Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

PANDEGLANG — Wamenkomdigi Nezar Patria Tinjau Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meninjau langsung Pos Satuan Tugas Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan di pesisir Car

PANDEGLANG — Wamenkomdigi Nezar Patria Tinjau Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria meninjau langsung Pos Satuan Tugas Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan di pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Sabtu (12/09/2026). Kunjungan kerja ini dilakukan guna memantau secara dekat jalannya operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis dan awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat melintas di perairan Selat Sunda.

Dalam peninjauan tersebut, Wamenkomdigi Nezar Patria didampingi oleh jajaran pejabat daerah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polairud, serta unsur TNI Angkatan Laut. Kehadiran pemerintah pusat ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus memastikan infrastruktur komunikasi di kawasan bencana dan titik pencarian berfungsi secara optimal demi kelancaran koordinasi evakuasi.

Kronologi Kejadian: Hilangnya Kapal Rombongan Jurnalis

Berdasarkan data awal yang dihimpun dari Posko SAR Gabungan, insiden berawal ketika kapal motor yang membawa sejumlah jurnalis media nasional dan awak kapal melakukan pelayaran untuk liputan khusus maritim di sekitar perairan Selat Sunda. Peristiwa tersebut berkembang dengan urutan sebagai berikut:

  1. Jumat, 11 September 2026 (Pukul 14.30 WIB): Kapal motor bertolak dari pelabuhan lokal menuju titik liputan dengan membawa 8 orang penumpang, yang terdiri dari 5 jurnalis dan 3 awak kapal.
  2. Jumat, 11 September 2026 (Pukul 17.45 WIB): Komunikasi terakhir tercatat antara tim jurnalis dan redaksi. Kapal melaporkan cuaca buruk dan gelombang tinggi yang mulai menghantam badan kapal di dekat gugusan pulau kecil Selat Sunda.
  3. Jumat, 11 September 2026 (Pukul 19.15 WIB): Kapal dinyatakan hilang kontak (lost contact) setelah sinyal pemancar darurat (EPIRB) memancarkan sinyal marbahaya singkat sebelum akhirnya terputus total.
  4. Sabtu, 12 September 2026 (Pukul 06.00 WIB): Tim SAR Gabungan secara resmi membuka Posko Utama di Carita, Pandeglang, dan memobilisasi armada penyelamat laut maupun udara.

Peninjauan Posko SAR: Wamenkomdigi Tekankan Koordinasi Maksimal

Setibanya di Posko SAR Gabungan Carita, Nezar Patria langsung menginspeksi ruang kendali operasi dan mendengarkan paparan teknis dari Komandan Tim SAR. Ia menekankan pentingnya penggunaan teknologi pemetaan digital dan penguatan jaringan telekomunikasi darurat di area pencarian.

"Kami dari Kementerian Komunikasi dan Digital memberikan perhatian sangat serius terhadap keselamatan para rekan jurnalis dan seluruh awak kapal. Komdigi telah menginstruksikan seluruh operator seluler untuk memperkuat sinyal di titik penyisiran dan menyiagakan perangkat komunikasi berbasis satelit demi mendukung penuh operasi Basarnas," ujar Wamenkomdigi Nezar Patria saat memberikan keterangan pers di lokasi.

Nezar menambahkan bahwa keselamatan pekerja media yang sedang bertugas di lapangan harus menjadi prioritas bersama. Pihaknya berjanji akan terus memantau perkembangan pencarian selama 24 jam penuh hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Upaya Pencarian Hari Ini: Tantangan Cuaca dan Armada SAR

Operasi pencarian pada hari kedua melibatkan penyisiran luas yang mencakup radius hingga 35 mil laut dari lokasi terakhir kapal terdeteksi. Tantangan utama yang dihadapi tim di lapangan adalah arus bawah laut yang deras serta jarak pandang yang terbatas akibat hujan deras yang masih sering mengguyur kawasan Selat Sunda.

Untuk memaksimalkan pencarian, Satgas SAR Gabungan menerjunkan berbagai fasilitas canggih dan personel terlatih, di antaranya:

  • 2 unit Kapal Negara (KN) SAR yang dilengkapi teknologi sonar pemindai bawah laut.
  • 3 unit Rigged Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir area dangkal dan pesisir pulau-pulau kecil.
  • 1 unit Helikopter Basarnas untuk melakukan pemantauan visual dari udara.
  • Dukungan 50 personel gabungan dari unsur TNI AL, Polairud Polda Banten, BPBD, dan relawan masyarakat pesisir.

Hingga Sabtu sore, tim pencari telah menemukan beberapa serpihan kayu yang diduga kuat merupakan bagian dari lambung kapal serta satu pelampung keselamatan. Namun, keberadaan 5 jurnalis dan 3 awak kapal masih terus disisir secara intensif.

Kementerian Komunikasi dan Digital bersama instansi terkait mengimbau kepada masyarakat dan nelayan di sekitar Selat Sunda untuk segera melapor ke Posko SAR Gabungan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau bangkai kapal. Operasi pencarian direncanakan akan terus dilanjutkan dengan memperluas sektor penyisiran ke arah selatan perairan Banten.

Wamenkomdigi Nezar Patria mendatangi Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026), untuk memastikan operasi pencarian rombongan jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak berjalan maksimal. Sebanyak 8 korban masih dalam penyisiran radius 35 mil laut oleh tim gabungan Basarnas, TNI AL, dan Polairud. Komdigi turut menerjunkan dukungan komunikasi satelit demi kelancaran evakuasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer6
TENTANG PENULIS writer6

Bacaan Terkait

Comments (0)

User