Roket Long March 7A China Gagal Meluncur usai Anomali Penerbangan

BEIJING — Pemerintah China mengonfirmasi bahwa peluncuran roket pembawa Long March 7A yang mengangkut satelit komunikasi ChinaSat-4B dinyatakan gagal setel

Aug 12, 2026 - 06:46
0 0
Roket Long March 7A China Gagal Meluncur usai Anomali Penerbangan

BEIJING — Pemerintah China mengonfirmasi bahwa peluncuran roket pembawa Long March 7A yang mengangkut satelit komunikasi ChinaSat-4B dinyatakan gagal setelah kendaraan peluncur mengalami anomali pada fase penerbangan. Misi tersebut lepas landas dari Pusat Peluncuran Antariksa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan, pada Senin (11/8) waktu setempat.

Media pemerintah China melaporkan bahwa roket sempat mengudara secara normal pada detik-detik awal setelah lepas landas, sebelum kemudian mengalami gangguan pada fase penerbangan berikutnya. Hingga berita ini diturunkan, otoritas antariksa China belum merilis penjelasan rinci mengenai titik pasti kegagalan, ketinggian saat anomali terjadi, maupun nasib akhir satelit yang dibawa. Tim teknis disebut telah dibentuk untuk menganalisis data telemetri dan mengidentifikasi akar penyebab anomali tersebut.

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi jadwal peluncuran China yang selama beberapa tahun terakhir tercatat sangat agresif. Negeri Tirai Bambu itu tercatat melakukan 67 peluncuran orbital sepanjang 2023 dan meningkatkan targetnya secara signifikan pada 2024 serta 2025, menjadikan China sebagai negara dengan aktivitas peluncuran tersibuk kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Mengenal Roket Long March 7A

Long March 7A merupakan varian tiga tahap dari keluarga roket Long March 7 yang dikembangkan oleh China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), anak perusahaan dari konglomerasi antariksa negara China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Roket ini dirancang khusus untuk misi pengiriman muatan ke orbit transfer geostasioner (GTO), jalur utama bagi satelit komunikasi komersial dan militer.

Dengan tinggi sekitar 60,1 meter dan diameter inti 3,35 meter, Long March 7A mengandalkan empat pendorong (booster) berbahan bakar minyak tanah dan oksigen cair, ditambah tahap ketiga bertenaga hidrogen cair yang diwarisi dari teknologi Long March 3B. Kombinasi ini membuatnya mampu mengangkut muatan hingga sekitar 7 ton ke GTO.

ParameterKeterangan
PengembangCALT (di bawah CASC)
TinggiSekitar 60,1 meter
Konfigurasi3 tahap + 4 booster
Kapasitas ke GTOSekitar 7 ton
Penerbangan perdanaMaret 2020 (gagal)
Keberhasilan pertamaMaret 2021
Lokasi peluncuranWenchang, Hainan

Apa Itu Satelit ChinaSat-4B?

Seri satelit ChinaSat atau Zhongxing dioperasikan oleh China Satellite Communications Co., Ltd. (China Satcom), perusahaan pelat merah yang bergerak di layanan transponder, penyiaran televisi, dan konektivitas broadband. Satelit-satelit keluarga ini menjadi tulang punggung infrastruktur komunikasi China, melayani kebutuhan penyiaran nasional, jaringan data pemerintah, hingga konektivitas wilayah terpencil.

ChinaSat-4B diyakini merupakan kelanjutan dari ChinaSat-4A yang diluncurkan pada Agustus 2024 — ironisnya, juga menggunakan roket Long March 7A dari lokasi yang sama. Detail teknis satelit ini memang tidak dipublikasikan secara terbuka, sebagaimana praktik umum China terhadap aset luar angkasa bernilai strategis. Namun, para pengamat memperkirakan satelit ini dibangun di atas platform DFH-4E, bus satelit komunikasi generasi terbaru buatan China dengan kapasitas transponder lebih besar dan masa operasional hingga 15 tahun.

