Fenomena Ikan Mabuk di Cisadane, DLH Jelaskan Penyebabnya

Warga Tangerang digegerkan oleh sebuah video yang beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah ikan di Sungai Cisadane berenang dengan gerakan tidak wajar, oleng ke kiri dan ...

Aug 21, 2026 - 08:58
0 0
Fenomena Ikan Mabuk di Cisadane, DLH Jelaskan Penyebabnya

Warga Tangerang digegerkan oleh sebuah video yang beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah ikan di Sungai Cisadane berenang dengan gerakan tidak wajar, oleng ke kiri dan ke kanan, seolah-olah dalam kondisi mabuk. Video itu langsung menjadi perbincangan hangat warganet dan memicu beragam spekulasi, mulai dari dugaan pencemaran hingga pengaruh zat kimia tertentu di perairan.

Menanggapi keresahan publik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang akhirnya angkat bicara. Dalam keterangan resminya, instansi tersebut memastikan bahwa fenomena tersebut bukanlah akibat pencemaran berbahaya, melainkan respons alami biota sungai terhadap perubahan kondisi lingkungan. Penjelasan ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran masyarakat yang sempat mengaitkan kejadian tersebut dengan pencemaran limbah industri maupun domestik.

Penyebab Utama: Perubahan Cuaca dan Kondisi Hidrologi

DLH Kota Tangerang menjelaskan bahwa kemunculan ikan-ikan yang tampak mabuk tersebut erat kaitannya dengan perubahan cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah Tangerang dan sekitarnya. Fluktuasi suhu udara yang drastis antara siang dan malam hari turut memengaruhi suhu permukaan air sungai. Perubahan suhu yang mendadak ini dapat mengganggu keseimbangan kadar oksigen terlarut di dalam air, yang pada akhirnya memengaruhi perilaku ikan.

Selain faktor cuaca, kondisi hidrologi sungai juga menjadi sorotan utama. Debit air Cisadane yang mengalami pasang surut secara signifikan menyebabkan sirkulasi air berubah. Ketika debit air menurun, konsentrasi zat-zat organik di dasar sungai meningkat dan proses penguraiannya mengonsumsi oksigen dalam jumlah besar. Kondisi inilah yang membuat ikan kesulitan bernapas dan menunjukkan perilaku abnormal seperti berenang tidak terarah, melompat ke permukaan, atau tampak limbung.

Para ahli perikanan yang dihubungi terpisah membenarkan dugaan tersebut. Ikan sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air. Ketika kadar oksigen terlarut turun di bawah ambang normal, ikan akan berusaha mencari udara dengan naik ke permukaan. Gerakannya pun menjadi tidak stabil, sehingga secara kasatmata tampak seperti ikan yang sedang mabuk. Gejala serupa juga bisa muncul ketika terjadi perubahan pH air secara mendadak akibat masuknya air hujan dalam volume besar.

Bukan Fenomena Pertama di Cisadane

Menariknya, kejadian serupa bukanlah kali pertama terjadi di Sungai Cisadane. Dalam beberapa tahun terakhir, warga di sekitar aliran sungai kerap melaporkan perilaku ikan yang tidak lazim, terutama saat transisi musim kemarau menuju musim penghujan. Pola ini memperkuat dugaan bahwa fenomena tersebut lebih dipicu oleh dinamika alam daripada ulah manusia.

Meski demikian, DLH Kota Tangerang tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Perubahan cuaca dan kondisi hidrologi memang menjadi pemicu utama, tetapi kualitas air Cisadane tetap perlu dipantau secara berkelanjutan. Pasalnya, sampah domestik dan limbah yang masuk ke sungai dapat memperparah kondisi ketika faktor alam sedang tidak bersahabat.

Langkah Pemantauan dan Imbauan kepada Warga

Sebagai tindak lanjut, DLH Kota Tangerang menyatakan akan terus melakukan pemantauan kualitas air di sejumlah titik Sungai Cisadane secara berkala. Sampel air akan diuji untuk memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya yang melebihi baku mutu lingkungan. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan dijadikan dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil ikan dari sungai dalam kondisi seperti ini untuk dikonsumsi. Ikan yang berada dalam keadaan stres akibat perubahan kualitas air dikhawatirkan kurang sehat untuk dikonsumsi, terlebih jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang lama. Warga diminta melaporkan apabila menemukan kejadian serupa atau mencium bau menyengat yang tidak biasa di sekitar aliran sungai.

Selain itu, DLH mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan Sungai Cisadane. Menjaga ekosistem sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh warga yang bermukim di sepanjang alirannya. Pengurangan pembuangan sampah ke sungai, pengelolaan limbah rumah tangga yang baik, serta pelestarian vegetasi di bantaran sungai merupakan langkah kecil yang berdampak besar bagi keberlangsungan biota perairan.

Fenomena ikan mabuk ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keseimbangan ekosistem sungai sangat rentan terhadap gangguan, baik yang berasal dari alam maupun aktivitas manusia. Dengan pemahaman yang benar dan kepedulian bersama, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang, dan Sungai Cisadane tetap menjadi habitat yang sehat bagi berbagai jenis ikan dan biota lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User