Application Name Application Name

Patokan

Lampung

Tim SAR Temukan Terpal dan Pelampung dalam Pencarian di Selat Sunda

PANDEGLANG — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima orang jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang kontak di sekitar p

Tim SAR Temukan Terpal dan Pelampung dalam Pencarian di Selat Sunda

PANDEGLANG — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima orang jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus diintensifkan. Memasuki hari keenam operasi pada Minggu, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta Kepolisian Perairan berhasil mengamankan sejumlah barang yang diduga kuat terkait dengan kapal korban.

Penyisiran intensif yang melibatkan puluhan personel dan berbagai armada laut membuahkan petunjuk baru berupa perlengkapan kapal dan logistik terapung di beberapa titik koordinat perairan.

Kronologi Penyisiran dan Penemuan Objek di Laut

Pencarian pada hari keenam dilakukan dengan membagi armada laut ke dalam beberapa sektor strategis guna memperluas radius pemantauan. Berdasarkan laporan operasional SAR, berikut urutan peristiwa penemuan objek di laut:

  1. Pukul 07.30 WIB: Kapal Basarnas Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Lampung bertolak dari Pelabuhan Muara Pilu, Bakauheni, membawa delapan personel SAR untuk menyisir rute Tanjung Tua, Pulau Sebesi, Gunung Anak Krakatau, hingga Pulau Sanghyang.
  2. Pukul 10.15 WIB: Tim Basarnas RIB 02 mendeteksi benda terapung di titik koordinat 6°2.620' LS dan 105°41.225' BT. Petugas mengevakuasi satu lembar terpal serta satu buah galon air mineral berjarak dekat dari lokasi tersebut.
  3. Pukul 11.40 WIB: KRI Gilimanuk yang beroperasi di sektor terpisah mengonfirmasi temuan satu lembar terpal tambahan berwarna biru dengan tepian oranye mengapung di perairan terbuka.
  4. Pukul 13.00 WIB: Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer berhasil menemukan satu buah jaket pelampung (life jacket) berwarna oranye yang masih utuh.
  5. Pukul 15.30 WIB: Seluruh material temuan dibawa merapat ke Posko SAR Terpadu di Pantai Marina, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Identifikasi Bukti Temuan oleh Tim Gabungan

Seluruh benda yang dievakuasi dari perairan saat ini telah diamankan di pos komando untuk dicocokkan dengan keterangan pihak keluarga maupun pemilik kapal sewaan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa barang-barang tersebut akan menjadi petunjuk krusial dalam memperkirakan pergerakan arus laut dan posisi terakhir kapal.

"Seluruh barang yang ditemukan dalam operasi pencarian langsung kami serahkan ke posko utama untuk diidentifikasi dan diverifikasi bersama pihak terkait. Temuan ini menjadi indikator penting dalam pemetaan arah arus serta fokus penyisiran selanjutnya," ujar Al Amrad dalam keterangan resminya.

Karakteristik barang yang ditemukan mengindikasikan bahwa objek tersebut berasal dari kapal motor yang digunakan rombongan. Kendati demikian, tim SAR belum dapat memastikan secara mutlak apakah material tersebut terlepas akibat gelombang tinggi atau terjadi insiden pecah kapal.

Fokus Perluasan Radius Pencarian

Kondisi cuaca dan gelombang laut di perairan Selat Sunda menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan operasi lanjutan. Tim gabungan telah menyiapkan beberapa langkah prioritas:

  • Penyisiran Sektor Barat dan Selatan: Memperluas area pencarian ke arah selatan Pulau Panaitan dan barat Selat Sunda mengikuti pola arus permukaan.
  • Pemanfaatan Teknologi Sonar: Mengoptimalkan perangkat pendeteksi bawah air milik TNI AL guna memindai anomali di dasar laut sekitar gugusan Anak Krakatau.
  • Koordinasi Nelayan Lokal: Menyebarkan informasi kepada kapal-kapal niaga dan nelayan tradisional yang melintasi jalur pelayaran Selat Sunda untuk segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Operasi pencarian gabungan akan terus dimaksimalkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan, dengan tetap memprioritaskan keselamatan seluruh personel pencari di tengah tantangan perairan Selat Sunda yang dinamis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer6
TENTANG PENULIS writer6

Bacaan Terkait

Comments (0)

User