Karhutla Meluas di Banjarbaru, 969 Hektare Lahan Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus meluas dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulang
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus meluas dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, hingga Kamis (20/8/2026), luas lahan yang terdampak karhutla telah mencapai 969 hektare. Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih kabut asap yang ditimbulkan mulai mengganggu aktivitas warga di sejumlah kecamatan.
Wilayah dengan luas terdampak terbesar berada di Kecamatan Landasan Ulin yang dikenal memiliki hamparan lahan gambut yang rentan terbakar pada musim kemarau. Dua kecamatan lain yang juga mencatat luas kebakaran signifikan adalah Kecamatan Cempaka dan Kecamatan Liang Anggang. Ketiga wilayah tersebut kini menjadi prioritas pemantauan dan pemadaman tim gabungan BPBD bersama instansi terkait.
Eskalasi Kebakaran dalam Tiga Hari Terakhir
Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, mengungkapkan bahwa lonjakan titik api terjadi dalam tiga hari terakhir. Ia menjelaskan bahwa karakteristik lahan yang terbakar didominasi lahan semi gambut dan gambut, sehingga api mudah menyebar di bawah permukaan dan sulit dipadamkan secara menyeluruh.
"Lahan semi gambut dan gambut. Tiga hari terakhir memang ada eskalasi-eskalasi kebakaran yang lumayan berakibat kepada peningkatan adanya kabut asap," ujar Zaini, Kamis (20/8).
Menurut Zaini, meningkatnya karhutla berdampak langsung pada kualitas udara di Banjarbaru. Kabut asap yang sangat pekat, terutama pada pagi hari, membuat kualitas udara berada pada level yang membahayakan kesehatan. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas di jalan raya hingga aktivitas belajar dan bekerja.
"Itu juga sangat mengganggu dalam hal aktivitas. Karena membatasi jarak pandang dan kemudian membuat susah bernapas," jelasnya.
Kronologi dan Kendala di Lapangan
- Karhutla mulai terdeteksi meluas di sejumlah titik di Kecamatan Landasan Ulin, Kecamatan Cempaka, dan Kecamatan Liang Anggang sejak pekan kedua Agustus 2026.
- Dalam tiga hari terakhir menjelang Kamis (20/8), eskalasi kebakaran meningkat tajam dan diikuti munculnya kabut asap pekat pada pagi hari.
- Tim BPBD Kota Banjarbaru bersama petugas gabungan berupaya memadamkan api di berbagai titik, tetapi menemui kendala berkurangnya pasokan air di lokasi kejadian.
- Petugas akhirnya mengandalkan tangki-tangki air sebagai sumber utama penanganan karhutla.
- BPBD mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk memakai masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat.
Zaini membeberkan sejumlah kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Salah satu yang paling krusial adalah menipisnya titik air di lokasi kejadian karhutla. Keterbatasan sumber air ini menyulitkan petugas melakukan pemadaman secara optimal, sehingga penanganan kebakaran menjadi sangat bergantung pada pasokan air dari tangki-tangki yang dikerahkan ke lokasi.
"Sehingga kita bergantung sepenuhnya kepada tangki-tangki, ini yang menjadi perhatian kita," terangnya.
Imbauan Kepada Masyarakat
Seiring meluasnya kebakaran, BPBD Kota Banjarbaru mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi hari ketika kabut asap paling pekat. Imbauan ini penting mengingat paparan asap dalam jangka panjang dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga penyakit paru lainnya.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, baik untuk membuka lahan pertanian maupun membuang sampah. Pasalnya, pada musim kemarau seperti sekarang, api kecil sekalipun dapat dengan cepat meluas menjadi kebakaran besar mengingat karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.
Masyarakat yang melihat titik api di lingkungannya diminta segera melapor kepada BPBD atau perangkat kelurahan setempat agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci utama menekan laju karhutla, mengingat luas wilayah yang harus dipantau petugas sangat besar sementara sumber daya pemadaman terbatas.
BPBD Kota Banjarbaru pun terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk TNI/Polri, Manggala Agni, serta relawan kebencanaan, untuk mempercepat penanganan karhutla. Operasi pemadaman, termasuk pembasahan lahan gambut, akan terus dilakukan selama titik api masih ditemukan di lapangan.
[SOCIAL_TWEET]: Karhutla di Banjarbaru kian meluas! 969 hektare lahan terdampak, kabut asap pekat mengganggu aktivitas warga. Selalu pakai masker saat di luar ruangan. #Karhutla #Banjarbaru[SOCIAL_TG]: Update Karhutla Banjarbaru: 969 hektare lahan terbakar, Landasan Ulin terdampak terluas. Kabut asap pekat di pagi hari — warga diimbau pakai masker dan tidak membakar lahan.
Comments (0)