Pratikno Bantah Kabar Mundur, Pastikan Masih Aktif Bertugas di Bromo
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno akhirnya buka suara menanggapi kabar miring yang belakangan beredar luas di ruang publik. Ia diterpa isu tengah jatuh...
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno akhirnya buka suara menanggapi kabar miring yang belakangan beredar luas di ruang publik. Ia diterpa isu tengah jatuh sakit hingga disebut-sebut bakal melepaskan jabatannya dari kabinet. Dengan tegas, Pratikno menepis seluruh rumor tersebut dan memastikan kondisi kesehatannya dalam keadaan baik serta masih menjalankan amanah sebagai pembantu presiden.
Alih-alih berdiam diri di rumah untuk beristirahat seperti yang diisukan, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada tersebut justru tengah berada di lapangan. Pratikno diketahui ikut serta dalam rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Kehadirannya dalam forum itu sekaligus menjadi bukti nyata bahwa dirinya tetap aktif bekerja dan sama sekali tidak memiliki rencana untuk mundur dari posisi Menko PMK.
Menurut Pratikno, tidak ada alasan apa pun baginya untuk meninggalkan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadanya. Ia menyebut keberadaannya di kawasan Bromo merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara, bukan untuk menepi dari pemerintahan. Penjelasan ini disampaikan guna meluruskan informasi yang simpang siur supaya tidak menimbulkan kebingungan maupun keresahan di tengah masyarakat.
Kabar mengenai kondisi kesehatan dan isu pengunduran diri pejabat publik memang kerap menyebar cepat melalui media sosial tanpa verifikasi yang memadai. Dalam banyak kasus, informasi semacam itu terbukti tidak benar dan justru mengalihkan perhatian publik dari agenda-agenda penting yang sedang dikerjakan pemerintah. Karena itu, keterangan langsung dari pejabat bersangkutan menjadi penting untuk menjernihkan situasi.
Turun Langsung Tangani Karhutla di Bromo
Dalam agenda kerjanya di Jawa Timur, Pratikno memantau secara langsung upaya penanggulangan kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ia mengikuti rapat bersama jajaran terkait untuk membahas langkah percepatan pemadaman api sekaligus pencegahan munculnya titik api baru. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi perhatian utama, mengingat karhutla di kawasan konservasi membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan terpadu.
Kebakaran yang menyentuh kawasan Bromo memang menjadi sorotan serius pemerintah pusat. Selain mengancam ekosistem serta keanekaragaman hayati di dalam taman nasional, karhutla turut berdampak pada sektor pariwisata dan keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung. Asap tebal yang timbul dari kebakaran juga berpotensi mengganggu kesehatan warga apabila tidak segera dikendalikan dalam waktu singkat.
Sejumlah langkah strategis dibahas dalam rapat koordinasi tersebut, mulai dari pengerahan personel gabungan, pemanfaatan teknologi pemadaman melalui jalur udara, hingga pembuatan sekat bakar agar api tidak merambat ke wilayah yang lebih luas. Pratikno menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat setempat demi memadamkan api hingga benar-benar tuntas.
Tegaskan Komitmen Bekerja Penuh
Pratikno menegaskan bahwa dirinya masih memegang penuh tanggung jawab sebagai Menko PMK. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, apalagi kabar yang beredar tanpa konfirmasi resmi dari pihak terkait. Menurutnya, seluruh jajaran Kemenko PMK hingga detik ini tetap bekerja seperti biasa, menjalankan beragam program pembangunan manusia dan kebudayaan sesuai arahan yang diberikan presiden.
Sebagai lembaga koordinatif, Kemenko PMK memang memegang peran strategis dalam penanganan berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk respons cepat terhadap bencana. Keterlibatan langsung Pratikno dalam penanganan karhutla Bromo dinilai mencerminkan keseriusan pemerintah dalam melindungi kawasan konservasi sekaligus memastikan keselamatan warga yang terdampak bencana kebakaran.
Klarifikasi yang disampaikan Pratikno diharapkan mampu meredam spekulasi liar yang berkembang belakangan ini. Ia mengajak seluruh pihak memusatkan perhatian pada persoalan yang lebih mendesak, yakni memastikan kebakaran di kawasan Bromo segera teratasi dan masyarakat terdampak memperoleh penanganan yang layak. Hingga kini, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan yang bertugas di lapangan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk turut serta mencegah kebakaran dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar, terutama pada musim kemarau ketika vegetasi kering mudah terbakar. Partisipasi aktif seluruh elemen menjadi kunci agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.
Comments (0)