Polda Metro Jaya Klarifikasi: Kasat Narkoba Tangsel Tidak Terjerat Peredaran Etomidate
Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya secara resmi memberikan klarifikasi sekaligus bantahan keras terhadap isu yang menyebutkan bahwa Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Kepolisian Resor...
Jakarta – Kepolisian Daerah Metro Jaya secara resmi memberikan klarifikasi sekaligus bantahan keras terhadap isu yang menyebutkan bahwa Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Kepolisian Resor Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman, terlibat dalam jaringan penyalahgunaan dan peredaran gelap etomidate. Dalam keterangan resmi yang dirilis pada hari ini, pihak Polda Metro Jaya menegaskan bahwa tidak terdapat satu pun bukti atau petunjuk yang mengarah pada keterlibatan perwira tersebut dalam aktivitas ilegal dimaksud.
Isu yang beredar di sejumlah media sosial dan aplikasi perpesanan sempat menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama setelah adanya penangkapan sejumlah tersangka yang diduga kuat mengedarkan etomidate di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Nama AKP Pardiman ikut terseret dalam narasi yang berkembang, meskipun sumber informasi awal tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Polda Metro Jaya menilai perlu adanya klarifikasi tegas untuk menjaga kepercayaan publik dan melindungi integritas institusi.
Munculnya Tuduhan di Tengah Operasi Narkoba
Bibit spekulasi mulai muncul ketika jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya dan Polres Tangsel melakukan operasi gabungan menyasar jaringan peredaran etomidate yang diduga berskala besar. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan ribuan butir pil yang mengandung zat aktif etomidate, uang tunai, serta sejumlah alat komunikasi dari para tersangka. Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab kemudian menggoreng informasi dengan menyandingkan peran AKP Pardiman yang selama ini dikenal aktif dan tegas dalam penindakan narkoba di wilayah Tangsel.
Menurut penelusuran internal, unggahan di platform tertentu menyiratkan bahwa sang Kasat Narkoba memiliki hubungan dengan salah satu bandar yang baru ditangkap. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan bahwa AKP Pardiman justru menjadi pengawas utama dalam pengungkapan kasus tersebut. Ketidakcocokan fakta ini mendorong Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya untuk melakukan audit secara cepat dan transparan.
Hasil Pemeriksaan dan Klarifikasi Resmi
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers yang digelar di Markas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa telah dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap AKP Pardiman, termasuk pemeriksaan administrasi, klarifikasi langsung, serta pengecekan jejak komunikasi dan keuangan. “Dari seluruh rangkaian pemeriksaan yang objektif dan profesional, kami menyimpulkan bahwa AKP Pardiman tidak terlibat sedikit pun dalam jaringan peredaran etomidate. Tuduhan yang beredar adalah fitnah dan tidak berdasar,” ujar perwira humas tersebut.
Lebih lanjut, pihak Polda Metro Jaya menekankan bahwa penegakan hukum di tubuh internal Polri berjalan sesuai mekanisme pengawasan yang ketat. Setiap personel yang diduga melakukan pelanggaran akan diperiksa secara adil, namun ketika tuduhan tidak terbukti, institusi wajib memulihkan nama baik yang bersangkutan. Dalam kasus AKP Pardiman, seluruh bukti menunjukkan bahwa yang bersangkutan justru berada di garda terdepan dalam memerangi peredaran etomidate.
Etomidate: Narkotika Baru yang Meresahkan
Etomidate sendiri merupakan zat anestesi intravena yang dalam dunia medis digunakan untuk induksi anestesi umum. Namun, belakangan penyalahgunaannya sebagai obat penenang ilegal dan campuran pada pil-pil palsu semakin marak di Indonesia. Zat ini bekerja cepat menekan sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dalam hitungan detik. Efek samping yang berbahaya mencakup depresi pernapasan, gangguan irama jantung, hingga potensi overdosis yang fatal. Oleh karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Badan Narkotika Nasional (BNN) memasukkan etomidate dalam daftar pengawasan ketat.
Peredaran etomidate secara gelap seringkali dilakukan dengan modus penyelundupan dari luar negeri sebagai bahan kimia penelitian atau obat generik yang tidak terdaftar. Tingginya permintaan di kalangan pengguna narkotika membuat jaringan pengedar terus berinovasi, termasuk memanfaatkan celah di jalur distribusi farmasi. Polda Metro Jaya menyatakan akan terus meningkatkan pengawasan dan kerja sama lintas lembaga untuk memberantasnya.
Komitmen Polda Metro Jaya Tegakkan Integritas
Terlepas dari klarifikasi ini, Polda Metro Jaya mengapresiasi peran serta masyarakat yang peduli terhadap kinerja aparat penegak hukum. Namun, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan dapat berpotensi menimbulkan kegaduhan internal. “Kami membuka ruang partisipasi publik, termasuk apabila ada bukti kuat tentang penyimpangan oknum, silakan laporkan melalui saluran pengaduan resmi. Tapi jangan asal menyebar tuduhan tanpa dasar yang jelas,” tambah pernyataan dari Polda.
Pihak Polres Tangsel sendiri menyambut baik langkah cepat Polda Metro Jaya. Kapolres Tangsel melalui rilis tertulisnya menyampaikan bahwa seluruh jajaran tetap fokus menjalankan tugas pokok, terutama dalam mengungkap jaringan narkoba yang selama ini meresahkan warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. AKP Pardiman dijadwalkan akan kembali memimpin langsung operasi penindakan terhadap sisa-sisa sindikat etomidate yang masih dalam pengejaran.
Di sisi lain, klarifikasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal Polri sekaligus meredam spekulasi liar. Publik disarankan untuk merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh kepolisian dan tidak terjebak pada narasi-narasi yang bertujuan mendiskreditkan institusi. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa peredaran narkoba, termasuk etomidate, memerlukan sinergi antara aparat dan masyarakat untuk dituntaskan.
Polda Metro Jaya menutup keterangannya dengan menegaskan kembali bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun, termasuk anggota Polri, yang terbukti terlibat dalam kejahatan narkoba. Namun, upaya menjatuhkan orang-orang yang berprestasi dengan fitnah juga merupakan kejahatan yang tidak dibenarkan. Saat ini, fokus penyelidikan tetap pada penuntasan jaringan utama dan penelusuran sumber pasokan etomidate yang masuk ke wilayah Jabodetabek.
Comments (0)