PKS Gelar Maulid Nabi 1448 H, Serukan Keteladanan untuk Membangun Negeri
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara khidmat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor Dewan
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara khidmat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema besar “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Inspirasi Membangun Negeri”, acara ini menjadi momentum konsolidasi spiritual sekaligus penegasan komitmen kebangsaan seluruh kader dan pimpinan partai dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Majelis Syura PKS, pengurus harian DPP, para habaib, alim ulama, tokoh lintas organisasi kemasyarakatan Islam, serta ratusan kader yang memadati aula utama kantor DPTP. Suasana religius dan kekeluargaan terpancar kuat sepanjang acara, yang diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, selawat, tausiyah kebangsaan, hingga santunan sosial bagi anak yatim dan kaum duafa di sekitar lingkungan kantor partai.
Menghidupkan Nilai Kenabian dalam Ruang Publik
Dalam refleksi peringatan Maulid Nabi tahun ini, ditekankan bahwa keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata dimaknai dalam koridor ritual keagamaan, melainkan harus diimplementasikan secara konkret dalam etika berbangsa dan bernegara. Figur Rasulullah dinilai sebagai teladan paripurna dalam menghadirkan kepemimpinan yang adil, jujur, serta berpihak kepada kesejahteraan rakyat tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan kompas moral bagi seluruh elemen bangsa. Meneladani akhlak Rasulullah berarti siap memikul tanggung jawab kepemimpinan dengan integritas tinggi, mengutamakan kepentingan publik, serta menjadikan politik sebagai sarana pengabdian yang tulus bagi kemaslahatan umat dan bangsa.”
Prinsip-prinsip kepemimpinan profetis dinilai sangat relevan dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi bangsa saat ini. Empat sifat utama Rasulullah—yakni Sidiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (transparan dan komunikatif), serta Fathanah (cerdas dan solutif)—menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang berkeadilan sosial.
| Sifat Kenabian | Konsep Moral | Relevansi dalam Pembangunan Negeri |
|---|---|---|
| Sidiq | Kejujuran dan integritas | Pemberantasan korupsi dan transparansi tata kelola pemerintahan. |
| Amanah | Tanggung jawab penuh | Pemanfaatan anggaran publik secara tepat sasaran bagi kesejahteraan rakyat. |
| Tabligh | Keterbukaan komunikasi | Akuntabilitas publik dan dialog inklusif bersama masyarakat. |
| Fathanah | Kecerdasan strategis | Perumusan kebijakan inovatif berbasis data untuk menjawab persoalan ekonomi. |
Memperkokoh Kohesi Sosial dan Semangat Persatuan
Lebih lanjut, peringatan ini juga mengangkat pentingnya Piagam Madinah sebagai salah satu warisan sejarah monumental yang digagas oleh Nabi Muhammad SAW. Piagam tersebut membuktikan bahwa masyarakat majemuk dapat hidup berdampingan secara harmonis di bawah payung kesetaraan hak, keadilan hukum, dan persatuan.
PKS mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika pembangunan nasional. Semangat persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) harus terus dipupuk agar Indonesia mampu keluar dari berbagai krisis global.
- Integritas Kepemimpinan: Menghadirkan figur pejabat publik yang bebas dari konflik kepentingan dan berfokus melayani rakyat.
- Pengentasan Kemiskinan: Mendorong redistribusi ekonomi yang merata melalui program pemberdayaan UMKM dan jaring pengaman sosial.
- Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan nilai-nilai luhur dan etika moral ke dalam kurikulum generasi muda demi masa depan Indonesia Emas.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). PKS menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari solusi bangsa dengan mengedepankan politik nilai dan keadilan sosial yang berakar pada keteladanan akhlak Nabi.




Comments (0)