Sidak TPST Bantar Gebang, Wamenko Pangan Pastikan Transformasi Sesuai Target

BEKASI – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan ...

Aug 08, 2026 - 20:46
0 0
Sidak TPST Bantar Gebang, Wamenko Pangan Pastikan Transformasi Sesuai Target

BEKASI – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan lapangan ini digelar guna memastikan proses transformasi sistem pengelolaan sampah di fasilitas terbesar di Indonesia itu berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Dalam peninjauan tersebut, Wamenko Pangan menyusuri sejumlah titik strategis, mulai dari zona pembuangan, area pemilahan, hingga fasilitas pengolahan sampah menjadi sumber energi dan material bernilai ekonomi. Ia juga berdiskusi dengan jajaran pengelola serta pekerja lapangan untuk mendengar langsung kendala operasional yang dihadapi setiap hari.

Transformasi Bantar Gebang Jadi Prioritas

Pemerintah menegaskan komitmennya mengubah wajah Bantar Gebang dari sekadar tempat pembuangan akhir menjadi pusat pengolahan sampah modern yang terintegrasi. Pola lama berupa penimbunan terbuka dinilai sudah tidak layak dipertahankan karena memicu berbagai persoalan lingkungan, mulai dari pencemaran tanah dan air hingga emisi gas rumah kaca.

Wamenko Pangan menekankan bahwa percepatan penanganan sampah merupakan bagian penting dari agenda pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan pada akhirnya mengganggu rantai pasok pangan, sehingga persoalan ini tidak bisa lagi ditangani secara parsial.

Kondisi di Lapangan

TPST Bantar Gebang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 110 hektare dan telah beroperasi sejak akhir 1980-an. Setiap hari, ribuan ton sampah dari wilayah DKI Jakarta diangkut ke lokasi ini menggunakan ratusan truk. Volume yang terus meningkat membuat sejumlah zona penimbunan membentuk gundukan raksasa yang berisiko menimbulkan longsor serta menghasilkan gas metana dalam jumlah besar.

Berdasarkan hasil peninjauan, sejumlah pekerjaan rumah masih harus diselesaikan, di antaranya percepatan pembangunan fasilitas pengolahan, penataan zona aktif dan zona pasif, serta pengendalian bau yang kerap dikeluhkan warga sekitar. Wamenko Pangan meminta seluruh pihak terkait mempercepat realisasi program yang sudah dirancang agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Arah Pengembangan ke Depan

Sejumlah program strategis tengah disiapkan untuk Bantar Gebang, antara lain pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah, produksi bahan bakar alternatif berbasis sampah, penguatan bank sampah, serta peningkatan kapasitas pengolahan sampah organik menjadi kompos. Pendekatan ekonomi sirkular diharapkan mampu mengubah sampah dari beban menjadi sumber daya yang memberi nilai tambah.

Pemerintah juga mendorong pengurangan sampah dari hulu melalui gerakan pemilahan di tingkat rumah tangga, sekolah, dan pasar. Dengan cara ini, volume sampah yang masuk ke Bantar Gebang diharapkan bisa ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Dampak bagi Masyarakat Sekitar

Keberadaan TPST Bantar Gebang selama puluhan tahun memberikan dampak ganda bagi warga di sekitarnya. Di satu sisi, kawasan ini menjadi sumber penghidupan bagi ribuan pemulung dan pekerja informal. Namun di sisi lain, warga harus hidup berdampingan dengan bau tidak sedap, pencemaran air sumur, serta risiko gangguan kesehatan.

Transformasi yang tengah dijalankan diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang lebih layak. Wamenko Pangan menegaskan bahwa aspek sosial dan ekonomi masyarakat sekitar menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap kebijakan penataan kawasan ini.

Komitmen Pengawalan Berkelanjutan

Wamenko Pangan memastikan pemerintah akan terus mengawal progres transformasi Bantar Gebang melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta pengelola. Sidak serupa akan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai jadwal dan tidak ada program yang mandek di tengah jalan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam penanganan sampah, mulai dari memilah sampah di rumah hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Menurutnya, keberhasilan transformasi Bantar Gebang tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan anggaran, tetapi juga oleh perubahan perilaku kolektif dalam mengelola sampah sehari-hari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User