Application Name Application Name

Patokan

Jawa Tengah

Karhutla Gunung Ciremai Terkendali, Petugas Lakukan Pendinginan 40 Hektare Lahan

KUNINGAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Ba

Karhutla Gunung Ciremai Terkendali, Petugas Lakukan Pendinginan 40 Hektare Lahan

KUNINGAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Berdasarkan asesmen lapangan hingga Rabu (9/9), kobaran api telah menghanguskan vegetasi semak belukar dengan estimasi luas area terdampak mencapai 40 hektare.

Operasi pemadaman intensif yang melibatkan ratusan personel lintas instansi berhasil menghentikan perambatan api di lereng gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut. Saat ini, fokus operasi beralih ke tahap pembersihan dan pendinginan (*mop up*) guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan di tengah kondisi cuaca kering.

Kronologi Deteksi dan Perambatan Api

Berdasarkan laporan resmi dari Balai TNGC, insiden karhutla ini berlangsung cepat akibat hembusan angin kencang di kawasan perbukitan. Berikut adalah garis waktu peristiwa karhutla di kawasan Gunung Ciremai:

  1. Senin (7/9), Pukul 12.05 WIB: Titik api pertama kali terdeteksi di Blok Simaung dan Tegal Bodas, kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan. Kepulan asap tebal dipantau secara visual oleh warga setempat dan terkonfirmasi oleh tim Patroli Udara Tanpa Awak (PUTA).
  2. Senin–Selasa (7–8/9): Api merambat cepat melalap vegetasi kering pada ketinggian lebih dari 500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ratusan personel langsung dikerahkan membuat sekat bakar manual guna menahan laju api.
  3. Rabu (9/9), Pukul 17.30 WIB: Kobaran api utama berhasil dijinakkan setelah tim gabungan melakukan pemadaman darat secara intensif di beberapa sektor perbukitan.
  4. Rabu (9/9), Pukul 20.30 WIB: Tim gabungan kembali bergerak menyisir area terdampak untuk memulai operasi pendinginan total (*mop up*) guna mengeliminasi seluruh titik asap.

Mobilisasi Ratusan Personel dan Tantangan Geografis

Upaya penanganan karhutla di Gunung Ciremai melibatkan kolaborasi besar antara berbagai elemen penanggulangan bencana. Ratusan personel diterjunkan ke titik-titik rawan, terdiri dari petugas Balai TNGC, unsur Kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, hingga kelompok relawan pecinta alam.

Kepala Seksi Wilayah 1 Kuningan TNGC, Eko Kosasih, mengonfirmasi bahwa kondisi di lapangan saat ini sudah jauh lebih stabil dan terkendali tanpa adanya pergerakan lidah api baru.

"Prinsipnya alhamdulillah sudah mulai terkendali. Artinya sudah tidak ada api yang merambat lagi. Tadi sudah diupayakan pendinginan bersama masyarakat, aparat, serta para relawan di lokasi," jelas Eko Kosasih dalam keterangannya saat memimpin proses mop up.

Kendati berhasil diredam, petugas di lapangan menghadapi hambatan fisik yang tidak mudah. Beberapa tantangan utama yang dihadapi selama operasi berlangsung antara lain:

  • Kontur Medan Curam: Lokasi kebakaran berada pada lereng terjal dan berbatu yang menyulitkan pergerakan personel serta mobilitas pasokan air.
  • Faktor Cuaca: Terpaan angin kencang di punggung bukit secara konstan meningkatkan risiko loncatan bara api (*spot fire*).
  • Karakteristik Bahan Bakar: Lapisan serasah kering dan semak belukar tebal di kawasan TNGC sangat mudah tersulut sehingga membutuhkan pendinginan tuntas hingga ke lapisan tanah.

Fokus Pemulihan dan Pengawasan Lanjutan

Pasca-pemadaman api utama, tim gabungan tetap bersiaga di posko lapangan. Tahapan mop up menjadi krusial karena bara api di bawah permukaan tanah atau pada tunggak kayu mati kerap menyala kembali apabila tertiup angin kencang. Pengawasan terus diperketat dengan mengerahkan teknologi pemantauan udara berkala guna mendeteksi anomali suhu di kawasan konservasi tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
writer2
TENTANG PENULIS writer2

Bacaan Terkait

Comments (0)

User