Korban Dugaan Pemukulan Kombes TF Resmi Melapor ke Polda Sumbar

Dugaan tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang perwira menengah kepolisian berinisial Kombes TF kini memasuki babak baru. Pihak korban resmi menempuh jalur hukum dengan mendatangi Markas K...

Aug 09, 2026 - 12:48
0 1
Korban Dugaan Pemukulan Kombes TF Resmi Melapor ke Polda Sumbar

Dugaan tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang perwira menengah kepolisian berinisial Kombes TF kini memasuki babak baru. Pihak korban resmi menempuh jalur hukum dengan mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Barat untuk menyampaikan laporan resmi terkait peristiwa yang dialaminya.

Kedatangan korban ke Polda Sumbar didampingi oleh keluarga serta penasihat hukumnya. Langkah ini diambil setelah peristiwa dugaan pemukulan yang menimpa korban dinilai tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Keluarga Menuntut Keadilan

Pihak keluarga korban menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dalam memperjuangkan keadilan. Menurut mereka, tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum perwira polisi tersebut telah menimbulkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikis, bagi korban dan orang-orang terdekatnya.

"Kami hanya meminta keadilan. Siapa pun pelakunya, termasuk anggota kepolisian, harus diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar salah satu anggota keluarga korban saat ditemui di kawasan Polda Sumbar.

Keluarga juga berharap agar proses hukum terhadap terlapor berjalan transparan dan tidak diintervensi oleh pihak mana pun. Mereka menilai, jabatan seseorang tidak seharusnya menjadi tameng untuk menghindar dari pertanggungjawaban hukum atas perbuatan yang telah dilakukan.

Kapolda Perintahkan Penyelidikan Menyeluruh

Merespons laporan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Perintah itu mencakup pemeriksaan terhadap korban, para saksi yang mengetahui kejadian, hingga pihak terlapor.

Kapolda menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan yang melanggar hukum, apalagi jika dilakukan oleh anggotanya sendiri. Ia memastikan penanganan perkara ini akan dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur yang berlaku.

"Tidak ada anggota yang kebal hukum. Kalau memang terbukti ada pelanggaran, akan kami tindak tegas sesuai aturan," demikian penegasan yang disampaikan pihak kepolisian kepada awak media.

Propam Dilibatkan dalam Penanganan Perkara

Selain penanganan melalui jalur pidana umum, kasus ini juga berpotensi ditangani oleh Bidang Profesi dan Pengamanan. Pasalnya, pihak terlapor merupakan anggota kepolisian aktif yang menduduki jabatan strategis di lingkungan Polda Sumbar.

Propam nantinya akan mendalami dugaan pelanggaran kode etik profesi yang dilakukan oleh terlapor. Jika terbukti melanggar, yang bersangkutan terancam sanksi etik, mulai dari teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, hingga pemberhentian tidak dengan hormat dari kedinasan.

Kombes TF sendiri diketahui menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Sorotan Publik terhadap Profesionalisme Polri

Peristiwa ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Sumatera Barat. Banyak pihak berharap penanganan kasus ini bisa menjadi ujian bagi komitmen Polri dalam menegakkan hukum secara adil, termasuk ketika berhadapan dengan anggotanya sendiri.

Sejumlah pengamat menyebut, transparansi dalam penanganan perkara yang melibatkan perwira kepolisian sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik. Jika kasus ini ditangani dengan baik dan terbuka, citra institusi justru akan terangkat di mata masyarakat.

Sebaliknya, jika penanganan perkara terkesan lambat atau tertutup, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dikhawatirkan akan semakin tergerus. Karena itu, publik menaruh harapan besar terhadap keseriusan Polda Sumbar dalam mengusut perkara ini hingga tuntas.

Proses Hukum Masih Terus Berjalan

Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk membuat terang duduk perkara yang sebenarnya. Hasil pemeriksaan medis terhadap korban juga akan menjadi salah satu bukti penting dalam proses penyelidikan yang tengah berlangsung.

Keluarga korban menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini sampai ada kepastian hukum yang jelas. Mereka juga membuka diri terhadap pendampingan dari lembaga perlindungan korban maupun organisasi masyarakat sipil yang peduli terhadap persoalan keadilan.

Kini, publik menanti langkah konkret dari Polda Sumbar. Ketegasan dalam menangani perkara ini dinilai akan menjadi tolok ukur sejauh mana komitmen kepolisian dalam menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, sekaligus membuktikan bahwa hukum berlaku sama bagi setiap warga negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User