Application Name Application Name

Patokan

Jawa Barat

CIANJUR — Remaja Pengidap TB Tulang Dievakuasi ke RSUD Sukabumi

CIANJUR, Patokan.com — Nasib pilu yang menimpa Erik Setiawan (14), seorang remaja asal Kampung Cikaung RT 03/RW 04, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupat

CIANJUR — Remaja Pengidap TB Tulang Dievakuasi ke RSUD Sukabumi

CIANJUR, Patokan.com — Nasib pilu yang menimpa Erik Setiawan (14), seorang remaja asal Kampung Cikaung RT 03/RW 04, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah setempat. Remaja yang divonis mengidap penyakit tuberkulosis (TB) tulang dan TB otak tersebut berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD R. Syamsudin, S.H. (RS Bunut), Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Evakuasi darurat yang dilaksanakan pada Sabtu (5/9/2026) tersebut menjadi titik terang bagi Erik yang telah berjuang melawan kelumpuhan selama dua tahun terakhir. Penanganan medis komprehensif ini terlaksana setelah pihak Pemerintah Kecamatan Cidaun bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur turun tangan langsung, termasuk membantu proses penyelesaian kendala administratif kepesertaan jaminan kesehatan BPJS Kesehatan yang sempat menunggak.

Kondisi Medis Kritis dan Riwayat Pengobatan Terhenti

Berdasarkan informasi medis yang dihimpun, kondisi fisik Erik sangat memprihatinkan saat tim medis mendatangi kediamannya. Selain mengalami kelumpuhan total pada bagian anggota gerak bawah akibat komplikasi TB tulang yang menyerang sistem sarafnya, remaja tersebut juga menderita luka terbuka (dekubitus) yang cukup luas di beberapa bagian tubuh akibat terbaring terlalu lama tanpa perawatan intensif.

Penyakit TB tulang dan TB otak yang diderita Erik sebenarnya bukanlah diagnosa baru. Sekitar dua tahun lalu, Erik sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, akibat keterbatasan ekonomi keluarga serta kendala jarak dan operasional dari wilayah Cianjur Selatan, proses pengobatan berkala tersebut terpaksa dihentikan di tengah jalan sebelum dinyatakan sembuh total oleh tim dokter.

Penghentian pengobatan TB secara sepihak atau drop out berobat memiliki risiko amat tinggi bagi pasien. Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang tidak sepenuhnya musnah dapat berkembang menjadi resisten terhadap obat baku, bahkan menggerogoti organ tubuh lain termasuk tulang belakang dan selaput otak, yang berujung pada kelumpuhan permanen jika tidak segera ditangani secara khusus oleh tim dokter spesialis.

Intervensi Cepat Pemerintah dan Pelunasan Tunggakan BPJS

Proses penanganan darurat terhadap Erik berawal dari laporan masyarakat setempat yang merasa prihatin melihat kondisi sang remaja. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh pihak Pemerintah Kecamatan Cidaun yang mengonsolidasikan lintas sektor untuk memberikan pertolongan medis secepat mungkin.

Camat Cidaun, Gagan Rusganda, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur serta instansi terkait begitu menerima informasi mengenai kondisi kesehatan Erik yang semakin memburuk.

"Begitu kami dapat laporan hari Kamis siang, saya langsung kontak Pak Sekdis Kesehatan Cianjur supaya penanganannya cepat. Besok paginya, tim puskesmas dan aparat desa langsung turun ke rumah pasien," ujar Gagan saat memberikan keterangan resminya.

Selain merespons dari sisi medis, pihak kecamatan dan desa juga langsung mengidentifikasi masalah utama penundaan pengobatan, yakni adanya tunggakan iuran BPJS Kesehatan milik keluarga pasien. Guna memastikan Erik mendapatkan hak pelayanan medis tanpa hambatan finansial, pihak Pemerintah Kecamatan Cidaun bersama jajaran terkait mengambil langkah konkret untuk melunasi seluruh tunggakan iuran BPJS Kesehatan tersebut.

Proses Evakuasi dan Pengobatan Rujukan di RS Bunut

Setelah seluruh berkas administrasi dan kepesertaan BPJS Kesehatan dinyatakan aktif kembali, tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Cidaun mendampingi penuh proses rujukan dan evakuasi Erik. Perjalanan darat dari wilayah selatan Cianjur menuju Kota Sukabumi menempuh waktu beberapa jam menggunakan ambulans medis standar rujukan.

Di RSUD R. Syamsudin, S.H. Sukabumi, Erik dijadwalkan menerima penanganan multidisiplin dari dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis saraf, serta tim perawatan luka. Langkah awal yang diambil meliputi:

  • Pembersihan dan Perawatan Luka: Melakukan tindakan penanganan terhadap luka terbuka di tubuh pasien guna mencegah risiko infeksi sekunder atau sepsis.
  • Evaluasi Fungsi Saraf dan Tulang: Melakukan pemeriksaan pencitraan medis mendalam untuk memetakan tingkat kerusakan pada area tulang belakang dan selaput otak.
  • Terapi Lanjutan Anti-TB: Menyusun kembali rejimen obat anti-tuberkulosis (OAT) lini khusus yang sesuai dengan kondisi klinis pasca-pengobatan terhenti.
  • Rehabilitasi Medik: Memberikan program fisioterapi secara bertahap untuk mempertahankan sisa fungsi motorik tubuh pasien.

Harapan Sembuh dan Pentingnya Pendampingan Medis

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berdomisili di wilayah pelosok pedesaan, untuk tidak melepaskan pendampingan terhadap anggota keluarga yang sedang menjalani terapi penyakit menular seperti TB. Kesadaran untuk menuntaskan pengobatan hingga selesai merupakan kunci utama agar komplikasi berat tidak terulang kembali.

Kini, keluarga Erik dan warga Desa Cibuluh berharap besar agar penanganan intensif di RSUD R. Syamsudin, S.H. Sukabumi mampu memulihkan kesehatan Erik secara bertahap. Aksi cepat tanggap ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara masyarakat, puskesmas, dan pemerintah daerah dalam menyelamatkan nyawa warga kurang mampu.

Erik Setiawan (14), warga Desa Cibuluh, Cidaun, Cianjur yang mengalami kelumpuhan akibat TB tulang dan TB otak, resmi dievakuasi ke RSUD R. Syamsudin, S.H. Sukabumi. Pihak Kecamatan Cidaun turun tangan melunasi tunggakan BPJS Kesehatan pasien agar proses rujukan dan perawatan multidisiplin dokter spesialis berjalan tanpa hambatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer7
TENTANG PENULIS writer7

Bacaan Terkait

Comments (0)

User