CIANJUR — Dapur MBG Mangunkerta Gelar Evaluasi Bulanan Optimalkan Layanan Gizi
CIANJUR, Patokan.com — Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, kembali menegaskan komitmenny
CIANJUR, Patokan.com — Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga standar kualitas pangan dan layanan gizi masyarakat. Melalui koordinasi berkala, pihak pengelola secara rutin menggelar forum evaluasi bulanan yang melibatkan jajaran internal maupun eksternal di ruang rapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunkerta pada Kamis (27/8).
Langkah evaluatif ini menjadi pilar utama dalam memastikan bahwa seluruh jatah makanan yang disalurkan kepada ribuan penerima manfaat tidak hanya higienis, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang berimbang serta didistribusikan secara tepat waktu. Program yang menjadi perhatian publik ini terus disempurnakan demi mencapai efisiensi operasional yang maksimal.
Sinergi Lintassektoral Demi Pelayanan Optimal
Kegiatan evaluasi bulanan tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan yang cukup luas. Di antaranya adalah para Person in Charge (PIC) dari pihak sekolah, PIC penerima manfaat kategori B3 (Bumil, Busui, dan Balita) atau Posyandu, perwakilan mitra dapur dan yayasan pengelola, Kepala SPPG, hingga tim ahli gizi profesional.
Keterlibatan seluruh elemen ini dinilai sangat vital guna menyerap aspirasi langsung dari lapangan. Pengelola Dapur MBG meyakini bahwa peningkatan mutu pelayanan tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan membutuhkan umpan balik yang jujur dan konstruktif dari para pihak yang bersentuhan langsung dengan penerima manfaat setiap harinya.
- Evaluasi Distribusi: Meninjau ketepatan waktu pengiriman makanan ke sekolah-sekolah dan posyandu di wilayah Cugenang.
- Kualitas dan Keamanan Pangan: Memastikan kebersihan bahan baku, standar operasional prosedur (SOP) pengolahan, hingga teknik pengemasan makanan.
- Penyelarasan Menu: Memvariasikan sajian harian agar anak-anak dan ibu hamil tidak merasa bosan namun kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi secara presisi.
Menjaga Standar Gizi dan Keberlanjutan Program
Kepala SPPG Mangunkerta, Rohmat Fahrul Jihad, menegaskan bahwa forum evaluasi ini dirancang bukan sebagai formalitas administratif semata, melainkan sebagai wadah pembuktian akuntabilitas dan mutu operasional dapur.
“Evaluasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya nyata untuk mendengar masukan dari berbagai pihak, agar pelayanan pemenuhan gizi, menu yang tepat bagi masyarakat dan sekolah tetap optimal,” ujar Rohmat Fahrul Jihad dalam keterangannya.
Menurutnya, konsistensi dapur dalam menjaga mutu gizi merupakan pertaruhan besar bagi keberhasilan program jangka panjang. Oleh karena itu, pengawasan terhadap siklus menu dan pemenuhan porsi harian menjadi fokus utama dalam setiap pembahasan evaluasi.
Senada dengan hal tersebut, Ahli Gizi SPPG Mangunkerta, Syukri Rahmad, menjelaskan bahwa forum bulanan ini memegang peranan penting dalam mengkalibrasi standar gizi dengan realitas di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap menu yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegas Syukri.
Ia menggarisbawahi bahwa perencanaan menu senantiasa memperhitungkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan kelompok usia penerima manfaat, mulai dari anak usia sekolah dasar hingga balita dan ibu menyusui.
Aspirasi dan Evaluasi Langsung dari Lapangan
Di sisi lain, apresiasi hangat datang dari para petugas lapangan yang mengawal langsung pembagian makanan di tingkat tapak. Nani Rohani, salah satu PIC penerima manfaat Posyandu, menyampaikan rasa terima kasihnya atas keterbukaan sistem manajemen Dapur MBG Mangunkerta.
“Kami apresiasi karena merasa dilibatkan secara langsung dalam silaturahmi evaluasi ini, sehingga bisa menyampaikan masukan maupun harapan terkait layanan dapur MBG secara transparan,” ungkap Nani.
Keterlibatan aktif para PIC ini memungkinkan pihak dapur untuk segera melakukan tindakan korektif jika ditemukan kendala, seperti penyesuaian cita rasa menu anak-anak atau perbaikan alur pengiriman di jalur-jalur yang sulit dijangkau.
Melalui pola komunikasi dua arah yang intensif ini, Dapur MBG Mangunkerta bertekad untuk terus melahirkan inovasi pelayanan yang berorientasi pada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Cugenang secara menyeluruh.




Comments (0)