SURAKARTA — LKBN ANTARA Perkuat Kompetensi Jurnalistik Pers Mahasiswa UNS
Suasana ruang pelatihan di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tampak dipenuhi antusiasme puluhan jurnalis muda dari Lembaga Pers M
Suasana ruang pelatihan di lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tampak dipenuhi antusiasme puluhan jurnalis muda dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Di tengah dinamika transformasi digital yang kian masif, Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA mengambil langkah konkrit untuk menajamkan kompetensi serta menegakkan prinsip dasar etika jurnalistik di kalangan awak pers kampus. Program pembinaan intensif ini dirancang khusus untuk memadukan keahlian teknis pelaporan dengan kesadaran moral yang kokoh dalam mengarungi era banjir informasi.
Sebagai kantor berita negara yang memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah pers nasional, LKBN ANTARA memandang pers mahasiswa sebagai garda depan pencetakan generasi jurnalis profesional. Pelatihan ini membedah berbagai persoalan krusial yang kerap dihadapi media independen kampus, mulai dari teknik verifikasi data hingga tanggung jawab sosial dalam menyajikan berita bagi khalayak publik.
Menjaga Etika Jurnalistik di Tengah Arus Informasi Digital
Kemajuan teknologi informasi membuat arus penyebaran berita berlangsung tanpa sekat dan terjadi dalam hitungan detik. Namun, kecepatan ini kerap menumbalkan keakuratan serta prinsip independensi berita. Dalam sesi pemaparan materi, pemateri dari LKBN ANTARA menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJI) sebagai kompas moral utama setiap aktivis pers mahasiswa.
"Pers mahasiswa adalah kawah candradimuka bagi calon jurnalis masa depan. Memahami etika jurnalistik bukan sekadar formalitas akademik, melainkan benteng utama dalam menjaga integritas, kebenaran, dan kepercayaan publik," ujar pemateri senior LKBN ANTARA di hadapan para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, lebih dari 50 mahasiswa yang mewakili berbagai LPM di lingkungan UNS dibekali pemahaman mendalam mengenai teknik konfirmasi berimbang (cover both sides), penghormatan terhadap hak privasi nara sumber, hingga tata cara penulisan berita yang terbebas dari unsur fitnah dan prasangka.
Transformasi Standar Pelaporan Media Campus
Selain penekanan pada aspek etis, pelatihan ini memberikan pengayaan metodologis. Para peserta diajak membedah perbedaan mendasar antara praktik pelaporan amatir dengan standar jurnalisme profesional berbasis metodologi riset yang ketat. Pelatihan mencakup simulasi penulisan berita mendalam (depth reporting), verifikasi konten media sosial, serta penguasaan teknik wawancara investigatif.
Berikut adalah perbandingan fokus penguatan kapasitas yang disajikan LKBN ANTARA bagi pers mahasiswa UNS:
| Aspek Jurnalistik | Tantangan Pers Mahasiswa | Standar Penguatan LKBN ANTARA |
|---|---|---|
| Verifikasi Data | Terpaku pada satu sumber opini digital | Teknik konfirmasi multisumber dan uji fakta (fact-checking) |
| Penerapan Etika | Rentan pelanggaran hak cipta dan prasangka | Kepatuhan mutlak pada Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers |
| Penyajian Berita | Terbatas pada konten naratif sederhana | Penulisan fitur analitis berbasis data dan multimedia |
Penguatan kapasitas ini diharapkan mampu mengikis praktik disinformasi serta keberpihakan yang tidak objektif saat mahasiswa meliput isu-isu sensitif, baik di skala internal kampus maupun pada ranah sosial masyarakat yang lebih luas.
Komitmen Membangun Ekosistem Media Bebas Disinformasi
Perwakilan pihak rektorat Universitas Sebelas Maret menyambut positif inisiatif pembinaan yang dilakukan oleh Perum LKBN ANTARA. Pihak kampus menilai kolaborasi dengan lembaga pers bereputasi nasional merupakan langkah nyata untuk mengerek kualitas penerbitan media mahasiswa agar mampu bersaing dan memberikan edukasi publik yang sehat.
"Di tengah maraknya hoaks dan manipulasi fakta di ruang siber, wartawan muda harus berdiri tegak di atas fondasi kebenaran intelektual," tegas salah satu pendamping LPM UNS. Melalui program pembekalan ini, pers mahasiswa tidak lagi sekadar menjadi penyalur aspirasi internal, tetapi tumbuh sebagai media yang kredibel, berdedikasi, serta berpegang teguh pada nilai-nilai keadilan publik.




Comments (0)