Wakapolres Tangsel Angkat Bicara Soal Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba

Wakapolres Tangerang Selatan akhirnya memberikan penjelasan resmi perihal dugaan keterlibatan sejumlah personel dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Dalam keterangannya, ia membenarkan bahwa pihaknya s...

Jul 28, 2026 - 03:34
0 0
Wakapolres Tangsel Angkat Bicara Soal Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba

Wakapolres Tangerang Selatan akhirnya memberikan penjelasan resmi perihal dugaan keterlibatan sejumlah personel dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Dalam keterangannya, ia membenarkan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota, termasuk di antaranya pejabat tinggi di Satuan Reserse Narkoba.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons ramainya pemberitaan yang menyebutkan adanya oknum aparat di lingkungan Polres Tangsel yang diduga terlibat dalam praktik haram tersebut. Meski belum merinci identitas secara terbuka, Wakapolres menegaskan bahwa proses pendalaman peran masing-masing individu masih berjalan intensif.

Dugaan Kuat Menyeret Satuan Antinarkoba

Sorotan utama publik tertuju pada dugaan keterlibatan Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) dan beberapa bawahannya. Jika terbukti, kasus ini akan menjadi ironi besar karena justru mereka yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba malah terjerat dalam pusaran yang sama.

Informasi awal yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa dugaan penyalahgunaan ini terungkap dari laporan internal yang kemudian ditindaklanjuti oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Seluruh personel yang diduga terlibat langsung ditarik dari tugas lapangan dan ditempatkan di tempat khusus selama pemeriksaan berlangsung.

Pemeriksaan Mendalam oleh Propam

Wakapolres Tangsel mengungkapkan, pemeriksaan terhadap tujuh personel ini meliputi tes urine, interogasi menyeluruh, dan pemeriksaan barang bukti pendukung. “Kami tidak akan pandang bulu. Siapa pun yang bersalah pasti diproses sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya dengan nada tegas.

Pihaknya juga memastikan bahwa proses ini dilakukan secara transparan dengan melibatkan pengawasan dari atasan langsung dan Divisi Propam Mabes Polri. Hal ini untuk menjaga akuntabilitas serta menghindari kecurigaan adanya upaya melindungi oknum tertentu.

Respons Internal dan Eksternal

Di kalangan internal, kabar ini menimbulkan keguncangan moral. Sejumlah anggota yang tidak terlibat mengaku kecewa dan berharap agar institusi bertindak cepat untuk mengembalikan kepercayaan publik. Sementara itu, dari luar, Lembaga swadaya masyarakat dan aktivis antinarkoba mendesak agar Polres Tangsel membuka hasil penyelidikan secara utuh.

“Ini adalah ujian integritas bagi kepolisian. Jika ada oknum yang bermain dengan narkoba, sanksinya harus lebih berat karena mereka pengkhianat amanah rakyat,” kata seorang pengamat kebijakan publik yang enggan disebutkan namanya.

Komitmen Berantas Sampai Akar

Menyikapi hal tersebut, Wakapolres menekankan bahwa Kapolres dan seluruh jajaran pimpinan berkomitmen penuh untuk membersihkan institusi dari praktik tercela. “Tidak ada tempat bagi pengguna maupun pengedar narkoba di tubuh Polri, apalagi yang bertugas di Satuan Narkoba,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan sambil tetap memberikan informasi bila memiliki bukti tambahan yang relevan. Pihak kepolisian berjanji akan terus menginformasikan perkembangan kasus ini secara berkala kepada publik.

Peluang Hukuman Maksimal

Jika nantinya terbukti bersalah, para personel yang terlibat tidak hanya menghadapi sanksi etik pemecatan tidak dengan hormat, tetapi juga pidana penjara sesuai Pasal 112 dan 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman ini bisa diperberat karena status mereka sebagai aparat penegak hukum.

Pengamat hukum menyebutkan bahwa kasus semacam ini seringkali menjadi momentum reformasi di tubuh kepolisian. “Ketika institusi berani ‘membedah’ diri sendiri, di situlah letak kekuatan untuk membersihkan citra negatif yang selama ini melekat,” tambahnya.

Desakan Pengawasan dari Pihak Eksternal

Sementara itu, desakan agar kasus ini diawasi oleh lembaga independen mulai menguat. Sejumlah elemen masyarakat sipil, termasuk Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Jaringan Anti Narkoba, secara terbuka meminta keterlibatan Komisi Kepolisian Nasional dan Ombudsman. Mereka khawatir, jika penyelidikan hanya berjalan secara internal, potensi konflik kepentingan akan melemahkan objektivitas hasil akhir. “Transparansi adalah kunci agar publik tetap percaya,” pungkas seorang aktivis. Dengan demikian, masyarakat menunggu dengan penuh harap agar keadilan benar-benar ditegakkan di institusi yang seharusnya menjadi pelindung dari bahaya narkoba.

Penutup: Menanti Hari Pembuktian

Kini seluruh mata tertuju pada Polres Tangerang Selatan dan bagaimana mereka menuntaskan kasus yang melibatkan anak buahnya sendiri. Publik menaruh harapan besar agar proses hukum berjalan adil tanpa tebang pilih. “Kami minta maaf atas kegaduhan ini dan berjanji akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tutup Wakapolres.

Proses internal saat ini masih terus bergulir. Informasi resmi berikutnya dijadwalkan akan dirilis dalam satu pekan ke depan, bersamaan dengan hasil akhir pemeriksaan dari Propam serta sidang kode etik yang bakal digelar secara tertutup.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User