Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

Palangka Raya — Satgas Karhutla Berjuang Padamkan Kebakaran Peatland Kereng Bangkirai

Asap pekat berwarna abu-abu kecokelatan kembali membubung tinggi menutupi sebagian langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Suasana gersang di tengah

Palangka Raya — Satgas Karhutla Berjuang Padamkan Kebakaran Peatland Kereng Bangkirai

Asap pekat berwarna abu-abu kecokelatan kembali membubung tinggi menutupi sebagian langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Suasana gersang di tengah puncak musim kemarau kian mencekam ketika si jago merah melahap kawasan vegetasi kering di Jalan Sinar Kahayan, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau. Pada Minggu (4/8/2024), puluhan personel dari Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) tampak berjibaku menembus semak belukar demi mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas ke area sekitarnya.

Ancaman Berulang di Tanah Gambut Kereng Bangkirai

Wilayah Kereng Bangkirai dikenal sebagai salah satu gerbang utama ekosistem gambut yang sangat rentan terbakar saat curah hujan menurun drastis. Kobaran api yang mulai terdeteksi sejak siang hari dengan cepat membesar akibat terpaan angin kencang dan suhu udara yang menyengat. Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi kejadian, struktur tanah yang didominasi oleh lapisan gambut tebal menyebabkan pemadaman tidak cukup hanya dengan menyiram bagian permukaan luar saja.

Petugas di lapangan harus melakukan pemadaman secara intensif hingga menyuntikkan air bertekanan tinggi ke dalam lapisan bawah tanah. Langkah teknis ini dilakukan guna memastikan bara api di kedalaman tanah benar-benar padam dan tidak memicu timbulnya titik api baru. Kota Palangka Raya kini berada dalam status siaga penuh mengingat frekuensi kebakaran lahan terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

"Tantangan terbesar kami di lapangan adalah karakter lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan. Meski di atas permukaan terlihat sudah padam, jika tidak disiram hingga jenuh, api akan dengan mudah kembali menyala saat ditiup angin kencang," ujar salah seorang petugas lapangan Satgas Karhutla di lokasi kejadian.

Mobilisasi Sumber Daya dan Analisis Data Karhutla

Proses pemadaman di Jalan Sinar Kahayan melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, hingga relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Keterbatasan akses air di dekat titik kebakaran sempat menjadi kendala utama, sehingga tim gabungan harus membentang selang pemadam hingga ratusan meter dari sumber air terdekat untuk membasahi area yang terbakar.

Berikut adalah rincian data ringkas terkait upaya penanganan Karhutla di kawasan Kereng Bangkirai:

Parameter Penanganan Rincian Informasi Lapangan
Lokasi Kejadian Jalan Sinar Kahayan, Kereng Bangkirai, Palangka Raya
Tipe Lahan Gambut Dangkal dan Semak Belukar Kering
Kebutuhan Teknik Pemadaman Pembasahan Mendalam (Wetting) & Penyekatan Lahan
Unsur Tim Terlibat BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Relawan MPA

Dampak Ekologis dan Imbauan Kewaspadaan Masyarakat

Dampak bencana Karhutla bukan sekadar hilangnya vegetasi penutup tanah, melainkan juga berpotensi memicu penurunan kualitas udara yang mengancam kesehatan masyarakat melalui Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Terlebih lagi, kawasan Kereng Bangkirai berbatasan langsung dengan area konservasi penting. Kerusakan ekosistem di wilayah ini dapat merusak habitat alami berbagai flora dan fauna endemik Kalimantan.

Pemerintah Kota Palangka Raya terus menekankan pentingnya langkah pencegahan berbasis keterlibatan masyarakat. Beberapa imbauan krusial yang terus disosialisasikan antara lain:

  • Dilarang keras membuka lahan dengan cara dibakar, baik untuk kepentingan pertanian skala kecil maupun perkebunan.
  • Meningkatkan ronda dan patroli mandiri di tingkat kelurahan serta RT/RW yang masuk dalam zona rawan kebakaran.
  • Segera melaporkan kemunculan titik asap sekecil apa pun kepada posko Satgas terdekat demi tindakan penanganan dini.

Kerja keras tim pemadam di Jalan Sinar Kahayan hingga Minggu petang akhirnya berhasil melokalisir pergerakan api sehingga tidak sampai merambat ke pemukiman warga sekitar. Kendati demikian, proses pendinginan terus dilanjutkan hingga malam hari guna memastikan tidak ada lagi sisa asap yang dapat mengganggu jarak pandang dan keselamatan warga setempat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer5
TENTANG PENULIS writer5

Bacaan Terkait

Comments (0)

User