PANDEGLANG — Lima Jurnalis Hilang di Krakatau, Jejak Terakhir Terlacak di Hotel
Kabar hilangnya rombongan lima jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, menyita perhatian publik dan otoritas maritim. Sebelum dinyatakan hi
Kabar hilangnya rombongan lima jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, menyita perhatian publik dan otoritas maritim. Sebelum dinyatakan hilang kontak dalam misi peliputan aktivitas vulkanik, rombongan pewarta tersebut diketahui sempat singgah dan menginap di Hotel Pada Suka, kawasan Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kamar penginapan yang disewa para jurnalis kini menjadi titik awal penyelidikan pihak berwenang guna merekonstruksi detik-detik sebelum mereka berlayar menuju kawasan perairan vulkanik aktif tersebut. Sejumlah barang pribadi dan dokumen identitas yang tertinggal di kamar hotel memberikan gambaran rute perjalanan yang direncanakan rombongan.
Kronologi Keberangkatan Menuju Perairan Anak Krakatau
Berdasarkan data dan keterangan yang dihimpun tim penyelidik dari pihak pengelola hotel serta saksi mata di dermaga lokal, berikut adalah rekonstruksi kronologis aktivitas rombongan jurnalis sebelum putus kontak:
- Kedatangan di Carita (Pukul 14.30 WIB): Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis tiba di Pandeglang menggunakan kendaraan roda empat dan langsung melakukan registrasi di Hotel Pada Suka untuk beristirahat sejenak serta menyiapkan peralatan liputan.
- Koordinasi dengan Motoris Kapal (Pukul 18.00 WIB): Para jurnalis menemui penyedia jasa sewa kapal nelayan lokal di pesisir Carita guna merencanakan penyeberangan malam hari menuju batas aman pantauan Gunung Anak Krakatau.
- Meninggalkan Kamar Hotel (Pukul 22.00 WIB): Rombongan terpantau keluar dari area penginapan hanya dengan membawa peralatan kamera, pelampung, dan logistik lapangan ringkas, sementara sebagian barang bawaan tetap ditinggalkan di kamar.
- Keberangkatan Kapal (Pukul 23.15 WIB): Kapal motor yang disewa mulai bertolak dari dermaga tradisional Carita menuju perairan Selat Sunda dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan laut.
- Hilang Kontak (Pukul 02.45 WIB): Pihak redaksi dan keluarga kehilangan komunikasi total setelah sinyal telepon seluler maupun radio komunikasi maritim tidak lagi mendapat respons.
Pemeriksaan Kamar Hotel Ungkap Kesiapan Logistik
Pihak kepolisian bersama Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran ke kamar hotel yang ditempati para korban. Di dalam ruangan bernomor 12 tersebut, petugas menemukan tas ransel besar berisi pakaian ganti, kartu tanda pengenal pers, buku catatan liputan, serta beberapa kartu memori cadangan yang belum sempat terpakai.
"Kondisi kamar menunjukkan mereka berangkat dalam situasi siap liputan kilat dan berencana kembali ke penginapan pada pagi harinya. Semua dokumen resmi masih berada di dalam koper," ujar salah satu petugas kepolisian yang memeriksa lokasi penginapan.
Pengelola Hotel Pada Suka menuturkan bahwa para jurnalis tersebut hanya memesan kamar untuk durasi satu malam. Pihak hotel baru menyadari adanya keganjilan setelah hingga batas waktu check-out siang hari berikutnya, tidak ada satu pun anggota rombongan yang kembali ke resepsionis untuk mengambil barang-barang mereka.
Operasi SAR Gabungan Diperluas di Selat Sunda
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten bersama Polairud Polda Banten dan TNI Angkatan Laut langsung mengerahkan kapal patroli cepat (RIB) serta kapal penyelamat KN SAR Basudewa. Wilayah pencarian difokuskan pada radius 15 hingga 25 mil laut dari garis pantai Carita menuju gugusan kepulauan Krakatau.
Operasi pencarian menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca di Selat Sunda yang mengalami peningkatan tinggi gelombang antara 1,5 hingga 2,5 meter serta embusan angin kencang berkecepatan 20 knot. Hingga berita ini diturunkan, armada penyelamat terus menyisir koordinat terakhir sinyal GPS yang sempat terpancar sebelum insiden hilang kontak terjadi.




Comments (0)