Keluarga Ungkap Detik-Detik Wafat Troy Pantouw Juru Bicara IKN

JAKARTA — Kabar duka menyelimuti Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Juru bicara lembaga tersebut, Troy Pantouw, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (25/7). Pihak keluarga kemudian membuka rangkaia...

Jul 28, 2026 - 00:29
0 0
Keluarga Ungkap Detik-Detik Wafat Troy Pantouw Juru Bicara IKN

JAKARTA — Kabar duka menyelimuti Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Juru bicara lembaga tersebut, Troy Pantouw, mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (25/7). Pihak keluarga kemudian membuka rangkaian peristiwa yang mengantar kepergian pria yang dikenal lantang menyuarakan kemajuan ibu kota baru itu. Kronologi yang diungkap langsung oleh kerabat dekat ini memberikan gambaran tentang jam-jam terakhir sang jubir, sekaligus menepis berbagai spekulasi yang sempat beredar di ruang publik.

Pagi yang Berubah Muram

Menurut penuturan adik ipar almarhum, Maria Rantung, Troy mengawali hari itu tanpa tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Ia bangun sekitar pukul 05.30 WITA di kediamannya di kawasan Balikpapan, menunaikan ibadah, lalu menyempatkan diri membaca sejumlah dokumen yang akan dibahas dalam rapat siang harinya. “Dia tampak segar, bahkan sempat bercanda dengan keponakan yang sedang libur sekolah. Tidak ada keluhan apa pun,” ujar Maria saat ditemui di rumah duka, Minggu (26/7).

Namun, situasi berubah drastis menjelang pukul 08.00 WITA. Troy tiba-tiba merasakan nyeri hebat di bagian dada kiri yang menjalar hingga ke punggung. Sempat mencoba berdiri, ia justru kehilangan keseimbangan dan tersungkur di ruang kerja pribadinya. Istri yang mendengar bunyi gaduh segera menghampiri dan mendapati suaminya terbaring dengan napas tersengal. Panik, ia langsung memanggil asisten rumah tangga dan menghubungi layanan darurat.

Tim medis dari klinik terdekat tiba sekitar 15 menit kemudian. Mereka melakukan resusitasi jantung paru di tempat sembari menyiapkan ambulans. “Dokter mengatakan ada indikasi serangan jantung akut. Denyutnya sangat lemah saat pertama kali diperiksa,” lanjut Maria. Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Balikpapan, tim medis terus memberikan pertolongan maksimal. Namun, setiba di instalasi gawat darurat, nyawa sang jubir tidak lagi bisa diselamatkan. Pukul 09.10 WITA, dokter jaga menyatakan Troy Pantouw telah wafat.

Riwayat Kesehatan dan Aktivitas Terakhir

Keluarga mengakui bahwa Troy memiliki riwayat hipertensi yang selama ini dikelola dengan obat rutin. Namun, beberapa bulan terakhir intensitas pekerjaannya di Otorita IKN meningkat tajam. Ia kerap begadang untuk menyelesaikan materi komunikasi publik, siaran pers, dan persiapan kunjungan pejabat tinggi. Pada Jumat (24/7), sehari sebelum kepergiannya, Troy masih memimpin rapat koordinasi daring hingga pukul 23.00 WITA bersama tim komunikasi Otorita. Ia juga sempat berdiskusi ringan melalui pesan singkat dengan rekan-rekannya terkait rencana peluncuran portal transparansi IKN yang akan diresmikan bulan depan.

“Dedikasinya luar biasa. Mungkin dia mengabaikan tanda-tanda kecil karena tidak ingin proyek terhambat,” ujar kolega dekatnya di Otorita IKN yang tak ingin disebut namanya. Gaya hidup Troy yang memang cenderung gila kerja dan kurang istirahat diyakini keluarga menjadi pemicu memburuknya kondisi jantung. Dokter yang menangani menduga terjadi sumbatan mendadak pada pembuluh arteri utama, yang memicu infark miokard masif. Tidak ada kesempatan untuk dilakukan tindakan kateterisasi karena kondisinya sudah sangat kritis saat tiba di rumah sakit.

Kenangan Sang Juru Bicara

Troy Pantouw dikenal sebagai wajah publik Otorita IKN yang piawai merangkai narasi. Selama bertugas, ia tidak hanya menyampaikan siaran pers, tetapi juga aktif menjawab kritik publik dengan pendekatan yang diplomatis namun tegas. Kemampuannya membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat membuat ia disegani, bahkan oleh kalangan yang berseberangan pandangan soal pembangunan IKN.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi kolega di Otorita IKN. Kepala Otorita, Bambang Susantono, melalui pernyataan resminya menyebut Troy sebagai “pilar komunikasi yang tak tergantikan”. Sementara itu, rekan-rekan jurnalis yang kerap berinteraksi dengannya mengenang Troy sebagai sosok yang cepat merespons dan tidak pernah pelit informasi. “Dia teman yang baik. Kritisnya dia selalu ngasih data, bukan sekadar omongan,” kata salah seorang wartawan senior.

Jenazah almarhum telah disemayamkan di rumah duka di kawasan Balikpapan dan direncanakan dimakamkan pada Senin (27/7) di Taman Makam Pahlawan setempat, sebagai bentuk penghormatan atas jasanya dalam pemerintahan. Pihak keluarga memohon doa dan meminta agar publik menghormati masa berkabung ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User