MALANG — Dapur RSSA Malang Terbakar, Kerugian Capai Rp900 Juta
KOTA MALANG — Musibah kebakaran melanda fasilitas kesehatan rujukan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, pada Rabu
KOTA MALANG — Musibah kebakaran melanda fasilitas kesehatan rujukan milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, pada Rabu (9/9) sore sekitar pukul 14.50 WIB. Insiden yang melahap area dapur gizi dan ruang binatu (laundry room) tersebut diduga kuat berawal dari gangguan hubungan arus pendek atau korsleting listrik di bagian atap bangunan. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, kerusakan fisik yang ditimbulkan tergolong signifikan dan mengganggu operasional fasilitas penunjang rumah sakit.
Kebakaran yang terjadi secara mendadak ini sempat memicu kepanikan di kalangan staf medis serta keluarga pasien yang berada di sekitar lokasi kejadian. Beruntung, petugas pemadam kebakaran bersama tim tanggap darurat internal rumah sakit bergerak cepat untuk melokalisasi kobaran api sehingga tidak meluas ke area ruang perawatan pasien utama.
Kronologi Insiden dan Penanganan Pemadaman
Berdasarkan inventarisasi awal, area yang hangus terbakar mencakup fasilitas penyediaan gizi pasien serta ruang pencucian linen medis. Pemadaman berlangsung cepat dengan dikerahkannya sejumlah armada pemadam kebakaran Kota Malang hingga lokasi dinyatakan sepenuhnya aman pada sore hari.
- Pukul 14.50 WIB: Api pertama kali terlihat membubung dari area atap ruang dapur gizi RSSA Malang, disertai kepulan asap hitam pekat yang membubung ke udara.
- Pukul 15.05 WIB: Tim tanggap darurat internal rumah sakit berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sekaligus mengevakuasi dokumen serta peralatan penting.
- Pukul 15.20 WIB: Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang tiba di lokasi dan langsung melakukan penetrasi serta penyekatan area agar kobaran api tidak menjangkau gedung perawatan pasien utama.
- Pukul 17.00 WIB: Petugas berhasil memadamkan total kobaran api dan melanjutkan ke tahap pendinginan (cooling down) guna memastikan tidak ada sisa titik api laten.
Analisis Temuan Internal dan Kerugian Materiil
Direktur Utama RSSA Malang, dr. Mohammad Bachtiar Budianto, dalam konferensi pers resmi pada Rabu malam menjelaskan bahwa investigasi internal sementara menyimpulkan sumber api berasal dari percikan korsleting listrik di struktur atap ruang dapur gizi. Luas area yang terdampak insiden ini diperkirakan mencapai 300 meter persegi.
"Dugaan sementara ini api berasal dari hubungan pendek arus listrik yang berada di atap ruang dapur. Sementara ini ada sekitar 300 meter persegi, dengan kerugian materiil atas kejadian ini diperkirakan sekitar Rp 900 juta," ungkap dr. Bachtiar saat memberikan keterangannya kepada awak media.
dr. Bachtiar memaparkan bahwa faktor usia bangunan dan infrastruktur kelistrikan lama menjadi salah satu pemicu utama kerentanan tersebut. Sebagai salah satu rumah sakit tertua di Jawa Timur, RSSA saat ini sedang dalam proses peremajaan dan pembaruan instalasi prasarana secara bertahap.
Ringkasan Data Insiden Kebakaran RSSA Malang
Berikut adalah perbandingan data teknis terkait peristiwa kebakaran yang melanda area penunjang RSSA Malang:
| Indikator Insiden | Rincian Keterangan |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Ruang Dapur Gizi & Laundry Room RSSA Malang |
| Waktu Kejadian | Rabu, 9 September, Pukul 14.50 WIB |
| Dugaan Penyebab | Korsleting Arus Listrik di Atap Bangunan |
| Luas Area Terbakar | 300 meter persegi |
| Taksiran Kerugian | Rp 900.000.000 (Rp 900 Juta) |
| Progres Peremajaan Listrik | 60% Selesai (Tersisa 40% Tahapan) |
Tantangan Modernisasi Kelistrikan Fasilitas Kesehatan
Proses peremajaan instalasi kelistrikan di gedung rumah sakit yang aktif beroperasi memiliki kompleksitas teknis yang sangat tinggi. Berbeda dengan fasilitas publik atau gedung komersial biasa, rumah sakit tidak dapat memadamkan arus listrik secara total karena menyangkut kelangsungan hidup pasien yang bergantung pada alat-alat medis di ruang perawatan intensif.
Menurut dr. Mohammad Bachtiar Budianto, proses renovasi jaringan listrik di RSSA Malang saat ini baru mencapai 60 persen, sementara 40 persen sisanya masih dalam tahap pengerjaan berkesinambungan. Kabel-kabel tua yang berumur puluhan tahun diduga terkelupas dan memicu gesekan arus pendek saat terjadi lonjakan beban kelistrikan.
Manajemen RSSA menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi mendalam untuk mempercepat penyelesaian sisa 40 persen pembaruan instalasi kelistrikan. Pihak rumah sakit berjanji akan memperketat pengawasan prasarana guna menjamin standar keamanan maksimal di seluruh area pelayanan medis maupun fasilitas penunjang.




Comments (0)