Lestari Moerdijat Desak Transformasi Pendidikan Cetak Lulusan Berkarakter

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan penataan ulang mendasar terhadap sistem pendidikannya. Ia menilai langkah tersebut sangat mendesak agar dunia pendidikan mam...

Aug 12, 2026 - 07:53
0 1
Lestari Moerdijat Desak Transformasi Pendidikan Cetak Lulusan Berkarakter

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan penataan ulang mendasar terhadap sistem pendidikannya. Ia menilai langkah tersebut sangat mendesak agar dunia pendidikan mampu menghasilkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nalar kritis, kepribadian yang kokoh, serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja.

Menurut Lestari, persoalan pendidikan di Tanah Air sudah tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan tambal sulam. Perubahan yang dibutuhkan bersifat menyeluruh, mulai dari kurikulum, kualitas tenaga pendidik, sarana pembelajaran, hingga pola pikir para penyelenggara pendidikan dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian.

Kesenjangan Kompetensi Lulusan dengan Dunia Kerja

Salah satu sorotan utama Lestari adalah kesenjangan kompetensi yang masih lebar antara lulusan lembaga pendidikan dengan kebutuhan industri. Banyak perusahaan mengeluhkan minimnya kesiapan kerja para pencari kerja, sementara di sisi lain jutaan lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi kesulitan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahliannya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa proses pembelajaran selama ini belum sepenuhnya berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan. Pendidikan yang terlalu menekankan hafalan dan pencapaian nilai semata dinilai kurang memberi ruang bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan analisis, memecahkan persoalan, serta beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang bergerak sangat cepat.

Ia menambahkan, arus digitalisasi dan otomatisasi telah mengubah lanskap ketenagakerjaan secara signifikan. Jenis pekerjaan baru bermunculan, sementara sebagian pekerjaan lama perlahan menghilang. Tanpa sistem pendidikan yang adaptif, lulusan akan semakin tertinggal dan daya saing bangsa di kancah global berisiko melemah.

Menumbuhkan Nalar Kritis dan Karakter Sejak Dini

Lestari menekankan bahwa transformasi pendidikan harus menempatkan pembentukan karakter sebagai fondasi utama. Nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, kedisiplinan, dan semangat gotong royong perlu ditanamkan sejak jenjang pendidikan dasar agar generasi penerus bangsa memiliki kepribadian yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain karakter, kemampuan berpikir kritis juga dinilai menjadi bekal penting di era disrupsi informasi. Peserta didik perlu dilatih untuk tidak sekadar menerima informasi mentah-mentah, melainkan mampu menganalisis, membandingkan, dan mengambil kesimpulan secara mandiri. Kecakapan semacam ini akan sangat berguna baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia mengingatkan, maraknya hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital menjadi bukti nyata bahwa kecerdasan intelektual tanpa kedewasaan berpikir dapat menimbulkan persoalan sosial. Karena itu, pendidikan yang utuh harus menyeimbangkan aspek kognitif, afektif, dan keterampilan praktis secara proporsional.

Kolaborasi Seluruh Pihak Menjadi Kunci

Perempuan yang akrab disapa Rerie itu mengingatkan bahwa penataan ulang sistem pendidikan bukan pekerjaan yang bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi erat antara kementerian terkait, lembaga pendidikan, dunia usaha dan dunia industri, serta orang tua dan masyarakat luas agar arah perubahan berjalan selaras dan berkesinambungan.

Keterlibatan industri, misalnya, dapat diwujudkan melalui penyusunan kurikulum bersama, program magang yang terstruktur, serta penyediaan fasilitas praktik yang memadai. Dengan cara itu, peserta didik memperoleh pengalaman nyata sejak masa belajar sehingga transisi dari bangku pendidikan menuju dunia kerja dapat berlangsung lebih mulus.

Di sisi lain, peningkatan kualitas guru dan dosen menjadi agenda yang tidak boleh diabaikan. Tenaga pendidik merupakan garda terdepan dalam proses transformasi, sehingga pelatihan berkelanjutan, kesejahteraan yang layak, serta akses terhadap teknologi pembelajaran modern harus dipastikan tersedia di seluruh wilayah Indonesia tanpa kecuali.

Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Lestari berpandangan bahwa investasi terbesar sebuah bangsa terletak pada kualitas manusianya. Oleh karena itu, anggaran dan kebijakan pendidikan perlu diarahkan secara tepat sasaran, dengan prioritas pada pemerataan akses, peningkatan mutu, dan relevansi lulusan terhadap kebutuhan pembangunan nasional maupun persaingan global.

Ia berharap gagasan penataan ulang sistem pendidikan ini dapat menjadi bahan diskusi bersama di berbagai forum, sehingga lahir rumusan kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan. Dengan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter, Indonesia diyakini mampu melahirkan generasi emas yang siap membawa bangsa bersaing di kancah dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User