Mengenal Abdul El-Sayed, Calon Senator Muslim yang Dibenci Trump

Panggung politik Amerika Serikat kembali dikejutkan oleh sosok Abdul El-Sayed. Dokter sekaligus pakar kesehatan masyarakat ini memastikan langkahnya menuju pemilihan umum setelah memenangkan pemilihan...

Aug 08, 2026 - 10:48
0 0
Mengenal Abdul El-Sayed, Calon Senator Muslim yang Dibenci Trump

Panggung politik Amerika Serikat kembali dikejutkan oleh sosok Abdul El-Sayed. Dokter sekaligus pakar kesehatan masyarakat ini memastikan langkahnya menuju pemilihan umum setelah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan untuk kursi Senat AS. Hasil tersebut tidak hanya mengubah peta persaingan di negara bagian itu, tetapi juga memicu reaksi keras dari Presiden Donald Trump.

Bagi sebagian pengamat, hasil ini terasa di luar dugaan. Namun bagi warga Michigan, terutama komunitas Arab dan Muslim Amerika, kemenangan El-Sayed dipandang sebagai buah kerja lapangan yang dibangun bertahun-tahun. Dukungan dari kalangan muda, pemilih progresif, serta warga keturunan Timur Tengah disebut menjadi mesin utama kampanyenya.

Dokter dari Keluarga Imigran

El-Sayed lahir dan besar di Michigan dalam keluarga imigran asal Mesir. Sang ayah berprofesi sebagai insinyur yang hijrah ke Amerika Serikat untuk mengejar kehidupan yang lebih baik. Dari lingkungan itulah ia tumbuh dengan dua identitas sekaligus: sebagai warga Amerika dan sebagai Muslim yang terbuka dengan akar budayanya.

Rekam jejak pendidikannya terbilang gemilang. Ia menempuh studi di University of Michigan, melanjutkan ke Columbia University, lalu meraih gelar doktor di University of Oxford melalui beasiswa bergengsi Rhodes Scholarship. Ia juga menyandang gelar dokter dan pernah mengajar di bidang epidemiologi.

Namanya mulai dikenal publik ketika dipercaya memimpin Dinas Kesehatan Kota Detroit pada usia 30 tahun, menjadikannya salah satu pejabat kesehatan termuda di kota besar Amerika. Di sana, ia membangun ulang lembaga yang sempat lumpuh pasca kebangkrutan kota, sekaligus meluncurkan sejumlah program populer, termasuk pembagian kacamata gratis bagi anak-anak sekolah.

Dari Pilkada Michigan ke Panggung Nasional

Sebelum bertarung memperebutkan kursi Senat, El-Sayed lebih dulu mencoba peruntungan dalam pemilihan Gubernur Michigan pada 2018. Meski kalah di tahap pendahuluan, kampanyenya yang progresif berhasil menarik perhatian nasional. Ia mendapat dukungan dari tokoh-tokoh sayap kiri Partai Demokrat, termasuk Senator Bernie Sanders.

Sejak itu, ia konsisten menyuarakan agenda seperti jaminan kesehatan untuk seluruh warga, keadilan lingkungan, serta reformasi sistem politik yang dianggapnya terlalu dikuasai kepentingan korporasi. Ia juga aktif menulis buku dan mengelola podcast bertema kebijakan publik yang cukup populer.

Dalam beberapa tahun terakhir, sikapnya yang vokal membela hak warga Palestina membuat namanya kian menonjol. Di Michigan, negara bagian dengan populasi Arab Amerika terbesar di Amerika Serikat, posisi tersebut bergaung kuat. Banyak pemilih yang kecewa terhadap kebijakan Washington soal Gaza menemukan figur yang dianggap mewakili suara mereka.

Mengapa Trump Membencinya?

Kemenangan El-Sayed langsung disambut serangan dari Trump. Presiden dari Partai Republik itu berulang kali melabelinya sebagai sosok radikal dan menuding agenda yang diusungnya akan merugikan Michigan maupun Amerika Serikat. Serangan tersebut dilontarkan lewat media sosial dan pernyataan publik.

Di balik retorika itu, para analis melihat kekhawatiran yang lebih strategis. Michigan adalah salah satu negara bagian kunci yang kerap menentukan hasil pemilihan nasional. Kehadiran kandidat Muslim progresif dengan basis dukungan solid berpotensi mengubah kalkulasi politik, baik bagi Demokrat maupun Republik.

El-Sayed sendiri tidak tinggal diam. Ia menilai serangan Trump justru menunjukkan bahwa kekuatan politik lama merasa terancam oleh gerakan akar rumput. Menurutnya, kampanye yang ia jalankan bukan sekadar tentang satu kursi, melainkan tentang siapa yang berhak didengar dalam demokrasi Amerika.

Ujian Berikutnya

Jalan menuju Senat masih panjang. Pada pemilihan umum, El-Sayed akan menghadapi lawan dari Partai Republik yang diprediksi mendapat sokongan dana besar. Ia juga harus merangkul kembali segmen pemilih Demokrat yang sempat terbelah selama masa pendahuluan.

Pertanyaan soal kemampuannya memenangkan pemilih moderat di wilayah pinggiran kota akan menjadi sorotan. Sebagian kalangan di partainya sendiri masih meragukan apakah agenda progresifnya bisa diterima luas di negara bagian industri seperti Michigan.

Jika berhasil menembus Senat, El-Sayed akan mencatat sejarah sebagai senator Muslim pertama dalam sejarah Amerika Serikat. Terlepas dari hasil akhirnya, kemenangannya di tahap pendahuluan sudah mengirim pesan kuat: lanskap politik Amerika sedang berubah, dan suara komunitas yang selama ini berada di pinggiran mulai bergerak ke pusat panggung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User