Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

JAKARTA — IHSG Sesi I Melemah 0,35 Persen ke Level 6.439

Suasana perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan sesi pertama hari Jumat menunjukkan kecenderungan tertekan. Indeks Harga Saham Gabun

JAKARTA — IHSG Sesi I Melemah 0,35 Persen ke Level 6.439

Suasana perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan sesi pertama hari Jumat menunjukkan kecenderungan tertekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya di zona hijau setelah gelombang aksi lepas saham oleh investor mendominasi paruh pertama perdagangan akhir pekan ini. Pergerakan indeks yang sempat bergerak fluktuatif akhirnya harus tertahan di teritori negatif seiring dengan aksi koreksi teknis pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Berdasarkan data pasar finansial yang dirilis dari platform Stockbit, IHSG terkoreksi sebesar 22,69 poin atau turun 0,35 persen sehingga memarkir posisinya di level 6.439,75 pada akhir perdagangan Sesi I. Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar modal domestik yang masih dibayangi oleh sikap kehati-hatian para pemodal dalam merespons berbagai pengumuman indikator ekonomi global maupun kawasan regional.

Rincian Statistik Perdagangan dan Aktivitas Transaksi

Sepanjang paruh pertama hari perdagangan, aktivitas transaksi saham terbilang cukup ramai meskipun indeks mengalami pelemahan. Total nilai transaksi yang berhasil dicatatkan oleh para pelaku pasar mencapai Rp 7,50 triliun. Angka transaksi tersebut melibatkan volume perdagangan sebanyak 14,91 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui frekuensi transaksi mencapai 1,07 juta kali.

"Koreksi yang terjadi pada IHSG pada sesi pertama ini cenderung didorong oleh aksi ambil untung (profit taking) secara wajar setelah kenaikan di hari-hari sebelumnya. Para pemodal tampaknya memilih untuk mengamankan posisi jelang penutupan perdagangan pekan ini sembari mencermati dinamika arus modal asing," ujar seorang analis pasar modal di Jakarta.

Daftar Top Gainers dan Top Losers Sesi I

Di tengah penurunan indeks secara keseluruhan, beberapa saham lapis kedua dan saham berbasis komoditas justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Saham PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) memimpin jajaran saham teratas setelah meroket hingga 24,82 persen. Selain itu, saham energi raksasa PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga melonjak secara spektakuler hingga menambah poin cukup tinggi bagi portofolio pemegang sahamnya.

Sebaliknya, tekanan jual berat melanda jajaran top losers, di mana saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) merosot paling dalam. Berikut adalah perbandingan performa saham-saham pilihan yang mencatatkan pergerakan harga paling ekstrem selama Sesi I perdagangan berlangsung:

Kategori Kode Saham Harga Akhir Perubahan (Poin) Persentase
Top Gainer KICI 352 +70 +24,82%
Top Gainer MPIX 220 +37 +20,22%
Top Gainer BYAN 13.825 +2.300 +19,96%
Top Gainer MGNA 220 +31 +16,40%
Top Gainer BAJA 322 +42 +15,00%
Top Loser FORU 3.010 -530 -14,97%
Top Loser AGAR 1.840 -320 -14,81%
Top Loser DOOH 394 -64 -13,97%
Top Loser AYLS 179 -19 -9,60%
Top Loser ASHA 50 -5 -9,09%

Dominasi Perdagangan Saham Berkapitalisasi Besar

Dari sisi aktivitas nilai transaksi teratas (*top value*), saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus mendominasi papan transaksi bursa. Saham BBCA mencatatkan nilai transaksi yang dominan mencapai Rp 389 miliar sepanjang Sesi I. Hal ini menandakan bahwa saham-saham perbankan berkapitalisasi besar masih menjadi pilihan utama dalam perputaran dana para investor institusi maupun ritel.

Menghadapi sesi kedua perdagangan sore nanti, para pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati pergerakan bursa saham regional Asia yang cenderung bervariasi. Jika sentimen global kurang mendukung, tekanan terhadap IHSG diproyeksikan masih dapat berlanjut hingga akhir penutupan sore hari. Namun demikian, peluang technical rebound pada saham-saham tertentu tetap terbuka lebar untuk menopang pergerakan indeks secara keseluruhan.

Para investor diimbau untuk tetap cermat dan mengedepankan manajemen risiko yang terukur dalam mengambil keputusan investasi di pasar saham domestik saat kondisi pasar bergerak volatil.

Total nilai transaksi mencapai Rp 7,50 triliun dengan pergerakan saham lapis dua mencatatkan kenaikan signifikan. Cek analisis lengkapnya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer6
TENTANG PENULIS writer6

Bacaan Terkait

Comments (0)

User