Saksi Parkir Ungkap Detik-detik Penemuan Mayat di Klinik Jaksel

Langit Jakarta Selatan masih temaram ketika seorang juru parkir bernama Andi (bukan nama sebenarnya) memulai tugasnya di kawasan komersial Kebayoran Baru. Pukul 06.00 WIB, jalanan mulai dipenuhi kenda...

Jul 28, 2026 - 03:34
0 0
Saksi Parkir Ungkap Detik-detik Penemuan Mayat di Klinik Jaksel

Langit Jakarta Selatan masih temaram ketika seorang juru parkir bernama Andi (bukan nama sebenarnya) memulai tugasnya di kawasan komersial Kebayoran Baru. Pukul 06.00 WIB, jalanan mulai dipenuhi kendaraan yang mencari tempat parkir. Namun, pagi itu menjadi berbeda ketika ia mendapati pintu sebuah klinik kesehatan dalam kondisi terbuka tidak seperti biasanya.

Kronologi Penemuan yang Mengejutkan

Andi menuturkan, klinik tersebut biasanya dikunci rapat hingga pukul 08.00. “Pintu depan klinik itu sedikit terbuka. Saya pikir ada yang baru datang, tapi kok lampu di dalam mati,” kenangnya. Karena penasaran, ia mendekat dan mengetuk pintu. Tidak ada respons. Saat mendorong pintu lebih lebar, ia melihat sesosok pria tergeletak di lantai ruang tengah.

“Saya langsung mundur dan memanggil Pak RT serta satpam kompleks. Kami bersama-sama masuk dan mengecek kondisi orang itu. Ternyata sudah tidak bernyawa,” lanjutnya. Pria tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Sutrimo, seorang warga Petogogan, Kebayoran Baru.

Menurut keterangan Andi, tidak ada suara mencurigakan pada malam sebelumnya. Ia yang biasa bekerja hingga pukul 22.00 tidak melihat aktivitas tidak wajar di sekitar klinik. Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis pembatas.

Penyelidikan Mendalam Kepolisian

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP M. Syahduddi, turun langsung ke lokasi. “Kami sedang melakukan penyelidikan intensif. Jenazah sudah dibawa ke RSCM untuk autopsi. Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil laboratorium keluar,” ujarnya kepada wartawan.

Polisi mengantongi keterangan dari lima saksi, termasuk juru parkir, pemilik klinik, dua perawat, dan seorang tetangga. Semuanya dimintai keterangan secara terpisah untuk menghindari kesesuaian cerita. Selain itu, rekaman CCTV dari toko sebelah klinik dan sebuah minimarket di seberang jalan tengah dianalisis.

Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda perampokan. Dompet korban masih berisi uang tunai dan kartu identitas. Ponselnya pun masih berada di saku celana. Hal ini memperlemah motif pencurian.

Rekam Medis dan Identitas Korban

Informasi yang dihimpun menyebut Sutrimo berusia 52 tahun dan memiliki riwayat penyakit jantung. Ia tercatat sebagai pasien reguler di klinik tersebut untuk kontrol rutin. Pihak klinik menyatakan bahwa Sutrimo terakhir kali berobat seminggu sebelum kejadian dan tidak ada jadwal kunjungan pada hari penemuan.

“Dia (Sutrimo) memang sering datang sendiri. Kadang hanya untuk konsultasi atau beli obat. Kami kaget sekali mendengar kabar ini,” kata seorang perawat klinik yang tidak mau disebutkan namanya.

Polisi juga sedang mendalami kemungkinan bahwa Sutrimo masuk ke klinik pada malam hari setelah jam operasional. Bagaimana ia bisa berada di dalam klinik terkunci menjadi pertanyaan besar. Tim Inafis menemukan tidak ada kerusakan pada pintu atau jendela.

Tangis Keluarga Korban

Kabar kematian Sutrimo langsung menggemparkan keluarganya di Gang H. Amsar, Petogogan. Sumarni (50), istri korban, tidak kuasa menahan tangis saat dimintai keterangan. “Suami saya pergi dari rumah kemarin sore, katanya mau ketemu teman. Tidak ada firasat apa-apa,” ucapnya dengan suara bergetar.

Anak sulung korban, Rizky (25), meminta polisi mengusut tuntas penyebab kematian ayahnya. “Kami ingin tahu apakah murni karena sakit atau ada unsur lain. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Keresahan Warga Kebayoran Baru

Penemuan jenazah di klinik tersebut menimbulkan keresahan di kalangan warga. Beberapa pasien yang biasa berobat mengaku ragu untuk kembali ke klinik sebelum ada kejelasan. Ketua RW setempat, Marzuki, mengimbau warga tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

“Kami berharap hasil autopsi cepat keluar. Ini menyangkut keamanan dan kenyamanan lingkungan kami. Klinik itu kan banyak yang pakai,” katanya.

Kesaksian Kunci Juru Parkir

Sebagai saksi pertama, Andi menjadi sosok sentral dalam pengungkapan kasus ini. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak melihat orang lain masuk atau keluar klinik pada pagi itu. “Saya hanya menjalankan tugas, melapor karena ada yang janggal. Saya tidak menyangka akan jadi seramai ini,” ucapnya.

Polisi mengapresiasi kesigapan Andi. “Kesaksian tukang parkir ini sangat membantu. Kepekaannya patut dicontoh. Jika ada hal mencurigakan di lingkungan, segera laporkan,” kata AKBP Syahduddi.

Proses Hukum Berlanjut

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi belum menetapkan tersangka ataupun mengarah pada kesimpulan tertentu. Pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi kunci akan dilakukan dalam waktu dekat. Publik menanti hasil autopsi dan pengumuman resmi dari kepolisian yang dijanjikan paling lambat dua hari ke depan.

Apakah Sutrimo meninggal akibat sakit atau ada sebab lain? Jawabannya masih menjadi misteri yang coba diurai oleh tim penyidik. Yang jelas, kesaksian seorang juru parkir telah membuka tabir awal dari tragedi di klinik Kebayoran Baru itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User