Sejumlah analis antariksa menilai hilangnya satu unit satelit komunikasi kelas berat akan berdampak langsung pada rencana perluasan kapasitas transponder China, baik untuk kebutuhan komersial maupun cadangan strategis pemerintah.

Bukan Kegagalan Perdana bagi Long March 7A

Ini bukan kali pertama Long March 7A menemui kegagalan. Penerbangan perdananya pada 16 Maret 2020 juga berakhir gagal setelah roket mengalami masalah tak lama usai lepas landas. Insiden itu sempat memicu spekulasi luas di kalangan pengamat, sebelum CASC akhirnya mengumumkan keberhasilan penerbangan kedua pada Maret 2021.

Sejak titik balik tersebut, Long March 7A membukukan rangkaian keberhasilan beruntun dan diandalkan untuk misi-misi penting, termasuk pengiriman satelit eksperimental maupun komunikasi bernilai tinggi. Kegagalan terbaru ini memutus rekor positif tersebut dan berpotensi memicu peninjauan menyeluruh terhadap armada.

"Kegagalan yang terjadi setelah rangkaian kesuksesan panjang biasanya memaksa operator menghentikan sementara seluruh jadwal peluncuran roket sejenis hingga penyebab pasti ditemukan," demikian pandangan yang umum dikemukakan para pengamat industri peluncuran global. Prosedur return to flight semacam ini dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Dampak terhadap Ambisi Antariksa China

Insiden ini terjadi di tengah upaya China mengejar target peluncuran yang sangat padat pada 2025, termasuk misi berawak ke stasiun antariksa Tiangong, eksplorasi bulan, serta konstelasi internet satelit Guowang dan Qianfan yang menyaingi Starlink milik SpaceX. Meskipun Long March 7A bukan roket utama untuk misi berawak — peran itu diemban Long March 2F — kegagalan satu jenis roket kerap berdampak pada kepercayaan terhadap rantai pasok dan kendali mutu secara keseluruhan.

Bagi China Satcom, hilangnya ChinaSat-4B berarti penundaan layanan dan potensi kerugian finansial yang tidak kecil. Satelit komunikasi geostasioner modern bernilai ratusan juta dolar AS, belum termasuk biaya peluncuran dan premi asuransi yang kemungkinan akan naik setelah insiden ini.

Investigasi dan Langkah Berikutnya

Sesuai prosedur standar industri antariksa, investigasi akan berfokus pada analisis data telemetri detik demi detik, rekonstruksi urutan kejadian, serta pemeriksaan komponen dari batch produksi yang sama. CASC secara historis hanya merilis informasi terbatas kepada publik, sehingga rincian teknis penyebab kegagalan mungkin tidak akan pernah diumumkan secara lengkap.

Pengamat memperkirakan jadwal peluncuran Long March 7A berikutnya akan ditunda hingga investigasi tuntas, sementara misi-misi lain dari keluarga roket berbeda kemungkinan tetap berjalan sesuai rencana. China hingga kini tetap mempertahankan reputasi sebagai kekuatan antariksa dengan tingkat keberhasilan peluncuran di atas 95 persen, namun setiap kegagalan menjadi pengingat bahwa penerbangan luar angkasa tetap merupakan usaha berisiko tinggi.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai jadwal peluncuran pengganti untuk satelit ChinaSat-4B maupun estimasi kerugian yang ditimbulkan dari insiden tersebut.

[SOCIAL_TWEET]: China mengonfirmasi peluncuran roket Long March 7A yang mengangkut satelit ChinaSat-4B GAGAL usai mengalami anomali penerbangan dari Wenchang, Hainan. Ini kegagalan kedua roket jenis ini sejak 2020. #LongMarch7A #ChinaSat4B #Antariksa [SOCIAL_TG]: 🚀❌ Peluncuran roket Long March 7A China yang mengangkut satelit ChinaSat-4B dinyatakan GAGAL usai anomali penerbangan dari Wenchang, Hainan (11/8). Ini kegagalan kedua roket jenis ini sejak penerbangan perdana 2020. Investigasi penyebab masih berlangsung. Selengkapnya di Patokan.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User