Kekeringan Mengancam, Walkot Bogor Ajak Warga Daftar PDAM

Bogor - Ancaman kekeringan akibat musim kemarau mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Bogor. Menyikapi kondisi ini, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk segera m...

Jul 20, 2026 - 05:21
0 0
Kekeringan Mengancam, Walkot Bogor Ajak Warga Daftar PDAM

Bogor - Ancaman kekeringan akibat musim kemarau mulai terasa di sejumlah wilayah Kota Bogor. Menyikapi kondisi ini, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan diri sebagai pelanggan PDAM. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air bersih selama masa kemarau yang diprediksi akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

Dalam keterangan resminya, Dedie menekankan bahwa pemerintah kota tidak ingin warga mengalami kesulitan air seperti tahun-tahun sebelumnya. "Kami mengantisipasi sejak dini. Jangan sampai warga kehabisan air bersih. Salah satu solusinya adalah memperluas akses sambungan PDAM ke rumah-rumah warga yang belum terdaftar," ujarnya di Balai Kota Bogor, Selasa (7/4/2026).

Langkah Antisipasi dari Pemkot

Pemerintah Kota Bogor telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan untuk menyiapkan langkah antisipasi kekurangan air bersih. Beberapa langkah yang telah disiapkan meliputi penambahan armada mobil tangki air, optimalisasi sumur bor, serta percepatan pemasangan sambungan baru bagi warga yang membutuhkan.

"Kami meminta PDAM untuk mempercepat proses pendaftaran dan pemasangan sambungan baru. Jangan ada birokrasi yang berbelit. Warga yang ingin mendaftar cukup datang ke kantor PDAM atau melalui aplikasi online yang sudah disediakan," tegas Dedie.

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun lalu. Hal ini meningkatkan risiko kekeringan di beberapa titik, terutama di daerah yang belum terjangkau jaringan PDAM.

Peran PDAM dalam Menyediakan Air Bersih

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan, Rian Hidayat, menyambut baik imbauan Wali Kota. Pihaknya siap menambah kapasitas produksi air bersih dan memperluas jaringan perpipaan ke wilayah-wilayah rawan kekeringan. "Kami sudah menyiapkan 10 unit mobil tangki untuk melayani daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, kami juga mengaktifkan kembali sumur-sumur bor yang sempat mati," jelas Rian.

PDAM juga membuka layanan pendaftaran sambungan baru secara gratis untuk sementara waktu. Warga cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) ke kantor PDAM terdekat. "Tidak ada biaya pendaftaran. Kami hanya meminta warga untuk bersabar karena antrean pemasangan cukup panjang," tambahnya.

Hingga saat ini, cakupan layanan PDAM di Kota Bogor mencapai 85%. Sisanya masih bergantung pada sumur pribadi atau sumber air lainnya. Namun, saat kemarau, sumur-sumur itu rentan mengering sehingga warga harus mendapatkan suplai dari PDAM.

Imbauan untuk Warga

Wali Kota Dedie juga mengimbau warga yang sudah menjadi pelanggan PDAM untuk menggunakan air secara bijak. "Hematlah air. Jangan digunakan untuk menyiram tanaman hias yang tidak perlu atau mencuci kendaraan setiap hari. Air bersih adalah kebutuhan pokok yang harus dijaga bersama," pesannya.

Bagi warga yang belum terdaftar sebagai pelanggan PDAM, Dedie meminta agar segera mendaftar. "Jangan menunggu sampai kekeringan parah. Lebih baik mendaftar sekarang, meskipun pemasangannya mungkin belum langsung selesai. Setidaknya kita sudah terdata dan PDAM bisa memprioritaskan."

Pemerintah kota juga bekerja sama dengan kelurahan dan RT/RW setempat untuk menyosialisasikan program pendaftaran ini. "Kami tidak ingin ada warga yang ketinggalan informasi. Oleh karena itu, lurah dan ketua RT diminta aktif mengumumkan ke warga," kata Dedie.

Di samping itu, pihaknya juga menyiagakan posko pengaduan kekeringan di setiap kecamatan. Masyarakat dapat melapor jika mengalami kesulitan air bersih melalui call center yang telah disediakan.

"Kami optimistis dengan langkah antisipasi ini, warga Kota Bogor dapat melewati musim kemarau tanpa keluhan berarti. Kuncinya adalah kolaborasi antara pemerintah, PDAM, dan masyarakat," pungkas Dedie.

Musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga September mendatang. Oleh karena itu, persiapan sejak dini menjadi kunci utama agar pasokan air bersih tetap terjaga. Warga diharapkan tidak panik, tetapi tetap waspada dan proaktif mengikuti program yang digulirkan pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User