Kementerian ESDM Jelaskan Kondisi Pasokan Listrik di Kalimantan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya angkat bicara mengenai kondisi kelistrikan di Pulau Kalimantan yang belakangan menjadi perhatian publik. Penjelasan resmi tersebut disampaika...

Aug 08, 2026 - 10:55
0 0
Kementerian ESDM Jelaskan Kondisi Pasokan Listrik di Kalimantan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya angkat bicara mengenai kondisi kelistrikan di Pulau Kalimantan yang belakangan menjadi perhatian publik. Penjelasan resmi tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai pertanyaan masyarakat terkait keandalan pasokan listrik di wilayah yang terdiri dari lima provinsi itu.

Kementerian ESDM menyebutkan bahwa sistem kelistrikan di Kalimantan sebenarnya berada dalam kondisi yang cukup baik. Pasokan daya di sebagian besar sistem kelistrikan di pulau tersebut dinilai masih memiliki cadangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun kegiatan industri yang terus berkembang.

Kondisi Sistem Kelistrikan Kalimantan

Secara umum, kelistrikan Kalimantan terbagi ke dalam beberapa sistem yang beroperasi secara terpisah. Sistem terbesar berada di Kalimantan Barat yang dikenal dengan sistem Khatulistiwa, kemudian sistem Kalimantan Selatan dan Tengah, serta sistem Kalimantan Timur dan Utara yang melayani kawasan timur pulau.

Masing-masing sistem memiliki karakteristik beban dan sumber pembangkit yang berbeda. Sistem di Kalimantan Selatan dan Tengah, misalnya, ditopang oleh sejumlah pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara yang memang melimpah di kawasan tersebut. Sementara sistem di Kalimantan Barat telah terhubung dengan jaringan transmisi tegangan tinggi yang membentang dari bagian utara hingga selatan provinsi itu.

Data rasio elektrifikasi di seluruh provinsi Kalimantan juga disebut terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun. Hampir seluruh desa di pulau ini kini telah menikmati akses listrik, meskipun masih ada sejumlah kantong wilayah terpencil yang memerlukan penanganan khusus karena terkendala kondisi geografis yang berat.

Tantangan Geografis dan Infrastruktur

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah tantangan geografis yang menjadi ciri khas Kalimantan. Bentang alam yang luas, banyaknya daerah aliran sungai, serta kawasan hutan yang lebat membuat pembangunan jaringan transmisi dan distribusi membutuhkan waktu serta investasi yang tidak sedikit.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian wilayah pedalaman masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel yang beroperasi secara terisolasi. Pemerintah menyadari bahwa pola seperti ini kurang efisien dan berdampak pada biaya penyediaan tenaga listrik yang lebih tinggi dibandingkan sistem yang sudah terinterkoneksi dengan baik.

Karena itu, pemerintah bersama PT PLN (Persero) terus mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Upaya tersebut meliputi penambahan pembangkit baru, perpanjangan jaringan transmisi, hingga pengembangan gardu induk di berbagai titik strategis yang tersebar di lima provinsi.

Rencana Interkoneksi dan Energi Terbarukan

Ke depan, Kementerian ESDM menargetkan seluruh sistem kelistrikan di Kalimantan dapat saling terhubung melalui jaringan interkoneksi. Langkah ini diyakini akan meningkatkan keandalan pasokan karena antar-sistem dapat saling menopang ketika salah satu pembangkit mengalami gangguan atau pemeliharaan berkala.

Selain interkoneksi, pengembangan energi baru terbarukan juga menjadi prioritas utama. Potensi tenaga air di Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah dinilai sangat besar dan dapat menjadi tulang punggung kelistrikan hijau di masa mendatang. Sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air skala besar tengah disiapkan untuk mendukung kawasan industri hijau yang sedang dibangun pemerintah.

Tidak hanya tenaga air, potensi energi surya juga mulai dimanfaatkan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di berbagai lokasi. Pemerintah berharap bauran energi di Kalimantan semakin beragam sehingga ketergantungan pada satu jenis sumber energi dapat dikurangi secara bertahap sesuai target transisi energi nasional.

Komitmen Pemerataan Akses Listrik

Kementerian ESDM menegaskan komitmennya untuk terus memeratakan akses listrik hingga ke pelosok Kalimantan. Program listrik desa, pemasangan sambungan baru bagi masyarakat prasejahtera, serta pengembangan listrik mandiri berbasis energi terbarukan menjadi sejumlah instrumen yang terus dijalankan secara berkesinambungan.

Masyarakat juga diimbau tidak ragu menyampaikan keluhan terkait layanan kelistrikan melalui kanal resmi yang tersedia. Masukan dari pelanggan dinilai menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dan penyelenggara kelistrikan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan di seluruh wilayah.

Dengan berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan, pemerintah optimistis kondisi kelistrikan di Kalimantan akan semakin andal. Pasokan yang stabil dinilai menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam menyambut perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur yang diprediksi mendongkrak kebutuhan listrik secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User