Menkeu Purbaya Temui Korban Montara di NTT, Bawa Pesan Khusus Prabowo

NTT — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menginjakkan kaki di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangkaian kunjungan kerja pada Kamis (6/8/2026). Lawatan kali ini menyita perhatian publik k...

Aug 08, 2026 - 11:36
0 0
Menkeu Purbaya Temui Korban Montara di NTT, Bawa Pesan Khusus Prabowo

NTT — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menginjakkan kaki di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangkaian kunjungan kerja pada Kamis (6/8/2026). Lawatan kali ini menyita perhatian publik karena salah satu agendanya adalah berdialog langsung dengan masyarakat pesisir yang menjadi korban tumpahan minyak Montara di Laut Timor.

Kehadiran Purbaya di tengah warga bukan tanpa maksud. Ia datang membawa pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan kepada para korban. Langkah ini sekaligus menjadi penanda bahwa persoalan Montara yang telah menggantung selama bertahun-tahun kini berada dalam radar serius pemerintah pusat, setelah sekian lama warga merasa berjuang sendirian menuntut keadilan.

Pesan Khusus dari Istana

Dalam pertemuan dengan perwakilan korban, Purbaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap nasib warga NTT yang mata pencahariannya rusak akibat pencemaran minyak. Pesan yang ia sampaikan menekankan komitmen negara untuk tidak tinggal diam dan terus memperjuangkan keadilan bagi masyarakat terdampak hingga tuntas.

Sebagai Menteri Keuangan, kehadiran Purbaya juga dimaknai sebagai sinyal bahwa pemerintah menyiapkan langkah konkret, termasuk dari sisi dukungan kebijakan fiskal, agar penanganan dampak Montara tidak berhenti pada wacana. Ia meminta warga tetap tenang, menjaga kebersamaan, dan menitipkan harapan agar proses penyelesaian yang tengah diupayakan pemerintah dapat berjalan lancar serta berpihak pada rakyat kecil.

Bencana yang Mengubah Hidup Warga Pesisir

Tragedi Montara bermula pada Agustus 2009, ketika sumur minyak di anjungan Montara yang dioperasikan PTTEP Australasia meledak dan memuntahkan minyak mentah ke Laut Timor selama lebih dari dua bulan. Tumpahan itu diyakini mengalir hingga perairan Indonesia dan mencemari kawasan pesisir NTT, mulai dari Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, hingga wilayah lain di sepanjang sisi selatan Pulau Timor.

Dampaknya sangat nyata bagi warga. Budidaya rumput laut yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir hancur, hasil tangkapan nelayan anjlok, dan kualitas lingkungan laut menurun drastis. Ribuan keluarga kehilangan sumber penghidupan utama, sementara pemulihan ekosistem laut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tak sedikit warga yang akhirnya beralih profesi atau terjerat kesulitan ekonomi berkepanjangan.

Perjuangan Hukum yang Berliku

Selama bertahun-tahun, para korban menempuh berbagai jalur untuk menuntut ganti rugi. Sejumlah petani rumput laut mengajukan gugatan perwakilan kelompok ke pengadilan di Australia, sementara pemerintah Indonesia juga berupaya melalui jalur diplomatik dan hukum agar perusahaan asal Thailand itu bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang ditimbulkan di wilayah perairan Indonesia.

Meski sempat memperoleh sejumlah kemenangan di pengadilan, realisasi kompensasi bagi seluruh korban hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Persoalan lintas negara, perbedaan rezim hukum, serta panjangnya proses verifikasi kerugian menjadi sebagian dari batu sandungan yang membuat penantian warga kian panjang dan melelahkan.

Harapan yang Kembali Menyala

Kunjungan Purbaya membawa angin segar bagi masyarakat terdampak. Bagi warga, kehadiran seorang menteri yang datang langsung ke kampung mereka adalah bentuk pengakuan negara atas penderitaan yang selama ini mereka tanggung. Suasana pertemuan berlangsung penuh haru, dengan warga menyampaikan keluhan dan harapan mereka secara langsung.

Kini, dengan pesan khusus yang dibawa dari Presiden Prabowo, harapan baru kembali menyala. Warga berharap pemerintah mampu mempercepat penyelesaian kasus ini, baik melalui penegakan hak ganti rugi maupun program pemulihan ekonomi dan lingkungan di kawasan pesisir NTT. Mereka menilai momentum ini tidak boleh berlalu begitu saja tanpa hasil nyata.

Agenda kunjungan kerja Purbaya di NTT sendiri diperkirakan berlangsung lebih dari satu hari, dengan sejumlah pertemuan bersama pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. Seluruh pihak kini menanti tindak lanjut konkret dari kunjungan ini, agar janji keadilan bagi korban Montara benar-benar terwujud dan tidak kembali menjadi sekadar janji.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User