Application Name Application Name

Patokan

Hukum

Kebakaran di Koja Hanguskan Enam Kontrakan, Tiga Luka

Jakarta, Patokan - Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Koja, Jakarta Utara, pada Selasa (2/9) siang. Enam unit rumah kontrakan ludes dilalap api dalam waktu singkat. ...

Kebakaran di Koja Hanguskan Enam Kontrakan, Tiga Luka

Jakarta, Patokan - Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Koja, Jakarta Utara, pada Selasa (2/9) siang. Enam unit rumah kontrakan ludes dilalap api dalam waktu singkat. Tiga orang penghuni dilaporkan mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Insiden ini diduga dipicu oleh percikan api dari kompor yang menyambar bensin di dalam salah satu unit.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat dari bagian dapur sebuah kontrakan di Jalan Koja Raya. Saat itu, seorang penghuni tengah memasak menggunakan kompor minyak. Tanpa disadari, terdapat wadah berisi bensin yang diletakkan terlalu dekat dengan kompor. Diduga, api dari kompor menyambar uap bensin dan langsung memicu ledakan kecil. Dalam hitungan detik, api merambat ke material mudah terbakar di sekitarnya dan meluas ke kontrakan lain yang berdempetan.

Kobaran api cepat membesar karena sebagian besar bangunan kontrakan terbuat dari kayu dan triplek. Angin kencang yang bertiup saat itu turut mempercepat penyebaran api. Warga sekitar panik dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil. Beberapa warga berhasil menyelamatkan barang berharga, sementara lainnya hanya bisa menyaksikan rumah mereka hangus terbakar.

Proses Pemadaman

Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah laporan diterima. Sebanyak delapan unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam karena medan yang sempit dan akses jalan yang terbatas. Petugas harus menyemprotkan air dari jarak jauh dan merelakan beberapa titik untuk dibiarkan terbakar guna mencegah api menjalar ke permukiman lain.

"Kami mengalami kesulitan karena jalan di lokasi sangat sempit, hanya muat satu mobil. Namun berkat koordinasi dengan warga, kami berhasil mengisolasi api agar tidak merembet ke bangunan lain," ujar Komandan Regu Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Budi Santoso, di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga orang mengalami luka bakar ringan hingga sedang.

Korban Luka Bakar

Tiga korban luka bakar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Koja untuk mendapatkan perawatan intensif. Mereka adalah seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, dan seorang pria dewasa berusia 38 tahun. Menurut petugas medis, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan dan wajah akibat terkena percikan api saat mencoba menyelamatkan diri. Kondisi mereka saat ini stabil dan masih dalam pengawasan dokter.

"Kami menerima tiga pasien dengan luka bakar derajat dua. Mereka sudah mendapatkan penanganan awal dan akan dirawat selama beberapa hari ke depan," kata dr. Rina Wulandari, dokter jaga di RS Koja. Pihak rumah sakit juga menyediakan layanan trauma healing bagi korban yang mengalami guncangan psikologis akibat kebakaran.

Penyebab Kebakaran

Hasil penyelidikan sementara dari petugas pemadam kebakaran dan kepolisian setempat menyimpulkan bahwa kebakaran dipicu oleh api kompor yang menyambar bensin. Diduga, korban menyimpan bensin di dalam botol plastik dan meletakkannya di dekat kompor minyak yang sedang menyala. Saat api kompor tidak stabil, percikan api langsung mengenai botol bensin dan menyebabkan kebakaran hebat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan bahan bakar seperti bensin di dalam rumah, apalagi di dekat sumber api. Ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kebakaran besar," tegas Budi Santoso. Ia juga mengingatkan agar warga selalu memeriksa kondisi kompor dan tabung gas sebelum digunakan, serta tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan.

Dampak dan Bantuan

Kebakaran ini menyebabkan enam unit kontrakan rata dengan tanah. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke rumah kerabat atau tempat penampungan sementara yang didirikan oleh kelurahan setempat. Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Suku Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan selimut bagi para pengungsi.

"Kami berkoordinasi dengan kelurahan untuk mendata korban dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Bantuan logistik akan terus disalurkan hingga situasi pulih," ujar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ahmad Fauzi. Selain itu, pihak kepolisian juga membuka posko pengaduan bagi warga yang kehilangan dokumen penting seperti KTP dan KK.

Peringatan untuk Warga

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di permukiman padat, untuk lebih waspada terhadap risiko kebakaran. Jangan menyimpan bensin atau bahan mudah terbakar lainnya di dalam rumah. Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, dan selalu matikan kompor setelah memasak. Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara juga mengajak warga untuk membentuk satuan relawan pemadam kebakaran di tingkat RT/RW guna mempercepat respons jika terjadi kebakaran.

"Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Edukasi keselamatan kebakaran harus terus digencarkan, terutama di daerah padat penduduk seperti Koja," pungkas Budi Santoso. Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan lokasi kebakaran masih berlangsung, dan petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada korban lain.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User