Kritik Netizen, Komunitas Pajero One Jatim Minta Maaf Usai Konvoi di Tol

Keluhan Mengemuka dari Pengguna Jalan Tol Sejumlah pengguna jalan tol di Jawa Timur melontarkan kekecewaan melalui media sosial atas aksi iring-iringan kendaraan sport utility vehicle (SUV) yang dinil...

Jul 28, 2026 - 10:26
0 0
Kritik Netizen, Komunitas Pajero One Jatim Minta Maaf Usai Konvoi di Tol

Keluhan Mengemuka dari Pengguna Jalan Tol

Sejumlah pengguna jalan tol di Jawa Timur melontarkan kekecewaan melalui media sosial atas aksi iring-iringan kendaraan sport utility vehicle (SUV) yang dinilai membahayakan. Peristiwa yang terjadi pada akhir pekan lalu itu terekam dalam sejumlah unggahan dan dengan cepat memicu perdebatan di dunia maya. Rekaman amatir yang beredar memperlihatkan konvoi mobil-mobil besar tersebut menduduki lajur kanan untuk waktu yang lama, sementara manuver mendadak yang dilakukan pengemudi dianggap mengabaikan keselamatan pengguna lain. "Saya hampir diserempet ketika hendak mendahului. Mereka seperti jalan sendiri tanpa peduli kendaraan lain," tulis salah satu saksi mata di laman Facebook. Keluhan serupa datang dari puluhan warganet yang menumpahkan pengalaman tidak menyenangkan selama melintas di ruas tol yang padat.

Unggahan tersebut menyebar ke berbagai platform, termasuk Twitter dan Instagram, dengan tagar terkait yang ramai diperbincangkan. Banyak netizen menyayangkan sikap rombongan yang diidentifikasi berasal dari sebuah komunitas otomotif. Menurut pantauan, rombongan berjumlah belasan unit itu tengah melakukan perjalanan bersama menuju salah satu destinasi wisata. Alih-alih menikmati kebersamaan, cara berkendara mereka justru menuai sorotan tajam. Sejumlah akun populer turut mengomentari, menjadikan isu ini sebagai peringatan akan pentingnya etika di jalan bebas hambatan.

Permintaan Maaf Resmi Komunitas

Tak butuh waktu lama, komunitas yang terkait dengan konvoi tersebut buka suara. Pajero One Jatim, komunitas pencinta dan pemilik Mitsubishi Pajero, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosial resmi mereka, Minggu (27/7). Dalam pernyataannya, pihak komunitas mengakui adanya anggota yang kurang memperhatikan tata tertib lalu lintas saat berkonvoi. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna jalan, khususnya yang merasa terganggu dan terancam keselamatannya," bunyi penggalan pernyataan yang diunggah.

Lebih lanjut, komunitas tersebut menegaskan telah melakukan evaluasi internal dan akan memperketat aturan bagi setiap anggota saat berkendara dalam rombongan. Mereka berjanji akan mengedukasi ulang seluruh partisipan mengenai prosedur konvoi yang aman, termasuk larangan keras menempati lajur kanan secara terus-menerus dan kewajiban memberi ruang bagi kendaraan lain. Ketua komunitas yang dihubungi secara terpisah menuturkan bahwa insiden ini menjadi bahan introspeksi berharga. "Kami tidak mentoleransi cara mengemudi yang ugal-ugalan. Akan ada sanksi tegas bagi anggota yang terbukti melanggar," ucapnya dalam keterangan singkat.

Respons Masyarakat dan Pentingnya Etika Berkendara

Permintaan maaf ini mendapat tanggapan beragam. Sebagian warganet mengapresiasi langkah cepat komunitas dalam merespons kritik. Namun tak sedikit pula yang mendesak agar kepolisian turun tangan untuk memberikan efek jera. Mereka menilai, permohonan maaf saja tidak cukup tanpa ada komitmen nyata perubahan perilaku di jalan. Salah satu pengamat transportasi dari Universitas Brawijaya, yang dimintai pendapatnya, menjelaskan bahwa konvoi di jalan tol memiliki aturan ketat. "Tidak ada istilah hak khusus untuk konvoi. Lajur kanan hanya untuk mendahului, bukan untuk dikuasai berjam-jam," tegasnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi refleksi bagi kalangan komunitas otomotif lainnya. Beberapa klub mobil lain bahkan ikut mengeluarkan imbauan internal agar kejadian serupa tidak terulang. Jalan tol, dengan kecepatan tinggi dan volume lalu lintas yang kian meningkat, menuntut disiplin ekstra dari setiap pengemudi. Insiden sekecil apa pun bisa berujung fatal jika pengendara lengah atau memaksakan ego masing-masing. Diskusi di sejumlah forum daring pun bergulir, dengan banyak pihak menyuarakan pentingnya kesadaran kolektif bahwa jalan raya adalah milik bersama.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait kemungkinan penyelidikan lebih lanjut atas keluhan-keluhan yang muncul. Namun, patroli pengawasan di sepanjang jalur tol Jawa Timur disebut tengah ditingkatkan, terutama pada akhir pekan yang kerap dijadikan jadwal konvoi oleh berbagai komunitas. Masyarakat berharap agar setiap pengemudi, baik yang tergabung dalam kelompok maupun individu, senantiasa mengutamakan keselamatan dan menjunjung tinggi sopan santun di jalan tol. Permohonan maaf dari Pajero One Jatim setidaknya membuka ruang dialog dan menjadi cambuk bagi seluruh penggemar otomotif untuk berbenah. Komunitas itu juga berencana mengadakan sesi evaluasi teknis bersama anggota dan berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk memetakan rute konvoi yang lebih tertib di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User