PHE Genjot Inovasi Pengeboran di Wilayah New Frontier
PATOKAN – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempertegas komitmennya memperluas kegiatan eksplorasi ke wilayah-wilayah baru yang belum banyak dijamah atau dikenal dengan istilah new frontier. Langkah st...
PATOKAN – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempertegas komitmennya memperluas kegiatan eksplorasi ke wilayah-wilayah baru yang belum banyak dijamah atau dikenal dengan istilah new frontier. Langkah strategis ini diambil seiring dengan upaya perusahaan mencari sumber-sumber cadangan minyak dan gas bumi anyar demi menopang ketahanan energi nasional di masa mendatang.
Direktur Eksplorasi PHE mengatakan, ekspansi ke wilayah new frontier menjadi keniscayaan di tengah menurunnya produksi dari lapangan-lapangan migas konvensional yang sudah beroperasi puluhan tahun. Menurutnya, potensi sumber daya migas di Indonesia masih sangat besar, namun sebagian di antaranya berada di area yang secara geologi lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan teknologi berbeda.
Fokus pada Migas Non-Konvensional
Salah satu fokus utama PHE dalam penetrasi ke wilayah baru tersebut adalah pengembangan migas non-konvensional (MNK). Berbeda dengan cadangan konvensional yang relatif mudah diproduksikan, sumber daya non-konvensional seperti shale gas, coal bed methane (CBM), dan tight gas memerlukan teknologi serta metode pengeboran khusus agar dapat dieksploitasi secara ekonomis.
Potensi MNK di Tanah Air diyakini sangat menjanjikan. Berbagai kajian menyebutkan sumber daya gas non-konvensional Indonesia mencapai ratusan triliun kaki kubik (TCF), tersebar di sejumlah cekungan sedimentasi mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Indonesia bagian timur. Namun, hingga saat ini pemanfaatannya masih sangat terbatas lantaran kendala teknologi dan keekonomian.
Karena itu, PHE menilai pengembangan MNK bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis jangka panjang. Apalagi, target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mustahil tercapai jika hanya mengandalkan lapangan-lapangan eksisting.
Teknologi Modern Jadi Kunci
Untuk menembus wilayah new frontier, PHE mengandalkan penerapan teknologi pengeboran modern. Sejumlah inovasi tengah disiapkan dan diimplementasikan, mulai dari teknologi pemboran horizontal, hydraulic fracturing atau fracking yang disesuaikan dengan karakteristik formasi lokal, hingga pemanfaatan digitalisasi dan kecerdasan buatan dalam analisis data bawah permukaan.
Penggunaan teknologi survei seismik tiga dimensi (3D) dengan resolusi tinggi juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Teknologi tersebut memungkinkan tim geologi dan geofisika memetakan struktur bawah permukaan secara lebih akurat, sehingga risiko kegagalan pengeboran dapat ditekan seminimal mungkin.
Selain itu, PHE juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga riset, perguruan tinggi, dan penyedia jasa teknologi migas global. Kerja sama semacam ini dinilai penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan membangun kapabilitas internal dalam mengelola proyek-proyek berisiko tinggi.
Efisiensi dan Keberlanjutan
Meski agresif melakukan ekspansi, PHE menegaskan bahwa aspek efisiensi dan keberlanjutan tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap kegiatan pengeboran dirancang dengan perhitungan biaya yang ketat agar tetap kompetitif, sekaligus memperhatikan dampak lingkungan sesuai kaidah environmental, social, and governance (ESG).
Manajemen perusahaan menyebutkan, penerapan teknologi modern justru membuka peluang efisiensi yang lebih besar. Proses pengeboran yang lebih presisi, misalnya, dapat memangkas waktu pengerjaan dan mengurangi jejak lingkungan di lokasi operasi. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen perusahaan menurunkan emisi karbon dari aktivitas hulu migas.
Di sisi lain, PHE juga terus melakukan evaluasi portofolio untuk memastikan setiap proyek eksplorasi memiliki tingkat keekonomian yang layak. Wilayah-wilayah dengan potensi besar namun risiko tinggi akan dikelola secara bertahap, dimulai dari studi kelayakan hingga pengeboran sumur eksplorasi perdana.
Dukung Target Produksi Nasional
Langkah PHE mendorong inovasi pengeboran di wilayah new frontier mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SKK Migas terus mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk lebih berani melakukan eksplorasi di area-area baru, termasuk menyediakan insentif fiskal bagi proyek-proyek berisiko tinggi.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menggairahkan iklim investasi hulu migas, di antaranya fleksibilitas skema bagi hasil, kemudahan perizinan, serta insentif khusus untuk pengembangan migas non-konvensional. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi ke sektor eksplorasi.
Ke depan, PHE berharap upaya ekspansi ini dapat membuahkan penemuan-penemuan cadangan baru yang signifikan. Dengan kombinasi antara keberanian menjajal wilayah baru, penguasaan teknologi mutakhir, dan tata kelola yang berkelanjutan, perusahaan optimistis dapat berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketersediaan energi bagi negeri.
Comments (0)