Senator Kennedy dan Donalds Dukung Kelanjutan Serangan AS ke Iran

WASHINGTON — Dua politisi senior Partai Republik secara terbuka membela operasi militer Amerika Serikat di Iran, menegaskan bahwa kampanye serangan yang te

Jul 28, 2026 - 04:37
0 0
Senator Kennedy dan Donalds Dukung Kelanjutan Serangan AS ke Iran

WASHINGTON — Dua politisi senior Partai Republik secara terbuka membela operasi militer Amerika Serikat di Iran, menegaskan bahwa kampanye serangan yang telah berlangsung hampir dua minggu harus dilanjutkan meskipun ada tekanan publik dan jeda taktis akhir pekan ini. Senator John Kennedy (Louisiana) dan Anggota DPR Byron Donalds (Florida) menyampaikan dukungan mereka dalam wawancara terpisah pada Minggu (12/6), menandakan soliditas kubu konservatif terhadap kebijakan luar negeri agresif Presiden Trump di Timur Tengah.

Serangan Beruntun dan Jeda Akhir Pekan

Militer AS melancarkan gelombang serangan harian terhadap infrastruktur Iran sejak akhir Mei, menargetkan fasilitas bawah tanah, pusat komando, dan jaringan logistik. Operasi yang dijuluki Pickaxe Dawn oleh kalangan Pentagon itu sempat dihentikan sementara pada Sabtu dan Minggu — jeda pertama setelah hampir dua pekan pengeboman tanpa henti. Pejabat pertahanan menyebut jeda tersebut untuk evaluasi kerusakan dan rotasi aset udara, namun analis memandangnya sebagai momen strategis untuk mengukur respons publik dan tekanan diplomatik.

Kennedy: “Jangan Tinggalkan Iran Sebelum Menang”

Dalam wawancara dengan stasiun televisi nasional, Senator Kennedy menolak gagasan penarikan dini pasukan atau penghentian serangan. Ia menyatakan bahwa Presiden Trump “menyukai serangan harian” dan seharusnya tidak mengubah pendekatan.

“Saya pikir kita harus melanjutkan blokade dan membuat mereka kelaparan. Saya pikir kita harus mengebom Pickaxe Mountain dan mencoba mencapai apa yang ada di bawahnya,” ujar Kennedy, merujuk pada kompleks gunung yang diyakini menjadi pusat pengembangan senjata nuklir bawah tanah Iran.

Senator Louisiana itu menegaskan bahwa AS tidak boleh “cut and run” — istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan penarikan mundur yang tergesa-gesa — dan menyebut bahwa tekanan militer maksimum adalah satu-satunya bahasa yang dipahami Teheran. Pernyataannya memperkuat garis kebijakan hawkish Gedung Putih yang enggan memberikan konsesi diplomatik selama kampanye udara masih berlangsung.

Donalds: Kewajiban Melawan Senjata Nuklir Iran

Tidak lama setelah komentar Kennedy, Anggota DPR Byron Donalds hadir dalam program The Hill Sunday di NewsNation. Ia menekankan bahwa meskipun perang tidak populer di kalangan rakyat Amerika, ancaman senjata nuklir Iran memaksa presiden untuk bertindak tegas.

“Tidak ada yang menginginkan perang. Saya pikir jika Anda bertanya kepada masyarakat Amerika secara luas, baik mereka pemilih MAGA atau siapa pun, tidak ada yang ingin terlibat dalam konflik militer lagi,” kata Donalds kepada pembawa acara Chris Stirewalt. “Tetapi jika Iran memiliki senjata nuklir, Presiden Trump akan lalai dalam tugasnya untuk tidak mengambil tindakan.”

Pernyataan Donalds menyiratkan kekhawatiran intelijen yang mendesak — laporan yang belum dikonfirmasi menyebutkan bahwa Iran mungkin telah mencapai terobosan signifikan dalam pengayaan uranium di fasilitas bawah tanah yang terlindung dari serangan konvensional. Para pejabat AS percaya bahwa tanpa intervensi langsung, Teheran dapat memiliki hulu ledak nuklir fungsional dalam hitungan bulan, bukan tahun.

Persepsi Publik dan Tantangan Politik

Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa kurang dari 35% rakyat Amerika mendukung operasi militer di Iran, dengan kekhawatiran akan terulangnya skenario Afghanistan dan Irak. Namun, kedua politisi GOP mencoba membingkai konflik ini sebagai pilihan sulit yang tak terhindarkan — bukan petualangan militer pilihan. Baik Kennedy maupun Donalds menghindari pembahasan tentang potensi eskalasi horizontal yang dapat menyeret kekuatan regional seperti Hizbullah atau milisi pro-Iran di Irak dan Suriah.

Kantor Presiden Trump belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi jeda serangan atau komentar para sekutunya di Kongres, tetapi sumber dalam Gedung Putih menyebutkan bahwa evaluasi kerusakan tahap pertama menunjukkan keberhasilan signifikan dalam melumpuhkan kemampuan komando dan kontrol Iran. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang darurat pada Senin waktu New York untuk membahas seruan gencatan senjata yang diajukan oleh beberapa negara anggota.

Garis depan tetap tegang. Sensor seismik di wilayah pegunungan Zagros mencatat getaran baru — bisa jadi gempa susulan dari pengeboman, atau bukti aktivitas bawah tanah yang belum teridentifikasi. Apapun jawabannya, Washington tampaknya bersiap untuk babak selanjutnya dari konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

[SOCIAL_TWEET]: 🚨 BREAKING: Senator Kennedy & Rep. Donalds serukan serangan Iran dilanjutkan. "Jangan cut and run, kita harus blokade total dan bom Pickaxe Mountain." Jeda akhir pekan berakhir — operasi militer AS siap masuk minggu ketiga. #IranConflict #USPolitics[SOCIAL_TG]: 🔴 FOKUS IRAN: Senator Kennedy sebut AS harus lanjutkan blokade dan bom Pickaxe Mountain. Rep. Donalds: "Jika Iran punya nuklir, presiden lalai tugas." Serangan harian jeda akhir pekan, tapi siap berlanjut. Angka dukungan publik hanya 35%. Simak pernyataan lengkapnya di sini.Senator Kennedy: Lanjutkan blokade, jangan cut and run. Rep. Donalds: Lawan nuklir Iran = kewajiban presiden, bukan soal popularitas. Serangan AS ke Iran jeda 2 hari setelah 14 hari berturut-turut. Tapi retorika politik di Capitol Hill justru mengeras. Apakah eskalasi tak terhindarkan? Kami rangkum semua yang perlu kamu ketahui. 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User