Keselamatan jiwa dinilai harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.

Sementara itu, keluarga korban yang masih hilang terus menantikan kabar dan berharap tim pencari dapat segera menemukan anggota keluarga mereka. Operasi pencarian akan terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, proses penyidikan terhadap pelaku masih berlangsung. Pihak berwenang berjanji mengusut tuntas kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, sekaligus memastikan keadilan bagi para korban yang terdampak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User