MTQ Nasional 2026 di Semarang Resmi Dibuka, Diikuti Ribuan Kafilah
SEMARANG, Patokan.com — Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 secara resmi dibuka di Lapangan Pancasila,
SEMARANG, Patokan.com — Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 secara resmi dibuka di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (12/9/2026) malam. Ajang syiar Islam bergengsi dua tahunan ini menyatukan ribuan qari, qariah, hafiz, serta mufasir terbaik dari seluruh pelosok Tanah Air.
Sebanyak 2.242 peserta yang tergabung dalam kafilah dari 37 provinsi di Indonesia dipastikan siap bertanding memperebutkan gelar juara umum. Gelaran tahun ini tercatat sebagai salah satu kompetisi Al-Qur'an dengan jumlah delegasi terbesar pasca-pemekaran sejumlah daerah otonomi baru.
Semarak Pembukaan di Jantung Kota Semarang
Upacara pembukaan berlangsung megah dengan perpaduan atraksi tata cahaya spektakuler, tarian kolosal bernuansa Islami khas pesisir Jawa Tengah, serta defile kontingen dari seluruh Nusantara. Ribuan masyarakat tampak memadati kawasan Simpang Lima guna menyaksikan momen seremonial tersebut secara langsung.
"MTQ bukan sekadar ajang unjuk kebolehan membaca dan menghafal Al-Qur'an, melainkan momentum mempererat ukhuwah wathaniyah serta menginternalisasi nilai-nilai universal kitab suci dalam kehidupan berbangsa," ujar perwakilan panitia nasional dalam sambutannya.
Rangkaian seremoni pembukaan berlangsung secara berurutan sebagai berikut:
- Defile Kafilah: Parade perwakilan peserta dari 37 provinsi yang membawa panji daerah masing-masing melintasi panggung utama.
- Pengibaran Bendera LPTQ: Prosesi pengibaran bendera Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an diiringi lagu mars resmi.
- Pelantikan Dewan Hakim: Pengambilan sumpah netralitas dan integritas seluruh juri serta panitera yang bertugas selama sepekan penuh.
- Penekanan Tombol Sirine: Simbol peresmian pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 yang diiringi gema tabuhan bedug dan pertunjukan kembang api digital.
Ragam Cabang Lomba: Dari Tilawah hingga Tafsir Tiga Bahasa
Kompetisi yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan ini menyuguhkan berbagai cabang perlombaan untuk berbagai tingkatan usia, mulai dari golongan anak-anak, remaja, dewasa, hingga tunanetra. Panitia telah menyiapkan sejumlah lokasi representatif di Kota Semarang, termasuk Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Raya Baiturrahman, dan sejumlah auditorium perguruan tinggi ternama.
Adapun cabang perlombaan utama yang digelar meliputi:
- Seni Baca Al-Qur’an (Tilawah): Kategori Tartil, Tilawah Anak-anak, Remaja, Dewasa, dan Mujawwad.
- Hafalan Al-Qur’an (Hifzhil Qur'an): Meliputi golongan 1 juz dan tilawah, 5 juz, 10 juz, 20 juz, hingga 30 juz penuh.
- Tafsir Al-Qur’an: Terdiri atas Tafsir Bahasa Arab, Tafsir Bahasa Indonesia, serta Tafsir Bahasa Inggris.
- Fahmil dan Syarhil Qur'an: Uji cerdas cermat pemahaman kandungan ayat dan seni penyampaian pidato pesan Al-Qur'an.
- Seni Kaligrafi Islam (Khat): Kategori naskah, hiasan mushaf, dekorasi, hingga kaligrafi kontemporer.
- Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ): Riset akademis berbasis isu-isu kontemporer yang dianalisis menggunakan perspektif Al-Qur'an.
Transformasi Digital dan Penjurian Transparan
Pada edisi ke-31 ini, panitia menerapkan sistem penilaian digital berbasis e-MTQ dan e-Scoring secara terintegrasi. Teknologi ini digunakan untuk memastikan proses penilaian berjalan secara transparan, akuntabel, dan real-time. Layar pantau nilai langsung ditampilkan sesaat setelah para peserta menuntaskan giliran tampil di panggung mimbar tilawah.
Melalui standardisasi penjurian yang ketat dan fasilitas yang memadai, MTQ Nasional 2026 diharapkan dapat melahirkan generasi qurani berprestasi yang siap mewakili Indonesia di kancah Musabaqah Internasional di Timur Tengah maupun negara lainnya.




Comments (0)