Bamsoet Usulkan Tiga Program Studi Baru di UNPERBA untuk 2026
Anggota DPR RI Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, terus menunjukkan perhatiannya terhadap masa depan pendidikan tinggi di Tanah Air. Terbaru, ia menggagas penambahan tiga program studi baru ...
Anggota DPR RI Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, terus menunjukkan perhatiannya terhadap masa depan pendidikan tinggi di Tanah Air. Terbaru, ia menggagas penambahan tiga program studi baru di lingkungan Universitas Perjuangan Bangsa (UNPERBA) yang ditargetkan dapat berjalan pada tahun akademik 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh pasar kerja.
Menurut Bamsoet, dunia pendidikan tidak boleh berjalan di tempat. Perubahan lanskap ekonomi, pesatnya teknologi digital, serta bergesernya pola industri menuntut kampus untuk bergerak lebih cepat dalam menyesuaikan kurikulum dan rumpun keilmuan. Karena itu, penambahan program studi dinilai bukan sekadar menambah jumlah, melainkan membuka jalur baru bagi generasi muda agar siap bersaing.
Menjawab Kesenjangan antara Kampus dan Industri
Salah satu persoalan klasik yang kerap disorot adalah kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha. Tidak sedikit perusahaan yang mengeluhkan kesulitan mencari tenaga kerja terampil, sementara di sisi lain jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah setiap tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan pada kuantitas, melainkan pada relevansi keahlian yang dimiliki para lulusan.
Bamsoet menilai, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memangkas kesenjangan tersebut. Caranya antara lain dengan melibatkan pelaku industri sejak tahap perumusan kurikulum, memperbanyak program magang, serta menghadirkan praktisi sebagai pengajar tamu. Dengan pola seperti ini, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pengalaman nyata yang sesuai dengan standar tempat mereka akan bekerja kelak.
Ia juga mengingatkan bahwa bonus demografi yang sedang dialami Indonesia akan menjadi sia-sia apabila angkatan kerja muda tidak dibekali keterampilan yang tepat. Justru dengan pembekalan yang matang, generasi produktif bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa dekade ke depan.
Tiga Program Studi Baru yang Dinilai Strategis
Usulan tiga program studi baru di UNPERBA disusun melalui kajian kebutuhan pasar serta tren perkembangan sektor ekonomi ke depan. Bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi digital, pengelolaan data, serta ekonomi kreatif disebut-sebut menjadi perhatian utama, mengingat sektor tersebut terus mencetak permintaan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Selain membuka program studi anyar, kampus juga didorong memperkuat program studi yang sudah ada agar tetap mutakhir. Pembaruan materi ajar, peningkatan kualitas dosen, serta penyediaan fasilitas laboratorium yang memadai menjadi bagian dari agenda besar peningkatan mutu institusi. Dengan begitu, kehadiran program studi baru berjalan seiring dengan penguatan fondasi akademik yang telah dibangun sebelumnya.
Bamsoet berharap proses perizinan dan persiapan dapat berjalan lancar sehingga program-program tersebut benar-benar siap menerima mahasiswa angkatan pertama pada 2026. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pihak yayasan, rektorat, dan kementerian terkait agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendidikan Tinggi sebagai Pilar Daya Saing Bangsa
Lebih jauh, Bamsoet memandang pendidikan tinggi sebagai salah satu pilar utama dalam membangun daya saing bangsa. Negara-negara maju, menurutnya, selalu menempatkan investasi besar pada sektor pendidikan dan riset karena menyadari bahwa sumber daya manusia adalah aset paling berharga. Indonesia, dengan jumlah penduduk yang besar, memiliki potensi luar biasa apabila sumber daya manusianya dikelola dengan serius.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kunci. Kampus menyediakan ilmu dan talenta, pemerintah memberikan dukungan kebijakan, sementara industri membuka ruang praktik serta penyerapan kerja. Ketika ketiganya bergerak selaras, lulusan perguruan tinggi tidak lagi kesulitan mencari tempat berkarya.
Ia juga mendorong agar kampus swasta seperti UNPERBA tidak minder bersaing dengan perguruan tinggi negeri. Dengan tata kelola yang baik dan keberanian berinovasi, kampus swasta justru bisa lebih lincah merespons perubahan kebutuhan pasar kerja. Kehadiran program studi baru yang relevan menjadi bukti nyata dari kelincahan tersebut.
Pada akhirnya, Bamsoet menegaskan bahwa tujuan besar dari seluruh ikhtiar ini adalah melahirkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap kerja. Pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri bukan sekadar slogan, melainkan keharusan agar generasi muda mampu mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan tidak cepat berpuas diri demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.
Comments (0)