Polisi Buru AK, Pelaku Pembunuhan Ayah dan Balita di Palu
PALU — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Polresta Palu sedang memburu seorang pria yang diduga menjadi aktor utama di balik tewasnya seorang ayah dan putranya yang masih berusia dua tahun. P...
PALU — Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Polresta Palu sedang memburu seorang pria yang diduga menjadi aktor utama di balik tewasnya seorang ayah dan putranya yang masih berusia dua tahun. Pelaku yang diketahui berinisial AK itu kabur usai diduga menghabisi nyawa dua korban di kediaman mereka di wilayah Kota Palu. Perburuan yang melibatkan seluruh personel reserse kriminal ini juga telah menyebar foto dan ciri-ciri fisik AK kepada publik agar warga turut membantu melacak keberadaannya.
Kasus pembunuhan yang menggegerkan warga setempat ini terungkap setelah istri korban yang selamat dari peristiwa nahas itu memberikan keterangan kunci kepada penyidik. Menurut sumber kepolisian yang enggan disebutkan identitasnya, perempuan tersebut diduga menyaksikan langsung kejadian mengerikan yang menimpa suami dan buah hatinya. Keterangan dari saksi inilah yang kemudian mengarahkan petugas pada identitas dan peran AK.
Kronologi Penemuan Jasad
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat malam pekan lalu di sebuah rumah di kawasan padat penduduk Kota Palu. Awalnya, tetangga korban tidak menaruh curiga karena tempat tinggal tersebut tampak tertutup rapat. Namun, kecurigaan mulai muncul ketika istri korban yang baru pulang dari luar kota mendapati suami dan anaknya dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan luka serius di beberapa bagian tubuh. Tetangga yang mendengar jeritan histeris kemudian berhamburan ke lokasi dan segera menghubungi pihak berwajib.
Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan Unit Identifikasi Polresta Palu langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua korban mengalami luka akibat benda tajam di bagian vital. Barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan pelaku juga telah diamankan dari lokasi. “Kami masih mendalami motif pastinya, tetapi dari analisis awal, ada indikasi perencanaan karena tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan berarti di sekitar lokasi,” ujar seorang penyidik yang terlibat dalam penanganan perkara ini.
Saksi Kunci Beri Petunjuk Penting
Istri korban, yang namanya tidak kami sebutkan demi alasan keamanan dan privasi, disebut-sebut sebagai saksi kunci yang berhasil selamat dari peristiwa berdarah tersebut. Dalam proses wawancara dengan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), ia menyampaikan sejumlah informasi tentang kronologi kejadian dan ciri-ciri seseorang yang patut dicurigai. Petunjuk dari saksi inilah yang kemudian mempersempit penyelidikan dan mengarahkan polisi pada AK sebagai tersangka utama. Meski masih dalam tekanan psikologis, saksi disebut kooperatif dan telah beberapa kali dimintai keterangan tambahan.
Kepolisian belum merinci hubungan antara pelaku dan korban. Namun, beredar dugaan kuat bahwa AK dan keluarga korban saling mengenal. Beberapa warga di sekitar lokasi mengaku pernah melihat AK berkunjung ke rumah korban beberapa hari sebelum kejadian. “Orangnya biasa saja, seperti main atau bertandang, jadi kami tidak menyangka bisa terjadi hal sekejam ini,” ujar seorang tetangga yang enggan disebut jati dirinya. Spekulasi soal motif, mulai dari dendam pribadi hingga permasalahan ekonomi, masih terus didalami oleh tim penyidik.
Deskripsi Pelaku dan Upaya Pengejaran
Untuk mempercepat proses penangkapan, Kepolisian telah merilis foto dan deskripsi lengkap AK ke media serta memasang selebaran di titik-titik strategis. Dalam rilis resmi yang diterbitkan pada Sabtu pagi, digambarkan AK memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam ikal pendek, dan terdapat bekas luka kecil di pelipis kanan. Saat terakhir kali terlihat, ia diduga mengenakan kaus hitam dan celana panjang denim yang sudah lusuh. Kepolisian meminta warga tidak mencoba melawan atau menangkap secara langsung karena dikhawatirkan pelaku masih membawa senjata tajam dan berpotensi membahayakan orang lain.
Kapolresta Palu dalam konferensi pers singkat mengatakan bahwa seluruh jalur keluar kota telah dijaga ketat oleh personel. Pos-pos pemeriksaan didirikan di sepanjang Jalan Trans Sulawesi dan titik rawan lain termasuk terminal dan pelabuhan. “Kami pastikan pelaku tidak bisa lolos jauh. Koordinasi juga telah dilakukan dengan polres tetangga di Kabupaten Sigi dan Donggala untuk antisipasi persembunyian di pelosok,” katanya. Selain itu, tim cyber tengah memantau jejak digital AK untuk mendeteksi kemungkinan pelaku berkomunikasi dengan kerabat atau menyewa penginapan secara daring.
Imbauan dan Dukungan Psikologis
Di samping upaya pengejaran, Polresta Palu juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Peredaran foto-foto korban di media sosial yang bisa memicu trauma bagi keluarga dilarang keras demi menjaga martabat dan privasi. “Kami meminta agar warga yang memiliki petunjuk sekecil apa pun segera menghubungi call center 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat,” bunyi pengumuman resmi yang disebarluaskan melalui radio lokal dan media sosial.
Sementara itu, Tim Reaksi Cepat Psikososial dari Dinas Sosial Kota Palu telah mendampingi istri korban beserta anggota keluarga lainnya untuk menjalani pemulihan trauma. Kejadian ini disebut sangat mengguncang mengingat korban termuda masih berusia dua tahun. Lembaga Perlindungan Anak setempat turut menyerukan agar proses hukum dijalankan secara transparan dan pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya yang tergolong keji.
Masyarakat Kota Palu diharapkan tetap tenang namun waspada. Setiap individu yang menemukan sosok mencurigakan sesuai deskripsi AK diminta tidak segan melapor. Satuan Reskrim Polresta Palu membuka saluran pengaduan 24 jam yang bisa diakses oleh siapa pun. “Keterlibatan masyarakat sangat penting, tetapi utamakan keselamatan diri, jangan bertindak sendiri,” tegas perwakilan kepolisian dalam pesan terakhirnya. Hingga berita ini diturunkan, operasi berskala besar masih terus berlangsung dengan mengerahkan puluhan personel gabungan.
Comments (0)