Application Name Application Name

Patokan

Lampung

Polda Banten Pastikan Temuan Rompi Pelampung Bukan Milik KM Arupadhatu

SERANG — Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengonfirmasi bahwa serangkaian barang temuan yang dievakuasi dari perairan Selat Sunda pada hari kelima operasi

Polda Banten Pastikan Temuan Rompi Pelampung Bukan Milik KM Arupadhatu

SERANG — Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengonfirmasi bahwa serangkaian barang temuan yang dievakuasi dari perairan Selat Sunda pada hari kelima operasi pencarian bukan merupakan perlengkapan milik KM Arupadhatu 1. Kapal yang mengangkut rombongan wartawan dan anak buah kapal (ABK) tersebut dilaporkan hilang kontak sejak beberapa hari terakhir di kawasan perairan barat Banten.

Kepastian ini disampaikan usai tim penyidik dan petugas SAR gabungan melakukan pencocokan fisik secara menyeluruh dengan manifes serta spesifikasi inventaris yang diberikan langsung oleh pihak pemilik kapal.

Kronologi Penemuan dan Verifikasi Barang

Operasi pencarian maritim yang dikoordinasikan secara intensif di sekitar kompleks kepulauan vulkanik Selat Sunda membuahkan sejumlah temuan puing mengapung pada akhir pekan lalu. Berikut kronologis tahapan temuan hingga verifikasi resmi aparat:

  1. Sabtu (12/9), Pukul 10.30 WIB: Kapal SAR KN SAR Tetuka yang menyisir sektor timur Pulau Rakata mendeteksi sejumlah objek mencurigakan mengapung di permukaan air. Tim segera melakukan evakuasi terhadap satu helm plastik merah, satu jeriken plastik biru, dan dua unit life jacket (rompi keselamatan) berwarna oranye.
  2. Sabtu (12/9), Pukul 16.00 WIB: Seluruh material temuan dibawa ke posko utama evakuasi pelabuhan untuk didokumentasikan, diidentifikasi nomor seri, serta dipersiapkan untuk proses klarifikasi bersama perwakilan keluarga dan pemilik kapal.
  3. Minggu (13/9), Pukul 09.00 WIB: Tim Ditpolairud Polda Banten bersama perwakilan pemilik KM Arupadhatu 1 melakukan uji silang data logistik armada kapal secara resmi.

Dari hasil pemeriksaan mendalam tersebut, terungkap fakta material bahwa barang-barang yang ditemukan memiliki spesifikasi yang sama sekali berbeda dengan perlengkapan standar keselamatan KM Arupadhatu 1.

Prajurit TNI AL menunjukkan temuan life jacket di Selat Sunda.
Prajurit TNI AL mengevakuasi temuan pelampung saat pencarian korban KM Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda. (Foto: Dok. Lanal Banten)

Hasil Identifikasi dan Pernyataan Resmi Kepolisian

Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menegaskan bahwa barang temuan, terutama dua pelampung bertuliskan identitas tertentu, bukan merupakan bagian dari logistik kapal yang tengah dicari.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal, karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II," tegas Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea dalam keterangan tertulisnya.

Polda Banten memaparkan poin-poin ketidaksesuaian barang bukti lapangan sebagai berikut:

  • Rompi Keselamatan: Barang temuan berwarna oranye pekat dengan bordir identitas MILLES.II, sedangkan standar rompi bawaan KM Arupadhatu 1 adalah kombinasi merah, kuning, dan ungu polos tanpa label eksternal.
  • Jeriken Plastik: Jeriken biru yang ditemukan tidak terdaftar dalam catatan peralatan bahan bakar cadangan milik kapal korban.
  • Helm Proyek Merah: Kapal KM Arupadhatu 1 tidak memuat perlengkapan pelindung kepala jenis helm proyek selama pelayaran jurnalistik tersebut berlangsung.

Operasi SAR Terpadu Tetap Diperluas

Meski temuan benda di sekitar Pulau Rakata dipastikan negatif, Tim SAR Gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut melalui Lanal Banten, Polairud, dan relawan nelayan lokal tidak menyurutkan intensitas pencarian. Radius sapuan armada laut dan pemantauan udara kini diperluas ke arah barat daya dan selatan Selat Sunda guna mengantisipasi pergerakan arus bawah laut.

Pihak berwenang mengimbau seluruh kapal niaga maupun nelayan tradisional yang melintasi jalur penyeberangan Merak-Bakauheni dan sekitarnya untuk segera melapor ke pos koordinasi SAR terdekat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan serpihan kapal atau korban KM Arupadhatu 1.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer4
TENTANG PENULIS writer4

Bacaan Terkait

Comments (0)

User