Application Name Application Name

Patokan

Hukum

Ricuh Demo Mahasiswa di Simpang Gramedia, Enam Luka

Yogyakarta – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di kawasan Simpang 4 Gramedia pada Kamis siang berujung ricuh. Enam mahasisw...

Ricuh Demo Mahasiswa di Simpang Gramedia, Enam Luka

Yogyakarta – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di kawasan Simpang 4 Gramedia pada Kamis siang berujung ricuh. Enam mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka akibat benturan fisik yang dipicu oleh provokasi dari pihak tak bertanggung jawab. Meski demikian, situasi di lokasi akhirnya berhasil dikendalikan dan kembali kondusif setelah aparat kepolisian turun tangan.

Kronologi Aksi

Ribuan mahasiswa dari dua kampus terbesar di Yogyakarta itu sejak pagi hari telah berkumpul di titik nol kilometer. Mereka membawa sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan sektor pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa. Aksi berlangsung damai hingga sekitar pukul 13.00 WIB, ketika sekelompok orang tak dikenal mulai memprovokasi massa. Lemparan botol dan batu terjadi, memicu saling dorong antara peserta demo dan aparat keamanan yang berjaga.

Kericuhan terjadi saat massa mencoba menerobos barikade polisi di dekat perempatan Gramedia. Sejumlah mahasiswa terjatuh dan terluka akibat desakan massa serta terkena lemparan benda keras. Petugas kepolisian dengan sigap membentuk pagar betis dan mengevakuasi korban ke pos kesehatan terdekat. Enam mahasiswa yang terdiri dari empat mahasiswa UGM dan dua mahasiswa UNY dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan intensif.

Identifikasi Korban

Dari informasi yang dihimpun, para korban mengalami luka ringan hingga sedang, seperti memar, lecet, dan satu orang mengalami patah tulang ringan di bagian lengan. Pihak kampus UGM dan UNY langsung mengirimkan tim medis dan psikolog untuk mendampingi mahasiswa yang terluka. Rektor UGM melalui juru bicaranya menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut dan meminta agar aksi mahasiswa tetap mengedepankan jalur dialog. Sementara itu, Rektor UNY juga mengimbau mahasiswanya untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga ketertiban.

Provokasi dan Penanganan

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol. Aditya Surya Dharma, dalam keterangan persnya menyebutkan bahwa provokasi berasal dari sekelompok kecil yang menyusup ke dalam massa aksi. Mereka diduga memiliki agenda tertentu untuk mengalihkan isu utama demo. Polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga sebagai provokator dan tengah diperiksa secara intensif. “Kami mengimbau semua pihak untuk tidak mudah terpancing. Aksi damai adalah hak konstitusional, namun harus dilakukan tanpa kekerasan,” ujarnya.

Setelah kericuhan mereda, aparat kepolisian bersama panitia aksi membersihkan lokasi dari puing-puing dan benda berbahaya. Jalan di sekitar Simpang 4 Gramedia yang sempat ditutup total kini sudah bisa dilalui kendaraan sejak pukul 15.30 WIB. Lalu lintas kembali normal setelah petugas melakukan rekayasa arus selama beberapa jam.

Tanggapan Mahasiswa

Salah satu koordinator aksi, Andi Prasetyo, mahasiswa UGM, mengatakan bahwa pihaknya menyesalkan adanya provokasi yang mencederai esensi demo. “Kami datang dengan damai, menyuarakan aspirasi. Namun ada oknum yang sengaja membuat ricuh. Kami tetap akan melanjutkan aksi dalam bentuk dialog dengan pemerintah,” tegasnya. Ia juga memastikan bahwa tuntutan utama terkait kenaikan UKT dan revisi UU Pendidikan akan terus diperjuangkan melalui jalur resmi.

Mahasiswa UNY, Dewi Sartika, yang juga ikut dalam aksi, mengaku trauma dengan kejadian tersebut. “Saya melihat teman-teman jatuh dan berdarah. Ini pengalaman pahit, tapi semoga tidak mengurangi semangat kami untuk menyuarakan kebenaran,” ucapnya sambil menahan tangis.

Kondisi Terkini

Hingga sore hari, situasi di Yogyakarta berangsur tenang. Pihak kepolisian memperketat pengamanan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi aksi susulan. Sementara itu, rumah sakit melaporkan bahwa kondisi enam mahasiswa yang terluka sudah stabil dan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang. Hanya satu mahasiswa yang masih menjalani rawat inap untuk observasi lebih lanjut.

Demo mahasiswa kali ini menjadi pengingat bahwa aspirasi rakyat harus disalurkan dengan tertib dan tanpa kekerasan. Pemerintah daerah diharapkan dapat merespons tuntutan mahasiswa secara bijak agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat Yogyakarta pun berharap agar suasana akademik tetap kondusif dan tidak terganggu oleh insiden serupa di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer7
TENTANG PENULIS writer7

Bacaan Terkait

Comments (0)

User