Application Name Application Name

Patokan

Hukum & Kriminal

Karhutla Meluas di Palangka Raya, Tim Relawan Berjibaku Padamkan Api

Kobaran api dan kepulan asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah seiring meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di K

Karhutla Meluas di Palangka Raya, Tim Relawan Berjibaku Padamkan Api

Kobaran api dan kepulan asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah seiring meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, puluhan personel tim gabungan bersama para relawan pemadam kebakaran harus berjuang keras di garis depan demi mengendalikan si jago merah yang membakar vegetasi gambut kering di kawasan tersebut.

Kondisi cuaca terik serta tiupan angin kencang mempercepat perambatan api di permukaan maupun di bawah lapisan tanah gambut. Tim pemadam di lapangan menghadapi tantangan berat akibat sulitnya akses jalan menuju titik api dan terbatasnya ketersediaan sumber air untuk proses pembasahan (water bombing maupun pemadaman darat).

Perjuangan Berat Menembus Lahan Gambut

Karakteristik lahan gambut di Palangka Raya menjadikan operasi pemadaman tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyiram api di bagian permukaan. Bara api kerap tersembunyi hingga kedalaman beberapa meter di bawah tanah, siap berkobar kembali saat tertiup angin kencang.

"Api di lahan gambut memiliki karakteristik membakar di bawah permukaan. Meskipun api atas sudah padam, asap masih mengepul dari bawah tanah. Kami harus melakukan injeksi air ke dalam gambut secara menyeluruh agar titik bara benar-benar mati dan tidak menyala kembali," ujar salah seorang relawan pemadam di lokasi.

Para personel pemadam terpaksa membawa selang bertekanan tinggi melintasi semak belukar dan rawa-rawa kering. Bau menyengat asap pembakaran dan jarak pandang yang terbatas tidak menyurutkan langkah tim satgas darat untuk terus memblokade jalur api agar tidak mendekati permukiman penduduk.

Karhutla Dominasi Bencana Hidrometeorologi Nasional

Peristiwa karhutla di Palangka Raya ini kian memperpanjang catatan kelam bencana hidrometeorologi kering di Tanah Air. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran hutan dan lahan tercatat sebagai kejadian bencana yang paling mendominasi di Indonesia sepanjang tahun berjalan.

Dari total 1.739 kejadian bencana alam yang tercatat di seluruh pelosok Indonesia hingga awal September, karhutla menempati urutan pertama dengan 627 kejadian. Lonjakan kasus karhutla ini dipicu oleh musim kemarau yang berkepanjangan serta pembukaan lahan dengan metode bakar yang masih terjadi di sejumlah wilayah rawan.

Berikut adalah beberapa langkah prioritas yang kini tengah diintensifkan oleh tim satgas gabungan dan pemerintah daerah:

  • Patroli Terpadu: Melakukan penyisiran rutin pada area rawan bakar dan lahan tidur tak terurus.
  • Operasi Pembasahan Cepat: Mengerahkan armada tangki air serta mesin pompa portabel ke kantong-kantong titik panas (hotspot).
  • Penegakan Hukum Tegas: Memperketat pengawasan dan menindak oknum yang terbukti sengaja membakar lahan untuk perkebunan.
  • Sosialisasi Bahaya Asap: Mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan serta mengenakan masker guna mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ancaman Kabut Asap dan Kualitas Udara

Jika karhutla tidak segera tertangani secara tuntas, kekhawatiran terbesar adalah penurunan drastis Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangka Raya dan sekitarnya. Kabut asap tebal berisiko melumpuhkan aktivitas penerbangan, mengganggu roda perekonomian, hingga memicu krisis kesehatan massal, khususnya bagi anak-anak dan lansia.

Pemerintah daerah bersama BNPB terus mengoptimalkan sinergi lintas sektoral, mulai dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga masyarakat peduli api. Kolaborasi ini diharapkan dapat menahan laju kebakaran sehingga tidak berkembang menjadi krisis kabut asap lintas wilayah.

Tim relawan berjuang memadamkan api di lahan gambut Kecamatan Sebangau, Palangka Raya. Karhutla kini mendominasi daftar bencana hidrometeorologi di Indonesia dari total 1.739 kejadian sepanjang tahun ini. Simak selengkapnya di Patokan.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer4
TENTANG PENULIS writer4

Bacaan Terkait

Comments (0)

User