Potret Febrie Adriansyah Usai Tujuh Jam Diperiksa Tim Sembilan Kejagung

Mantan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik usai menjalani pemeriksaan maraton di lingkungan Kejaksaan Agung. Pemeriksaan yang dilakukan ol...

Aug 08, 2026 - 19:23
0 0
Potret Febrie Adriansyah Usai Tujuh Jam Diperiksa Tim Sembilan Kejagung

Mantan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menjadi sorotan publik usai menjalani pemeriksaan maraton di lingkungan Kejaksaan Agung. Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim sembilan bentukan Korps Adhyaksa itu berlangsung sekitar tujuh jam, dari pagi hingga sore hari, dan digelar tertutup dari awak media.

Pantauan di lokasi, Febrie tiba di kompleks Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada pagi hari. Ia tampak datang dengan penampilan rapi dan langkah tenang, tanpa banyak mengumbar komentar kepada jurnalis yang sudah menunggu. Hanya senyum tipis dan anggukan singkat yang diberikannya sembari berjalan menuju ruang pemeriksaan.

Selama proses berlangsung, tidak ada keterangan resmi yang disampaikan kepada publik. Para pewarta hanya bisa menanti di area luar gedung sembari sesekali memantau pergerakan tim pemeriksa internal yang keluar masuk ruangan. Suasana tampak kondusif, meski rasa penasaran publik terus membesar seiring berlalunya waktu.

Tujuh Jam Pemeriksaan Berlangsung Tertutup

Pemeriksaan terhadap Febrie terbilang panjang. Jika dihitung sejak kedatangannya pada pagi hari hingga ia meninggalkan gedung pada sore hari, total waktu yang dihabiskan mencapai kurang lebih tujuh jam. Durasi tersebut menunjukkan bahwa materi yang digali oleh tim sembilan tidak sedikit.

Hingga berita ini diturunkan, Kejaksaan Agung belum merinci secara gamblang pokok-pokok materi pemeriksaan. Namun sejumlah kalangan menilai, langkah ini merupakan bagian dari upaya internal Korps Adhyaksa untuk menjaga marwah institusi sekaligus memastikan setiap jajarannya bekerja sesuai koridor hukum dan etika.

Usai menjalani pemeriksaan, Febrie tampak keluar dari ruangan dengan raut wajah yang tetap tenang. Ia tidak terlihat gusar maupun terbebani. Kepada awak media, mantan orang nomor satu di jajaran pidana khusus itu memilih bersikap kooperatif namun terbatas, enggan membuka detail pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Sosok Jaksa Karier yang Pernah Pimpin Pidsus

Febrie Adriansyah bukan nama asing di dunia penegakan hukum Tanah Air. Ia merupakan jaksa karier yang telah mengabdi puluhan tahun di Kejaksaan. Sebelum menduduki kursi Jampidsus, ia sempat memimpin Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan dikenal sebagai sosok yang tegas dalam menangani perkara.

Selama memegang kendali di bidang pidana khusus, Febrie memimpin penanganan sejumlah perkara korupsi berskala besar yang menyedot perhatian publik. Deretan kasus strategis dengan nilai kerugian negara fantastis ditangani di bawah komandonya, mulai dari perkara di sektor komoditas, infrastruktur, hingga tata kelola sumber daya alam.

Rekam jejaknya itu membuat namanya kerap disebut sebagai salah satu jaksa senior yang berpengaruh. Karena itu pula, pemeriksaan terhadap dirinya kali ini langsung menjadi perbincangan hangat, baik di kalangan internal kejaksaan maupun publik luas.

Tim Sembilan dan Komitmen Penataan Internal

Pembentukan tim sembilan oleh Kejaksaan Agung dipandang sebagai instrumen pengawasan internal. Tim ini bertugas melakukan klarifikasi, pendalaman, serta pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan yang melibatkan insan Adhyaksa, tanpa memandang jabatan maupun senioritas.

Sejumlah pengamat menilai, pemeriksaan terhadap seorang mantan pejabat eselon satu menunjukkan bahwa proses penataan internal di tubuh kejaksaan berjalan serius. Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa tidak ada individu yang kebal dari mekanisme pengawasan, sekalipun pernah duduk di posisi strategis.

Meski demikian, publik diingatkan untuk tidak berspekulasi berlebihan. Pemeriksaan oleh tim internal tidak otomatis berarti yang bersangkutan bersalah. Tahapan klarifikasi memang diperlukan untuk mengumpulkan keterangan selengkap-lengkapnya sebelum institusi mengambil kesimpulan maupun langkah lanjutan.

Kini, publik menanti langkah berikutnya dari Kejaksaan Agung. Hasil pendalaman tim sembilan diharapkan segera diumumkan secara transparan agar tidak menimbulkan tafsir liar di masyarakat. Bagi Febrie sendiri, tujuh jam pemeriksaan itu menjadi babak baru dalam perjalanan panjang kariernya sebagai penegak hukum.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User