Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Satpam Tewas di Jatiluhur

PURWAKARTA — Aparat Kepolisian Resor Purwakarta terus mendalami kematian tragis Sumarna, seorang petugas keamanan yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di perairan Waduk Jatiluhur. Hingg...

Jul 28, 2026 - 07:21
0 0
Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Satpam Tewas di Jatiluhur

PURWAKARTA — Aparat Kepolisian Resor Purwakarta terus mendalami kematian tragis Sumarna, seorang petugas keamanan yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di perairan Waduk Jatiluhur. Hingga kemarin, sedikitnya 11 orang telah dimintai keterangan guna mengurai tabir misteri di balik insiden yang mengguncang warga sekitar kawasan waduk terbesar di Jawa Barat itu.

Kronologi Penemuan

Penemuan jasad korban bermula dari laporan seorang pencari ikan yang melihat sosok terapung di dekat area intake waduk pada dini hari. Petugas yang tiba di lokasi mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tangan terikat borgol di bagian belakang. Identitas korban kemudian dikenali sebagai Sumarna, pria 42 tahun yang sehari-hari bertugas sebagai satpam di salah satu instalasi vital di sekitaran waduk. Kondisi itu sontak memicu kecurigaan—apakah korban menjadi sasaran tindak kriminal sebelum jasadnya dibuang ke air?

11 Saksi Diperiksa, Motif Masih Gelap

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta mengungkapkan, pemeriksaan terhadap 11 saksi dilakukan secara maraton sejak Rabu lalu. Mereka terdiri dari rekan kerja korban, warga yang pertama kali menemukan jasad, serta beberapa individu yang diduga memiliki interaksi dengan Sumarna dalam 24 jam sebelum kematiannya. "Kami memeriksa saksi dari berbagai pihak, termasuk rekan satpam lain, petugas jaga malam, hingga keluarga dekat. Semua informasi kami kroscek untuk mencari benang merah," ujar pejabat tersebut tanpa menyebutkan detail lebih lanjut.

Sumber di lapangan menyebut, salah satu saksi kunci adalah seorang petugas operator yang bertugas di pos jaga malam itu. Ia diduga menjadi orang terakhir yang melihat Sumarna masih hidup. Namun, keterangan para saksi sejauh ini belum mengarah pada satu kesimpulan kuat. Sebagian menyebut korban sempat berselisih dengan seseorang, sementara yang lain mengaku tidak mendengar keributan berarti pada jam-jam menjelang kejadian.

Autopsi dan Bukti Forensik

Tim Inafis telah melakukan autopsi terhadap jenazah di RSUD Bayu Asih guna memastikan penyebab kematian. Hasil sementara menunjukkan adanya indikasi trauma pada bagian belakang kepala, meski penyidik masih menanti laporan lengkap laboratorium forensik. Borgol yang melingkar di pergelangan tangan korban menjadi bukti material paling mencolok. Barang tersebut kini sedang diuji untuk mencari sidik jari atau jejak DNA yang mungkin mengarah pada pelaku. "Borgol ini bukan jenis yang kami gunakan untuk keperluan operasional satpam di sini," ucap seorang petugas keamanan senior yang ikut dimintai keterangan.

Duka Keluarga dan Harapan Keadilan

Pihak keluarga Sumarna mengaku sangat terpukul. Sang istri, Santi, menuturkan bahwa suaminya dikenal sebagai pribadi pendiam dan tak pernah memiliki masalah berarti di lingkungan kerja. "Dia hanya ingin menjalankan tugas dengan baik. Kami tidak habis pikir, kenapa harus berakhir seperti ini," ucapnya penuh linangan air mata. Keluarga berharap polisi segera menangkap pelaku yang tega menghabisi nyawa korban dengan cara sadis.

Langkah Polisi Selanjutnya

Penyidik berencana memanggil tambahan saksi, termasuk beberapa warga yang tinggal di sekitar waduk dan mungkin mendengar suara mencurigakan pada malam kejadian. Selain itu, pemeriksaan terhadap rekaman CCTV di titik-titik strategis kawasan waduk tengah diperkuat. Polres Purwakarta menjamin akan mengusut kasus ini secara transparan. "Kami tidak akan berhenti sampai titik terang ditemukan. Ini soal nyawa dan keadilan bagi keluarga korban," tegas seorang perwira yang menangani kasus tersebut.

Waduk Jatiluhur yang biasa menjadi destinasi wisata dan sumber irigasi kini menyimpan luka mendalam. Masyarakat berharap insiden ini segera terungkap agar rasa aman kembali terpulihkan. Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil lengkap laboratorium forensik dan terus menggali keterangan dari para saksi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User