Dua Meninggal dalam Penembakan di Festival Kuliner Bite of Seattle

SEATTLE – Suasana penuh keceriaan di ajang kuliner Bite of Seattle mendadak pecah oleh suara tembakan yang mengentak kawasan sekitar pukul 17.30 waktu setempat pada Minggu (15/6). Insiden yang didug...

Jul 28, 2026 - 10:09
0 0
Dua Meninggal dalam Penembakan di Festival Kuliner Bite of Seattle

SEATTLE – Suasana penuh keceriaan di ajang kuliner Bite of Seattle mendadak pecah oleh suara tembakan yang mengentak kawasan sekitar pukul 17.30 waktu setempat pada Minggu (15/6). Insiden yang diduga sebagai aksi penembakan massal ini merenggut nyawa dua orang dan mencederai lima lainnya, sekaligus memicu kekacauan di tengah ribuan pengunjung yang memadati lokasi festival.

Menurut saksi mata, situasi berjalan normal dengan antrean panjang di gerai-gerai makanan dan panggung hiburan yang menghadirkan musisi lokal. Keheningan senja pecah ketika seorang pria tak dikenal tiba-tiba melepaskan tembakan beruntun dari jarak dekat. Seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya mengaku awalnya menduga suara petasan, namun seketika teror terasa ketika melihat orang berjatuhan dan kepanikan massal.

Korban tewas diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 32 tahun dan seorang wanita berusia 27 tahun yang merupakan sukarelawan festival. Lima korban luka, yang terdiri dari tiga pria dan dua wanita, segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Harborview dengan luka tembak di bagian dada, perut, dan kaki. Hingga Senin dini hari, tiga di antaranya masih dalam kondisi kritis.

Kepolisian Seattle langsung menerapkan protokol darurat dengan mengerahkan tim SWAT, unit K-9, dan ambulans dalam jumlah besar. Area festival yang berlokasi di Seattle Center, ikon kota yang biasanya ramai wisatawan, langsung ditutup total. Petugas melakukan sweep area demi mengamankan pelaku yang sempat dilaporkan melarikan diri ke arah monorail.

Kepala Kepolisian Seattle, John Diaz, dalam konferensi pers dadakan menyebut insiden ini sebagai hari yang gelap bagi komunitas dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta melapor. Satu tersangka telah diamankan, namun identitasnya belum bisa dirilis karena penyelidikan masih berlangsung.

Sejumlah saksi melaporkan mendengar sedikitnya delapan letusan sebelum massa panik dan saling dorong untuk menyelamatkan diri. Beberapa korban luka justru bukan akibat langsung tembakan, melainkan karena terinjak-injak. Seorang relawan PMI setempat melaporkan memberikan bantuan pertama kepada lebih dari sepuluh orang yang mengalami luka ringan, memar, dan sesak napas akibat himpitan.

Festival Bite of Seattle sendiri merupakan acara tahunan yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade, menarik sekitar 50.000 pengunjung setiap harinya. Tahun ini, lebih dari 200 vendor makanan dan minuman berpartisipasi, dari restoran fine dining hingga gerobak jajanan lokal. Tragedi ini langsung memicu pembatalan seluruh rangkaian acara yang rencananya berlangsung hingga malam hari.

Wali Kota Seattle, Christina Roberts, menyampaikan belasungkawa dan berjanji akan meningkatkan pengamanan di ruang publik. Ia menegaskan bahwa tidak seorang pun seharusnya merasa terancam saat menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dan teman-teman, serta akan memastikan keadilan ditegakkan.

Para psikolog dan konselor juga telah dikerahkan untuk menangani trauma para saksi dan keluarga korban. Sementara itu, netizen di media sosial membanjiri linimasa dengan tagar #PrayForSeattle dan kecaman terhadap maraknya aksi kekerasan di tempat umum.

Meskipun belum ada motif yang diumumkan secara resmi, spekulasi mulai bermunculan bahwa pelaku mungkin mengalami gangguan mental atau terlibat dalam perselisihan pribadi yang berujung di ajang publik tersebut. Kepolisian menolak berspekulasi dan meminta publik untuk menunggu hasil investigasi menyeluruh.

Tragedi ini kembali menambah daftar panjang insiden penembakan massal di Amerika Serikat, yang belakangan terus mencuat di pusat-pusat keramaian. Bite of Seattle sebelumnya dikenal sebagai festival yang aman dan ramah keluarga, sehingga kejadian ini mengejutkan banyak pihak.

Hingga berita ini diturunkan, tim forensik masih bekerja di tempat kejadian mengumpulkan bukti dan merekonstruksi kronologi. Sementara itu, sejumlah ruas jalan di sekitar Seattle Center masih ditutup dan dialihkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Para warga Seattle dan komunitas kuliner setempat mulai menggalang dana untuk korban melalui platform donasi online. Salah satu pengelola restoran yang turut berpartisipasi di festival mengungkapkan rasa hancurnya namun menyatakan semangat kebersamaan harus tetap hidup.

Kepolisian mengimbau siapa pun yang memiliki foto atau rekaman video saat kejadian untuk menghubungi hotline khusus yang telah disiapkan, demi membantu proses identifikasi dan penuntasan kasus.

Malam pasca-penembakan, warga setempat menggelar doa bersama di dekat gerbang Seattle Center. Lilin-lilin kecil dinyalakan sebagai simbol harapan dan solidaritas. Ke depan, panitia Bite of Seattle menyatakan akan mengevaluasi sistem keamanan acara, termasuk kemungkinan penggunaan detektor logam dan peningkatan personel keamanan.

Tragedi ini menegaskan betapa rapuhnya keamanan di tempat-tempat publik yang selama ini dianggap aman. Seattle berduka, dan sorotan internasional kembali tertuju pada permasalahan kepemilikan senjata api di negeri Paman Sam itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User