Pertamina Patra Niaga Kembangkan Usaha Hasil Laut di Kampung Tua Terih

BATAM, Patokan.com — PT Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat pesisir Kampung Tua Terih, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, mengembangkan h

Aug 10, 2026 - 08:33
0 1
Pertamina Patra Niaga Kembangkan Usaha Hasil Laut di Kampung Tua Terih

BATAM, Patokan.com — PT Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat pesisir Kampung Tua Terih, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, mengembangkan hasil laut menjadi berbagai kegiatan produktif bernilai ekonomi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat kemandirian ekonomi warga yang tinggal di sekitar wilayah operasinya.

Kampung Tua Terih merupakan salah satu perkampungan pesisir tertua di Batam. Sebagian besar warganya turun-temurun menggantungkan hidup dari sektor perikanan tangkap. Selama ini, hasil tangkapan nelayan umumnya dijual dalam bentuk mentah ke pengepul dengan nilai tambah yang sangat terbatas. Melalui program pemberdayaan ini, warga didorong mengolah hasil laut menjadi aneka produk turunan seperti ikan asin, ikan asap, kerupuk ikan, hingga abon yang memiliki umur simpan lebih panjang dan harga jual lebih tinggi.

Program pemberdayaan semacam ini lazimnya mencakup pendampingan keterampilan pengolahan, penyediaan sarana produksi, pelatihan pengemasan, hingga bantuan akses pemasaran. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak lagi berperan sekadar sebagai produsen bahan mentah, melainkan naik kelas menjadi pelaku usaha yang menguasai rantai nilai secara lebih utuh. Kehadiran Pertamina Patra Niaga yang memiliki fasilitas operasional di kawasan Batam memberikan kedekatan geografis sekaligus tanggung jawab sosial bagi perusahaan untuk tumbuh bersama warga sekitar.

Dari Komoditas Mentah Menuju Produk Bernilai Tambah

Secara ekonomi, pengolahan hasil laut merupakan strategi hilirisasi skala mikro yang terbukti mampu mengangkat pendapatan rumah tangga pesisir. Ikan segar yang dijual langsung ke pengepul kerap hanya dihargai pada kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram, bergantung jenis dan musim. Padahal, komoditas yang sama dapat berlipat nilainya ketika diolah menjadi produk turunan.

Jenis ProdukEstimasi Harga Jual per KilogramPotensi Nilai Tambah
Ikan segar (bahan mentah)Rp20.000–Rp30.000Dasar perbandingan
Ikan asin / ikan asapRp60.000–Rp80.0002–3 kali lipat
Kerupuk ikanRp80.000–Rp120.0003–4 kali lipat
Abon ikanRp150.000–Rp200.000Hingga 5 kali lipat

Angka di atas bersifat estimasi pasar umum dan dapat bervariasi antarwilayah. Namun polanya konsisten: setiap tahapan pengolahan membuka ruang margin baru bagi produsen. Bagi rumah tangga nelayan di Kampung Tua Terih, selisih nilai tersebut sangat berarti karena pendapatan nelayan tangkap bersifat fluktuatif mengikuti musim, cuaca, dan harga solar untuk melaut.

Peran TJSL dalam Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Sebagai subholding komersial dan pemasaran PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta SDG 14 tentang ekosistem lautan. Pengembangan usaha hasil laut di Kampung Tua Terih menjadi contoh bagaimana program sosial diarahkan dari pola filantropi satu kali menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan.

Pengamat ekonomi kelautan menilai program pemberdayaan yang melibatkan korporasi cenderung lebih berhasil apabila disertai pendampingan berkesinambungan, bukan sekadar bantuan peralatan yang berhenti di seremoni serah terima. Kunci keberhasilan terletak pada pembentukan kelembagaan lokal — seperti kelompok usaha bersama atau koperasi — yang mampu meneruskan roda usaha secara mandiri setelah masa pendampingan berakhir.

Aspek pemberdayaan perempuan juga patut dicatat. Di banyak kampung pesisir, aktivitas pengolahan hasil laut digerakkan oleh ibu rumah tangga nelayan. Ketika kaum perempuan menguasai keterampilan pengolahan dan pengelolaan usaha, pendapatan keluarga menjadi lebih beragam dan ketahanan ekonomi rumah tangga ikut menguat.

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Meski potensinya besar, pengembangan usaha hasil laut di kawasan pesisir menghadapi sejumlah tantangan klasik. Pertama, keterbatasan sarana rantai dingin (cold chain) yang membuat kualitas bahan baku cepat menurun sebelum sempat diolah. Kedua, keterbatasan akses perizinan edar seperti PIRT dan sertifikasi halal yang menjadi syarat produk masuk ke ritel modern. Ketiga, pemasaran yang masih bertumpu pada jaringan lokal dan mulut ke mulut.

Di sinilah peran pendampingan korporasi menjadi krusial: membantu kelompok usaha menembus standar kualitas, membangun kemasan yang menarik, serta membuka akses pasar digital melalui lokapasar dan media sosial. Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dengan lalu lintas wisatawan mancanegara yang tinggi — terutama dari Singapura dan Malaysia — menyediakan ceruk pasar oleh-oleh khas pesisir yang sangat potensial untuk digarap.

Prospek Ekonomi Biru dari Kampung Tua

Inisiatif di Kampung Tua Terih dapat dibaca sebagai bagian dari gelombang ekonomi biru (blue economy) yang menempatkan masyarakat pesisir sebagai aktor utama, bukan sekadar penonton pembangunan. Kepulauan Riau sebagai provinsi kepulauan dengan garis pantai panjang memiliki potensi perikanan yang besar, namun selama ini sebagian besar nilai tambahnya dinikmati di luar daerah karena hasil laut dijual mentah.

Apabila dikelola konsisten, produk olahan hasil laut dari kampung-kampung tua di Batam berpeluang menjadi komoditas unggulan daerah sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat Melayu pesisir yang telah berusia ratusan tahun. Produk seperti ikan bilis, terasi, dan kerupuk ikan bukan sekadar komoditas, melainkan juga warisan kuliner yang layak diangkat ke pasar yang lebih luas.

Ke depan, keberhasilan program akan diukur dari kemampuan kelompok binaan berproduksi secara mandiri, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda setempat. Jika model pemberdayaan ini berhasil di Kampung Tua Terih, bukan tidak mungkin pola serupa direplikasi ke kampung-kampung pesisir lain di sekitar wilayah operasi Pertamina Patra Niaga di seluruh Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: Pertamina Patra Niaga berdayakan warga pesisir Kampung Tua Terih, Batam, mengolah hasil laut jadi produk bernilai tinggi. Dari ikan mentah jadi abon & kerupuk — nilai jual naik hingga 5x lipat. #Pertamina #EkonomiBiru #Batam [SOCIAL_TG]: 🐟 Pertamina Patra Niaga kembangkan usaha hasil laut di Kampung Tua Terih, Batam. Warga pesisir didorong mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah — dari ikan asin hingga abon — demi kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Baca selengkapnya di Patokan.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User