Pekalongan — Polisi Luruskan Isu Karnaval Satanis dan Kematian Peserta
PEKALONGAN — Perhelatan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) yang berlangsung di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, memicu keheboha
PEKALONGAN — Perhelatan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) yang berlangsung di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, memicu kehebohan di tengah masyarakat. Kegiatan perayaan tahunan tersebut mendadak viral di media sosial setelah menampilkan atraksi teatrikal bernuansa satanis dan kostum mistis yang dinilai ekstrem oleh publik. Di tengah sorotan kontroversi tersebut, kabar duka turut menyelimuti acara menyusul meninggalnya salah seorang peserta parade.
Aparat kepolisian dari Polres Pekalongan Kota langsung mengambil tindakan cepat dengan mendatangi lokasi serta melayat ke rumah duka untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus meluruskan spekulasi yang berkembang liar di ranah publik.
Pertunjukan Bertema Mistis Tuai Sorotan Publik
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di berbagai platform digital, sekelompok peserta pawai tampak mengenakan atribut bernuansa iblis dan mengusung berbagai simbol okultisme. Tidak hanya mengenakan kostum seram, para peserta juga menaiki panggung utama untuk mementaskan sebuah adegan teatrikal yang menyerupai ritual pemujaan.
Dalam pertunjukan tersebut, sekelompok peserta berjubah putih tampak mengelilingi sebuah peti mati tiruan. Mereka membawa seekor kambing hidup ke atas panggung sebelum akhirnya melakukan penyembelihan secara terbuka di hadapan penonton hingga kepala hewan tersebut terpisah. Aksi ekstrem ini sontak memicu kecaman luas karena dianggap tidak etis serta melanggar norma sosial dan budaya masyarakat setempat.
"Kami sangat menyayangkan penampilan yang dinilai kurang pantas tersebut. Pihak kepolisian segera bergerak mengumpulkan keterangan dan memantau kondisi di lapangan agar tidak terjadi gesekan antarwarga," ungkap perwakilan kepolisian setempat.
Kronologi Rangkaian Peristiwa di Simbang Kulon
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan aparat keamanan dan keterangan saksi mata di lapangan, berikut adalah urutan kejadian terkait pelaksanaan karnaval dan peristiwa duka yang menyertainya:
- Kamis Malam: Acara Simbang Kulon Night Carnival mulai digelar dan diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat dengan rute melintasi ruas jalan utama desa hingga panggung ekspresi.
- Pementasan Teatrikal: Salah satu rombongan peserta menampilkan peragaan panggung bernuansa simbol satanis dan aksi penyembelihan hewan yang kemudian direkam oleh penonton dan viral di media sosial.
- Kondisi Peserta Menurun: Seorang peserta parade, Ahmad Faiz bin H. Masykur (40), dilaporkan mengalami kelelahan fisik usai mengikuti rangkaian acara hingga kondisi kesehatannya memburuk.
- Penanganan Medis dan Kematian: Korban sempat mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia, yang memicu kabar burung bahwa korban meninggal secara mendadak di atas panggung parade.
- Minggu: Jajaran kepolisian mendatangi rumah duka untuk melakukan takziah sekaligus meluruskan kabar bohong yang beredar terkait penyebab kematian almarhum.
Penjelasan Resmi Kepolisian Terkait Korban
Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, memberikan klarifikasi resmi mengenai identitas dan fakta seputar meninggalnya peserta karnaval tersebut. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa korban bernama Ahmad Faiz bin H. Masykur (40), yang merupakan warga asli Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran.
Iptu Purno menegaskan pentingnya meluruskan kabar simpang siur yang menyebutkan korban meninggal akibat ritual mistis. Berdasarkan verifikasi medis dan keterangan pihak keluarga, almarhum meninggal dunia murni akibat faktor kelelahan fisik dan riwayat kondisi kesehatan, bukan karena insiden gaib maupun kekerasan di tengah parade.
- Identitas Korban: Ahmad Faiz bin H. Masykur (40 tahun).
- Domisili: Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
- Faktor Kematian: Kelelahan fisik setelah mengikuti parade panjang dan memiliki faktor medis penyerta.
- Tindakan Kepolisian: Melakukan mediasi, pembinaan panitia, serta silaturahmi ke pihak keluarga duka.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat dan panitia pelaksana kegiatan keramaian agar di masa mendatang lebih selektif dalam menyusun tema parade serta selalu memperhatikan faktor keselamatan, kesopanan, dan norma kearifan lokal guna mencegah kegaduhan serupa terulang kembali.




Comments (0)