Pertamina Geothermal Capai Kapasitas 727 MW dari Energi Panas Bumi

JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat tonggak penting dalam pengembangan energi baru terbarukan dengan total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yan...

Jul 28, 2026 - 10:08
0 0
Pertamina Geothermal Capai Kapasitas 727 MW dari Energi Panas Bumi

JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat tonggak penting dalam pengembangan energi baru terbarukan dengan total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang kini mencapai 727 megawatt (MW). Pencapaian ini meneguhkan posisi perusahaan sebagai salah satu produsen listrik panas bumi terbesar di dunia sekaligus penggerak transisi energi nasional.

Dominasi dan Sebaran Unit Pembangkit

Kapasitas sebesar 727 MW tersebut tersebar di beberapa wilayah kerja strategis yang telah dikelola puluhan tahun. Unit-unit pembangkit andalan seperti Kamojang di Jawa Barat, Ulubelu di Lampung, dan Lahendong di Sulawesi Utara menjadi tulang punggung produksi. Masing-masing area tidak hanya mensuplai listrik untuk kebutuhan regional tetapi juga mendukung kestabilan jaringan interkoneksi Jawa-Bali dan Sulawesi bagian utara. PGE memastikan seluruh instalasi beroperasi dengan faktor kapasitas di atas 90 persen, menunjukkan keandalan teknologi panas bumi yang jauh melampaui pembangkit intermiten seperti surya atau bayu.

Keberhasilan ini tidak lepas dari investasi berkelanjutan pada teknologi pemboran sumur produksi dan reinjeksi. Sebagai contoh, pengembangan di area Kamojang telah berlangsung sejak era 1980-an dan kini menjadi salah satu lapangan panas bumi paling produktif di Asia Tenggara. Sementara itu, ekspansi di Ulubelu dan Lahendong terus ditingkatkan dengan penambahan unit baru yang memanfaatkan potensi cadangan terkonfirmasi yang masih besar.

Kontribusi untuk Bauran Energi Nasional

Dengan 727 MW, PGE menyumbang lebih dari separuh total kapasitas terpasang panas bumi nasional. Hal ini selaras dengan target pemerintah mempercepat porsi energi baru terbarukan menjadi 23 persen pada bauran energi primer. Panas bumi memiliki keunggulan sebagai pembangkit baseload yang dapat beroperasi 24 jam tanpa henti, menjadikannya tulang punggung sistem kelistrikan rendah karbon. Setiap megawatt yang dihasilkan dari sumber ini secara langsung mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel dan batu bara yang selama ini mendominasi grid di beberapa daerah terpencil.

Direktur Utama PGE, dalam keterangan pers, menyebut capaian ini sebagai hasil dari sinergi antara operasi yang andal, inovasi teknologi, dan komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). “Kami tidak hanya mengejar angka kapasitas, tetapi memastikan setiap watt yang dihasilkan membawa manfaat berlipat: menekan emisi, menciptakan lapangan kerja lokal, serta memperkuat kemandirian energi daerah,” ujarnya. Pihaknya juga menekankan bahwa harga jual listrik panas bumi tetap kompetitif, khususnya setelah sejumlah insentif fiskal dan kemudahan perizinan diberikan oleh pemerintah.

Dari Potensi Raksasa Menuju Realisasi

Indonesia menyimpan potensi panas bumi terbesar dunia, diperkirakan mencapai 29 gigawatt. Namun pemanfaatannya baru sebagian kecil. PGE sebagai entitas terbesar mengemban misi mempersempit jurang antara potensi dan realisasi. Rencana jangka panjang perusahaan mencakup penambahan kapasitas hingga lebih dari 1.000 MW dalam beberapa tahun mendatang melalui proyek-proyek greenfield dan brownfield di sejumlah prospek baru seperti di Flores, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah. Pendanaan berasal dari kombinasi kas internal, pinjaman perbankan, serta potensi instrumen ramah lingkungan seperti green bond yang telah diterbitkan sebelumnya.

Di tataran global, langkah PGE dipantau serius. Agensi energi internasional beberapa kali menempatkan Indonesia sebagai kunci pertumbuhan panas bumi, dan dominasi PGE menjadi indikator kesehatan investasi sektor ini. Manajemen menyatakan keterbukaan terhadap kemitraan strategis dengan pengembang asing, selama transfer teknologi dan pengembangan kapasitas lokal menjadi bagian dari kesepakatan. Pada akhirnya, angka 727 MW bukan sekadar statistik, melainkan fondasi bagi ekosistem energi masa depan yang lebih bersih, andal, dan berkeadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User